Foto : Vivi (Humas Jateng)
Foto : Vivi (Humas Jateng)
SALATIGA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya, salah satunya dengan mendorong pemerataan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Periode 2025–2029 di Hotel Wahid Prime, Salatiga pada Kamis, 11 September 2025.
Pada kesempatan itu, Wagub meminta dukungan dari seluruh pihak agar PAUD bisa lebih merata dan semakin masif disosialisasikan kepada masyarakat. Harapannya, kualitas pendidikan, khususnya PAUD di Jateng bisa terus ditingkatkan.
Menurutnya, tantangan pendidikan tidak hanya di level provinsi, tetapi juga di tingkat pusat dan kabupaten/kota. Maka dari itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan ini perlu dikawal dengan baik.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.SI., menyatakan, hingga kini masih ada tantangan besar di sektor PAUD. Ia mengungkapkan, tingkat partisipasi anak usia 0-6 tahun pada PAUD di Jateng baru sekitar 14,31%. Selain itu, masih ada lembaga PAUD yang belum ramah anak, bahkan beberapa lembaga memiliki keterbatasan tenaga pendidik.
“Karena itu, ada tiga program prioritas yang harus kita garap bersama. Pertama, Semangat Nyokong PAUD, yaitu peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) melalui pendampingan dan pelatihan bagi guru PAUD. Kedua, PAUD berbasis masyarakat atau PAUD Emas untuk meningkatkan keikutsertaan (masyarakat), targetnya di angka 60% dari 14,31%. Apalagi, PAUD Emas ini sudah ada di posyandu (pos pelayanan terpadu) yang jumlahnya lebih dari 4.465 (lembaga PAUD) di seluruh Jawa Tengah. Ketiga, program Satu Desa, Dua PAUD,” ucapnya.
Ning Nawal menambahkan, tugas Bunda PAUD tidak hanya untuk memperkuat program, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya.
“Kita harus pastikan, PAUD di Jawa Tengah benar-benar inklusif (memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa), ramah anak, serta memiliki kurikulum yang menanamkan karakter dan akhlak yang baik,” tegasnya.
Sebagai informasi, acara ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se-Jawa Tengah yang mengusung tema “Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah.”
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan, tema yang diusung menjadi pengingat pentingnya sinergi dalam mewujudkan ekosistem layanan PAUD yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.
“Melalui pengukuhan Pokja ini, kita ingin menyatukan langkah dan budaya kerja, mendorong layanan PAUD yang lebih merata, serta menyinkronkan program antara provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.
SALATIGA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya, salah satunya dengan mendorong pemerataan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Periode 2025–2029 di Hotel Wahid Prime, Salatiga pada Kamis, 11 September 2025.
Pada kesempatan itu, Wagub meminta dukungan dari seluruh pihak agar PAUD bisa lebih merata dan semakin masif disosialisasikan kepada masyarakat. Harapannya, kualitas pendidikan, khususnya PAUD di Jateng bisa terus ditingkatkan.
Menurutnya, tantangan pendidikan tidak hanya di level provinsi, tetapi juga di tingkat pusat dan kabupaten/kota. Maka dari itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan ini perlu dikawal dengan baik.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.SI., menyatakan, hingga kini masih ada tantangan besar di sektor PAUD. Ia mengungkapkan, tingkat partisipasi anak usia 0-6 tahun pada PAUD di Jateng baru sekitar 14,31%. Selain itu, masih ada lembaga PAUD yang belum ramah anak, bahkan beberapa lembaga memiliki keterbatasan tenaga pendidik.
“Karena itu, ada tiga program prioritas yang harus kita garap bersama. Pertama, Semangat Nyokong PAUD, yaitu peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) melalui pendampingan dan pelatihan bagi guru PAUD. Kedua, PAUD berbasis masyarakat atau PAUD Emas untuk meningkatkan keikutsertaan (masyarakat), targetnya di angka 60% dari 14,31%. Apalagi, PAUD Emas ini sudah ada di posyandu (pos pelayanan terpadu) yang jumlahnya lebih dari 4.465 (lembaga PAUD) di seluruh Jawa Tengah. Ketiga, program Satu Desa, Dua PAUD,” ucapnya.
Ning Nawal menambahkan, tugas Bunda PAUD tidak hanya untuk memperkuat program, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya.
“Kita harus pastikan, PAUD di Jawa Tengah benar-benar inklusif (memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa), ramah anak, serta memiliki kurikulum yang menanamkan karakter dan akhlak yang baik,” tegasnya.
Sebagai informasi, acara ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se-Jawa Tengah yang mengusung tema “Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah.”
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan, tema yang diusung menjadi pengingat pentingnya sinergi dalam mewujudkan ekosistem layanan PAUD yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.
“Melalui pengukuhan Pokja ini, kita ingin menyatukan langkah dan budaya kerja, mendorong layanan PAUD yang lebih merata, serta menyinkronkan program antara provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.