Follow Us :              

Friendship Run Borobudur Maraton 2025 Bangkitkan Ekonomi Daerah

  28 September 2025  |   05:15:00  |   dibaca : 450 
Kategori :
Bagikan :


Friendship Run Borobudur Maraton 2025 Bangkitkan Ekonomi Daerah

28 September 2025 | 05:15:00 | dibaca : 450
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

BANYUMAS – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, ada 1.000 peserta yang terdata mengikuti Bank Jateng Friendship Run (BJFR) Borobudur Maraton 2025 Purwokerto. Agenda ini sebagai salah satu rangkaian menuju gelaran Borobudur Marathon 2025 pada 16 November mendatang. 

"Programnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, agar gemar berolahraga," ucapnya dalam gelaran BJFR Borobudur Maraton 2025 Purwokerto, di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas pada Minggu, 28 September 2025.

Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas, Antonius Tomy Trinugroho, mengatakan, Borobudur Marathon 2025 selalu menjadi agenda menarik bagi para pelari. Rencananya, event tersebut akan diikuti 10 ribu peserta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan bahwa Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta pemerintah kabupaten/kota mendukung Borobudur Marathon 2025 melalui sejumlah pre-event, salah satunya BJFR Borobudur Maraton 2025 Purwokerto.

"Alhamdulillah Purwokerto dipilih menjadi salah satu pendukung," katanya.

Tidak hanya sekadar gelaran olahraga, BJFR Borobudur Maraton 2025 merupakan event sport tourism atau pariwisata olahraga yang mampu mendatangkan orang dari Jateng maupun luar provinsi ini. 

Dengan digelarnya ajang tersebut, hotel dan penginapan penuh, UMKM semakin ramai, serta objek-objek wisata juga didatangi para pengunjung, sehingga hal ini bisa berdampak pada bangkitnya perekonomian Jateng, khususnya Kabupaten Banyumas.

Pada kesempatan itu, senyum merekah terlihat dari wajah salah seorang peserta bernama Putri Maesaroh (29). Peluh memenuhi wajahnya usai melewati garis finish pada ajang BJFR Borobudur Maraton 2025. Ia mengatakan, bisa melewati garis finish adalah capaian luar biasa baginya. 

Penampilan Putri berbeda dari para peserta lainnya, karena ia memakai kostum olahraga bermotif batik. Ia mengatakan, ingin memperkenalkan Jateng melalui ajang BJFR Borobudur Maraton 2025 Purwokerto. 

"Kostum ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah itu unik, dan selalu menjadi kebanggaan masyarakatnya," katanya. 

Putri mengungkapkan, awalnya ia ingin memakai kebaya. Akan tetapi, akhirnya ia memutuskan untuk mengombinasikan kebaya dengan bahan jersey olahraga. 

"Jersey bentuk motif kebaya ini, untuk menunjukkan keunikan (budaya Jawa) dengan warna yang cerah," ucapnya.

Perempuan yang sehari-hari bekerja di Cirebon ini sengaja datang ke Banyumas untuk meramaikan acara BJFR Borobudur Maraton 2025. Ia mengatakan, gelaran Borobudur Marathon, apalagi pre-event lainnya menjadi ajang yang layak dibanggakan oleh masyarakat Jateng.


Bagikan :

BANYUMAS – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, ada 1.000 peserta yang terdata mengikuti Bank Jateng Friendship Run (BJFR) Borobudur Maraton 2025 Purwokerto. Agenda ini sebagai salah satu rangkaian menuju gelaran Borobudur Marathon 2025 pada 16 November mendatang. 

"Programnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, agar gemar berolahraga," ucapnya dalam gelaran BJFR Borobudur Maraton 2025 Purwokerto, di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas pada Minggu, 28 September 2025.

Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas, Antonius Tomy Trinugroho, mengatakan, Borobudur Marathon 2025 selalu menjadi agenda menarik bagi para pelari. Rencananya, event tersebut akan diikuti 10 ribu peserta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan bahwa Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta pemerintah kabupaten/kota mendukung Borobudur Marathon 2025 melalui sejumlah pre-event, salah satunya BJFR Borobudur Maraton 2025 Purwokerto.

"Alhamdulillah Purwokerto dipilih menjadi salah satu pendukung," katanya.

Tidak hanya sekadar gelaran olahraga, BJFR Borobudur Maraton 2025 merupakan event sport tourism atau pariwisata olahraga yang mampu mendatangkan orang dari Jateng maupun luar provinsi ini. 

Dengan digelarnya ajang tersebut, hotel dan penginapan penuh, UMKM semakin ramai, serta objek-objek wisata juga didatangi para pengunjung, sehingga hal ini bisa berdampak pada bangkitnya perekonomian Jateng, khususnya Kabupaten Banyumas.

Pada kesempatan itu, senyum merekah terlihat dari wajah salah seorang peserta bernama Putri Maesaroh (29). Peluh memenuhi wajahnya usai melewati garis finish pada ajang BJFR Borobudur Maraton 2025. Ia mengatakan, bisa melewati garis finish adalah capaian luar biasa baginya. 

Penampilan Putri berbeda dari para peserta lainnya, karena ia memakai kostum olahraga bermotif batik. Ia mengatakan, ingin memperkenalkan Jateng melalui ajang BJFR Borobudur Maraton 2025 Purwokerto. 

"Kostum ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah itu unik, dan selalu menjadi kebanggaan masyarakatnya," katanya. 

Putri mengungkapkan, awalnya ia ingin memakai kebaya. Akan tetapi, akhirnya ia memutuskan untuk mengombinasikan kebaya dengan bahan jersey olahraga. 

"Jersey bentuk motif kebaya ini, untuk menunjukkan keunikan (budaya Jawa) dengan warna yang cerah," ucapnya.

Perempuan yang sehari-hari bekerja di Cirebon ini sengaja datang ke Banyumas untuk meramaikan acara BJFR Borobudur Maraton 2025. Ia mengatakan, gelaran Borobudur Marathon, apalagi pre-event lainnya menjadi ajang yang layak dibanggakan oleh masyarakat Jateng.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu