Follow Us :              

Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng

  08 October 2025  |   08:30:00  |   dibaca : 963 
Kategori :
Bagikan :

Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng

08 October 2025 | 08:30:00 | dibaca : 963
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng
Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng
Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng
Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng
Cek SPPG Jebres, Gubernur Minta Percepatan Penerbitan SLHS di Jateng

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengecek langsung kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jebres, Kota Surakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025. 

SPPG Jebres merupakan salah satu dari 84 SPPG di Jateng yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kita lakukan check and recheck, hari ini di wilayah Jebres. SPPG ini yang sudah mendapatkan SLHS," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan.

Ia mengatakan, akselerasi penerbitan SLHS terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah Kabupaten/Kota. Sebab, verifikasi SLHS yang dulu diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, saat ini sudah bisa diterbitkan oleh seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Terkait dengan hal tersebut, dinas kesehatan bisa melakukan verifikasi kelaikan lingkungan SPPG, meliputi inspeksi terhadap makanan untuk diuji di laboratorium dalam waktu 1-10 hari, serta melatih para karyawan atau personel SPPG tentang cara menyentuh dan mencicipi makanan, mengecek kandungan gizi, dan lainnya.

Verifikasi dilakukan untuk menjamin agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami keracunan makanan atau pun persoalan lainnya.

"Ini sudah kita sosialisasikan, dan ini kita masifkan di seluruh kabupaten/kota di wilayah kita," ucap Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan bahwa seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota sudah diinstruksikan untuk membuat Posko MBG. Posko ini berfungsi sebagai tempat pengaduan, pengecekan, dan tanggap darurat ketika terjadi permasalahan terkait program tersebut.

"Posko ini sebagai media informasi dan quick response (respons cepat) apabila terjadi apa-apa. Posko diadakan oleh dinas kesehatan, sudah seizin dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ini menjadi model untuk wilayah kita, 1x24 jam posko harus ada orangnya (petugas)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Jebres Kota Surakarta, Jhoni Prabowo, mengatakan, SPPG Jebres yang beroperasi sejak 13 Januari 2025 ini, sudah mengantongi SLHS sejak Maret 2025. Sampai saat ini, SPPG ini sudah melayani 3.308 sasaran yang terdiri dari 3.207 peserta didik tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, serta 101 sasaran 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain itu, SPPG Jebres juga terus menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Surakarta dan Puskesmas Jebres untuk melakukan pengecekan lingkungan dan laboratorium secara berkala, baik terkait hasil produksi makanan, air, dan peralatan, serta paket makanan bergizi gratis yang akan didistribusikan kepada para penerima.

"Kami juga selalu melakukan pengecekan organoleptik (uji kelaikan produk menggunakan pancaindra). Jadi dari tampilan, warna, dan bau. Bahkan, ahli gizi kami selalu merasakan masakan yang kami masak. Sampel makanan tersebut juga bisa diuji," ucap Jhoni.


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengecek langsung kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jebres, Kota Surakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025. 

SPPG Jebres merupakan salah satu dari 84 SPPG di Jateng yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kita lakukan check and recheck, hari ini di wilayah Jebres. SPPG ini yang sudah mendapatkan SLHS," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan.

Ia mengatakan, akselerasi penerbitan SLHS terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah Kabupaten/Kota. Sebab, verifikasi SLHS yang dulu diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, saat ini sudah bisa diterbitkan oleh seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Terkait dengan hal tersebut, dinas kesehatan bisa melakukan verifikasi kelaikan lingkungan SPPG, meliputi inspeksi terhadap makanan untuk diuji di laboratorium dalam waktu 1-10 hari, serta melatih para karyawan atau personel SPPG tentang cara menyentuh dan mencicipi makanan, mengecek kandungan gizi, dan lainnya.

Verifikasi dilakukan untuk menjamin agar tidak ada lagi anak-anak yang mengalami keracunan makanan atau pun persoalan lainnya.

"Ini sudah kita sosialisasikan, dan ini kita masifkan di seluruh kabupaten/kota di wilayah kita," ucap Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan bahwa seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota sudah diinstruksikan untuk membuat Posko MBG. Posko ini berfungsi sebagai tempat pengaduan, pengecekan, dan tanggap darurat ketika terjadi permasalahan terkait program tersebut.

"Posko ini sebagai media informasi dan quick response (respons cepat) apabila terjadi apa-apa. Posko diadakan oleh dinas kesehatan, sudah seizin dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ini menjadi model untuk wilayah kita, 1x24 jam posko harus ada orangnya (petugas)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Jebres Kota Surakarta, Jhoni Prabowo, mengatakan, SPPG Jebres yang beroperasi sejak 13 Januari 2025 ini, sudah mengantongi SLHS sejak Maret 2025. Sampai saat ini, SPPG ini sudah melayani 3.308 sasaran yang terdiri dari 3.207 peserta didik tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, serta 101 sasaran 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain itu, SPPG Jebres juga terus menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Surakarta dan Puskesmas Jebres untuk melakukan pengecekan lingkungan dan laboratorium secara berkala, baik terkait hasil produksi makanan, air, dan peralatan, serta paket makanan bergizi gratis yang akan didistribusikan kepada para penerima.

"Kami juga selalu melakukan pengecekan organoleptik (uji kelaikan produk menggunakan pancaindra). Jadi dari tampilan, warna, dan bau. Bahkan, ahli gizi kami selalu merasakan masakan yang kami masak. Sampel makanan tersebut juga bisa diuji," ucap Jhoni.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu