Follow Us :              

Tinjau Tanggul Jebol di Pekalongan, Gubernur Pastikan Penanganan Tanggul dan Sungai Bremi

  26 March 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 89 
Kategori :
Bagikan :


Tinjau Tanggul Jebol di Pekalongan, Gubernur Pastikan Penanganan Tanggul dan Sungai Bremi

26 March 2026 | 00:00:00 | dibaca : 89
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

PEKALONGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau tanggul Sungai Bremi yang jebol di Kelurahan Pedukuhankraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan pada Kamis, 26 Maret 2026. 

Dalam tinjauan itu, Gubernur didampingi oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid; Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab; dan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman.

Berdasarkan pantauan, tanggul Sungai Bremi jebol sepanjang kurang lebih 15-20 meter, akibat debit air Sungai Bremi yang tinggi pascahujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Dampaknya, luapan air merendam wilayah persawahan di Pasirsari, Kota Pekalongan dan Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan, serta area permukiman di Kelurahan Pasirkratonkramat.

Penanganan terkait tanggul darurat sudah dilakukan oleh BPBD Kota dan Kabupaten Pekalongan, dibantu oleh TNI, Polri, dan BPBD Provinsi Jateng. Penanganan yang dilakukan, meliputi pemasangan trucuk kayu dan sandbag, serta pemompaan air yang mulai masuk ke pemukiman penduduk.

Gubernur menegaskan, jebolnya tanggul terjadi di Kota dan Kabupaten Pekalongan. Maka dari itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jateng, pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat.

Selain penanganan tanggul, pemerintah juga akan melakukan normalisasi Sungai Bremi secara bertahap. Pada tahun 2025, pemerintah pusat dan Pemprov Jateng sudah menganggarkan normalisasi Sungai Bremi agar penanganannya bisa dilakukan dengan cepat.

Tak hanya itu, ada beberapa pekerjaan yang juga akan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan, salah satunya perbaikan ruas Jalan Randujajar.

"Penanganan ini sebagai bentuk negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat, khususnya terkait banjir di Pekalongan," ucap Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai total Rp134.905.150. Bantuan ini terbagi dari bantuan logistik makanan dan nonmakanan, beras, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Lurah Pasirkratonkramat, Dwi Indah Widiastuti, mengatakan bahwa penanganan darurat sudah dilakukan dan dibantu oleh TNI-Polri. Nantinya, kerja bakti masyarakat juga akan dilakukan agar penanganan tanggul jebol segera usai. 

Pihaknya juga sudah menerima bantuan dari Pemprov Jateng, yang nanti akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.


Bagikan :

PEKALONGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau tanggul Sungai Bremi yang jebol di Kelurahan Pedukuhankraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan pada Kamis, 26 Maret 2026. 

Dalam tinjauan itu, Gubernur didampingi oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid; Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab; dan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman.

Berdasarkan pantauan, tanggul Sungai Bremi jebol sepanjang kurang lebih 15-20 meter, akibat debit air Sungai Bremi yang tinggi pascahujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Dampaknya, luapan air merendam wilayah persawahan di Pasirsari, Kota Pekalongan dan Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan, serta area permukiman di Kelurahan Pasirkratonkramat.

Penanganan terkait tanggul darurat sudah dilakukan oleh BPBD Kota dan Kabupaten Pekalongan, dibantu oleh TNI, Polri, dan BPBD Provinsi Jateng. Penanganan yang dilakukan, meliputi pemasangan trucuk kayu dan sandbag, serta pemompaan air yang mulai masuk ke pemukiman penduduk.

Gubernur menegaskan, jebolnya tanggul terjadi di Kota dan Kabupaten Pekalongan. Maka dari itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jateng, pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah pusat.

Selain penanganan tanggul, pemerintah juga akan melakukan normalisasi Sungai Bremi secara bertahap. Pada tahun 2025, pemerintah pusat dan Pemprov Jateng sudah menganggarkan normalisasi Sungai Bremi agar penanganannya bisa dilakukan dengan cepat.

Tak hanya itu, ada beberapa pekerjaan yang juga akan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan, salah satunya perbaikan ruas Jalan Randujajar.

"Penanganan ini sebagai bentuk negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat, khususnya terkait banjir di Pekalongan," ucap Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai total Rp134.905.150. Bantuan ini terbagi dari bantuan logistik makanan dan nonmakanan, beras, obat-obatan, serta perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Lurah Pasirkratonkramat, Dwi Indah Widiastuti, mengatakan bahwa penanganan darurat sudah dilakukan dan dibantu oleh TNI-Polri. Nantinya, kerja bakti masyarakat juga akan dilakukan agar penanganan tanggul jebol segera usai. 

Pihaknya juga sudah menerima bantuan dari Pemprov Jateng, yang nanti akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu