Follow Us :              

Kunjungi Masjid Bersejarah yang Ludes Terbakar di Boyolali, Wagub Salurkan Bantuan dan Beri Solusi Konkret

  26 March 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 332 
Kategori :
Bagikan :


Kunjungi Masjid Bersejarah yang Ludes Terbakar di Boyolali, Wagub Salurkan Bantuan dan Beri Solusi Konkret

26 March 2026 | 10:00:00 | dibaca : 332
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

BOYOLALI – Masjid Jami' Jalaluddin Masrosyid di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, yang terbakar beberapa waktu lalu mendapatkan atensi serius dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Sebab, bangunan masjid itu dinilai memiliki sejarah panjang dan keunikan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Wagub bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin, mengunjungi Masjid Jami’ Jalaluddin dan bertemu dengan para warga untuk menyalurkan sejumlah bantuan pada Kamis siang, 26 Maret 2026.

Sebagai informasi, masjid berukuran 20 x 40 meter itu terbakar hebat pada Kamis dini hari (19/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang dengan cepat melalap bangunan berbahan kayu tersebut. Kini, bangunan masjid hanya menyisakan bagian tempat wudu yang terbuat dari tembok.

Adapun untuk sementara waktu, warga mendirikan tenda darurat di pelataran masjid sebagai tempat beribadah. Upaya ini dilakukan agar aktivitas keagamaan tetap berjalan, meskipun fasilitas utama tempat ibadah itu belum dapat digunakan.

Tak hanya masjid, bangunan Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan yang berada di belakangnya juga ikut terdampak. Bagian atap madrasah mengalami kerusakan parah, sehingga hal ini mengganggu aktivitas belajar mengajar para santri.

Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, mengungkapkan, ia bersyukur atas kehadiran Wagub ke wilayahnya yang tergolong terpencil. Menurutnya, kedatangan Wagub menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Beliau langsung tanggap dan langsung menuju lokasi sendiri. Ya, alhamdulillah beliau berkenan hadir di dukuh yang sangat terpencil dan pelosok ini. Kami bersyukur sekali," ujarnya.

Ia menambahkan, Gus Yasin tidak hanya datang untuk memberikan bantuan, tetapi juga menawarkan solusi konkret. 

Bahkan untuk perbaikan atap madrasah, Wagub langsung berinisiatif membantu dengan menghubungi rekan kontraktornya. Diketahui, perbaikan atap madrasah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp36 juta. Sementara untuk pembangunan kembali masjid, pemerintah desa diminta segera menyusun proposal. 

Rencananya, masjid akan dibangun permanen menggunakan beton dan dibuat dua lantai dengan estimasi anggaran mencapai Rp3,7 miliar.

"Beliau siap all out membantu untuk mewujudkan masjid baru kembali," tuturnya.

Takmir Masjid Jami' Jalaluddin Masrosyid, Muhammad Toha, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat sebagian warga masih terlelap. 

“Diduga karena gangguan listrik. Warga tidak mampu memadamkan api, sementara jarak pemadam cukup jauh, sehingga api sudah terlanjur membesar,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan, Sufyani. Ia menyebut musibah ini menjadi pukulan berat, mengingat bangunan madrasah yang terdampak baru direnovasi sekitar dua tahun lalu.

Harapannya, proses perbaikan bisa segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.

“Ini murni musibah. Masjid ini juga sudah sangat tua, lebih dari satu abad, dan seluruhnya dari kayu jati, sehingga api cepat merambat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp80 juta. Rinciannya, bantuan senilai Rp30 juta berasal dari Baznas Jawa Tengah dan Rp50 juta dari Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin. Selain itu, puluhan paket sembako juga dibagikan untuk warga.


Bagikan :

BOYOLALI – Masjid Jami' Jalaluddin Masrosyid di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, yang terbakar beberapa waktu lalu mendapatkan atensi serius dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Sebab, bangunan masjid itu dinilai memiliki sejarah panjang dan keunikan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Wagub bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin, mengunjungi Masjid Jami’ Jalaluddin dan bertemu dengan para warga untuk menyalurkan sejumlah bantuan pada Kamis siang, 26 Maret 2026.

Sebagai informasi, masjid berukuran 20 x 40 meter itu terbakar hebat pada Kamis dini hari (19/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang dengan cepat melalap bangunan berbahan kayu tersebut. Kini, bangunan masjid hanya menyisakan bagian tempat wudu yang terbuat dari tembok.

Adapun untuk sementara waktu, warga mendirikan tenda darurat di pelataran masjid sebagai tempat beribadah. Upaya ini dilakukan agar aktivitas keagamaan tetap berjalan, meskipun fasilitas utama tempat ibadah itu belum dapat digunakan.

Tak hanya masjid, bangunan Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan yang berada di belakangnya juga ikut terdampak. Bagian atap madrasah mengalami kerusakan parah, sehingga hal ini mengganggu aktivitas belajar mengajar para santri.

Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, mengungkapkan, ia bersyukur atas kehadiran Wagub ke wilayahnya yang tergolong terpencil. Menurutnya, kedatangan Wagub menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

“Beliau langsung tanggap dan langsung menuju lokasi sendiri. Ya, alhamdulillah beliau berkenan hadir di dukuh yang sangat terpencil dan pelosok ini. Kami bersyukur sekali," ujarnya.

Ia menambahkan, Gus Yasin tidak hanya datang untuk memberikan bantuan, tetapi juga menawarkan solusi konkret. 

Bahkan untuk perbaikan atap madrasah, Wagub langsung berinisiatif membantu dengan menghubungi rekan kontraktornya. Diketahui, perbaikan atap madrasah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp36 juta. Sementara untuk pembangunan kembali masjid, pemerintah desa diminta segera menyusun proposal. 

Rencananya, masjid akan dibangun permanen menggunakan beton dan dibuat dua lantai dengan estimasi anggaran mencapai Rp3,7 miliar.

"Beliau siap all out membantu untuk mewujudkan masjid baru kembali," tuturnya.

Takmir Masjid Jami' Jalaluddin Masrosyid, Muhammad Toha, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat sebagian warga masih terlelap. 

“Diduga karena gangguan listrik. Warga tidak mampu memadamkan api, sementara jarak pemadam cukup jauh, sehingga api sudah terlanjur membesar,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan, Sufyani. Ia menyebut musibah ini menjadi pukulan berat, mengingat bangunan madrasah yang terdampak baru direnovasi sekitar dua tahun lalu.

Harapannya, proses perbaikan bisa segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.

“Ini murni musibah. Masjid ini juga sudah sangat tua, lebih dari satu abad, dan seluruhnya dari kayu jati, sehingga api cepat merambat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp80 juta. Rinciannya, bantuan senilai Rp30 juta berasal dari Baznas Jawa Tengah dan Rp50 juta dari Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin. Selain itu, puluhan paket sembako juga dibagikan untuk warga.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu