Follow Us :              

21 Ormas Asing Beraktivitas di Jateng, Sekda Minta Turut Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

  25 September 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 405 
Kategori :
Bagikan :


21 Ormas Asing Beraktivitas di Jateng, Sekda Minta Turut Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

25 September 2025 | 09:00:00 | dibaca : 405
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, ada sebanyak 21 organisasi masyarakat (ormas) yang beraktivitas di provinsi ini. Ogranisasi yang ada berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Swedia, Jepang, dan Kanada. Mereka melakukan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, penanganan bencana, lingkungan, energi, dan ekonomi.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Fasilitasi Tim Perizinan Ormas Asing serta Penguatan Tata Kelola dan Pemberdayaan Ormas Asing di Wilayah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Hotel Novotel Semarang pada Kamis, 25 September 2025.

Sekda menekankan agar ormas asing yang beraktivitas di Jateng dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah. 

"Sebagaimana yang disampaikan Bapak Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk membangun Jawa Tengah, semua harus bekerja sama untuk saling memberikan kontribusi, termasuk dengan adanya kehadiran ormas asing di Jawa Tengah ini," ucapnya.

Ia menyampaikan, pembangunan daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Maka dari itu, butuh adanya kolaborasi, termasuk dari ormas asing. Sekda juga mengapresiasi ormas-ormas di Jateng yang sudah membantu menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

Asisten Deputi Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Arudji Anwar, mengatakan, ormas-ormas asing yang ada di Jateng ini perlu dikelola dengan baik. Hal-hal yang dikelola, antara lain menyangkut kepatuhan hukum, peran serta dalam menjaga hubungan baik antarpemerintah dua negara, dan sebagainya. 

"Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong ormas asing berkiprah dan berperan, dengan menjalin hubungan yang saling memberikan manfaat dengan pemerintah asalnya," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, ada sebanyak 21 organisasi masyarakat (ormas) yang beraktivitas di provinsi ini. Ogranisasi yang ada berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Swedia, Jepang, dan Kanada. Mereka melakukan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, penanganan bencana, lingkungan, energi, dan ekonomi.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Fasilitasi Tim Perizinan Ormas Asing serta Penguatan Tata Kelola dan Pemberdayaan Ormas Asing di Wilayah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Hotel Novotel Semarang pada Kamis, 25 September 2025.

Sekda menekankan agar ormas asing yang beraktivitas di Jateng dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah. 

"Sebagaimana yang disampaikan Bapak Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk membangun Jawa Tengah, semua harus bekerja sama untuk saling memberikan kontribusi, termasuk dengan adanya kehadiran ormas asing di Jawa Tengah ini," ucapnya.

Ia menyampaikan, pembangunan daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Maka dari itu, butuh adanya kolaborasi, termasuk dari ormas asing. Sekda juga mengapresiasi ormas-ormas di Jateng yang sudah membantu menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

Asisten Deputi Koordinasi Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Arudji Anwar, mengatakan, ormas-ormas asing yang ada di Jateng ini perlu dikelola dengan baik. Hal-hal yang dikelola, antara lain menyangkut kepatuhan hukum, peran serta dalam menjaga hubungan baik antarpemerintah dua negara, dan sebagainya. 

"Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong ormas asing berkiprah dan berperan, dengan menjalin hubungan yang saling memberikan manfaat dengan pemerintah asalnya," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu