Follow Us :              

Gubernur Pastikan Penanganan Banjir Semarang-Demak Terus Berjalan, Pembangunan Sodetan Dipercepat dan Pompa Air Ditambah

  30 October 2025  |   07:30:00  |   dibaca : 1206 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Pastikan Penanganan Banjir Semarang-Demak Terus Berjalan, Pembangunan Sodetan Dipercepat dan Pompa Air Ditambah

30 October 2025 | 07:30:00 | dibaca : 1206
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Upaya penanganan banjir di wilayah pantai utara Kota Semarang dan Kabupaten Demak terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait.

Guna memastikan berbagai upaya penanganan banjir dilakukan dengan baik, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama jajaran dinas terkait, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, serta tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, meninjau langsung Kolam Retensi Terboyo di Kota Semarang pada Kamis, 30 Oktober 2025.

“Ada dua titik banjir yang menjadi atensi kita, yaitu Kaligawe Semarang dan Sayung Demak,” ucap Gubernur di lokasi.

Untuk wilayah Sayung, pemerintah sudah membuat sodetan dari sungai Dompo dimulai dari daerah Pabrik Polytron. Sementara di Kaligawe, kapasitas pompa ditambah menjadi 38 unit untuk mempercepat penyurutan air. 

Puluhan pompa itu harus dioptimalkan untuk mengalirkan air dari Kaligawe menuju ke Kolam Retensi Terboyo.

“Kita pompa dari Kaligawe ke Terboyo. Kolam Retensi Terboyo itu menampung hampir 6,7 juta meter kubik air,” ujarnya.

Air yang ada di Kolam Terboyo, kemudian dialirkan ke Sungai Dompo dan Kali Babon, hingga bermuara ke laut. 

“Ini sudah kita simulasikan dan hari ini kita eksekusi. Supaya wilayah Kaligawe bisa segera surut,” ucap Gubernur.

Selain memperkuat sistem pompa dan sodetan, ia mengatakan bahwa Pemprov Jateng juga mengupayakan operasi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengendalikan curah hujan.

Tak hanya itu, proyek tanggul laut atau giant sea wall di wilayah Semarang-Demak juga terus berjalan. Tanggul ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

Berdasarkan data dari BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa di empat titik utama penanganan banjir Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru sebanyak 30.360 liter per detik.

Pompa air yang digunakan terdiri dari 7 unit pompa eksisting, 3 floating pump, dan 28 mobile pump yang beroperasi siang malam untuk menyalurkan air ke kolam retensi dan sungai.

Sebagai informasi, Kolam Retensi Terboyo merupakan titik krusial dalam sistem pengendalian banjir di wilayah timur Semarang. Dengan kapasitas hingga 6,7 juta meter kubik, kolam ini berfungsi untuk menampung limpasan air dari kawasan Kaligawe, sebelum dialirkan ke Sungai Dombo dan Babon.

Langkah ini juga disinergikan dengan pengerjaan Sodetan Terboyo sepanjang 137 meter dan lebar 4 meter, yang menyalurkan air dari Kaligawe menuju Kolam Retensi Universitas Islam Sultan Agung, lalu diteruskan ke Terboyo menggunakan pompa.  

Gubernur mengatakan, semua langkah teknis ini sudah disimulasikan bersama tim teknis Pekerjaan Umum dan BBWS agar penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita sudah eksekusi di lapangan, semua sudah jalan. Yang penting air cepat keluar, jalan lancar, dan warga aman,” pungkasnya


Bagikan :

SEMARANG – Upaya penanganan banjir di wilayah pantai utara Kota Semarang dan Kabupaten Demak terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait.

Guna memastikan berbagai upaya penanganan banjir dilakukan dengan baik, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama jajaran dinas terkait, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, serta tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, meninjau langsung Kolam Retensi Terboyo di Kota Semarang pada Kamis, 30 Oktober 2025.

“Ada dua titik banjir yang menjadi atensi kita, yaitu Kaligawe Semarang dan Sayung Demak,” ucap Gubernur di lokasi.

Untuk wilayah Sayung, pemerintah sudah membuat sodetan dari sungai Dompo dimulai dari daerah Pabrik Polytron. Sementara di Kaligawe, kapasitas pompa ditambah menjadi 38 unit untuk mempercepat penyurutan air. 

Puluhan pompa itu harus dioptimalkan untuk mengalirkan air dari Kaligawe menuju ke Kolam Retensi Terboyo.

“Kita pompa dari Kaligawe ke Terboyo. Kolam Retensi Terboyo itu menampung hampir 6,7 juta meter kubik air,” ujarnya.

Air yang ada di Kolam Terboyo, kemudian dialirkan ke Sungai Dompo dan Kali Babon, hingga bermuara ke laut. 

“Ini sudah kita simulasikan dan hari ini kita eksekusi. Supaya wilayah Kaligawe bisa segera surut,” ucap Gubernur.

Selain memperkuat sistem pompa dan sodetan, ia mengatakan bahwa Pemprov Jateng juga mengupayakan operasi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengendalikan curah hujan.

Tak hanya itu, proyek tanggul laut atau giant sea wall di wilayah Semarang-Demak juga terus berjalan. Tanggul ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

Berdasarkan data dari BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa di empat titik utama penanganan banjir Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru sebanyak 30.360 liter per detik.

Pompa air yang digunakan terdiri dari 7 unit pompa eksisting, 3 floating pump, dan 28 mobile pump yang beroperasi siang malam untuk menyalurkan air ke kolam retensi dan sungai.

Sebagai informasi, Kolam Retensi Terboyo merupakan titik krusial dalam sistem pengendalian banjir di wilayah timur Semarang. Dengan kapasitas hingga 6,7 juta meter kubik, kolam ini berfungsi untuk menampung limpasan air dari kawasan Kaligawe, sebelum dialirkan ke Sungai Dombo dan Babon.

Langkah ini juga disinergikan dengan pengerjaan Sodetan Terboyo sepanjang 137 meter dan lebar 4 meter, yang menyalurkan air dari Kaligawe menuju Kolam Retensi Universitas Islam Sultan Agung, lalu diteruskan ke Terboyo menggunakan pompa.  

Gubernur mengatakan, semua langkah teknis ini sudah disimulasikan bersama tim teknis Pekerjaan Umum dan BBWS agar penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita sudah eksekusi di lapangan, semua sudah jalan. Yang penting air cepat keluar, jalan lancar, dan warga aman,” pungkasnya


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu