Follow Us :              

34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng

  04 November 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 996 
Kategori :
Bagikan :

34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng

04 November 2025 | 09:00:00 | dibaca : 996
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng
34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng
34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng
34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng
34 Investor Siap Tanam Modal Rp5 Triliun, CJIBF Perkuat Daya Tarik Investasi Jateng

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuahkan hasil gemilang. Sebanyak 34 investor menyatakan siap menanamkan modal dengan total nilai investasi mencapai Rp5 triliun di berbagai sektor unggulan di Jawa Tengah.

“Hari ini kita melaksanakan CJIBF yang sudah kesekian kalinya. Hari ini juga dilakukan (penandatanganan) beberapa MoU (memorandum of understanding) (dengan investor) yang berminat investasi di Jawa Tengah,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat ditemui di Hotel Padma, Kota Semarang, Selasa 4 November 2025.

CJIBF merupakan agenda rutin yang digelar Pemprov Jateng bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. 

Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry”. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Jawa Tengah.

“Hari ini topiknya adalah bagaimana menciptakan ekonomi terbarukan dan produk-produk yang terintegrasi. CJIBF ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa kedutaan besar, seperti Duta Besar Pakistan dan Zimbabwe, para investor, dan kepala daerah. Lengkap,” jelasnya.

Ia menambahkan, investasi merupakan salah satu kekuatan dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemprov Jateng terus meningkatkan dan mengembangkan sektor tersebut.

Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp66,13 triliun, yang sebagian besar berasal dari penanaman modal asing (PMA).

Melalui gelaran CJIBF, Gubernur berharap semakin banyak investor tertarik menanamkan modal di Jawa Tengah, sehingga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menyampaikan, sudah ada 34 pelaku usaha yang akan melakukan pertemuan dengan bupati/wali kota untuk membahas proyek investasi di bidang hilirisasi pertanian, perikanan, energi terbarukan, pengolahan sampah, dan industri pariwisata.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra, menegaskan bahwa Pemprov Jateng dan Bank Indonesia selalu berkolaborasi untuk menarik investor datang ke daerahnya.

Secara umum, CJIBF dinilai sangat efektif dalam mendongkrak investasi di Jawa Tengah. Acara ini menjadi ajang bertemunya investor dengan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki berbagai proyek potensial. Forum ini juga menjadi puncak dari kegiatan Investment Challenge 2025.

Dalam Investment Challenge 2025, terdapat empat daerah pemenang proposal investasi terbaik:
• Juara Pertama, Kabupaten Grobogan dengan proposal Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Biomassa
• Juara kedua, Kabupaten Demak dengan Pengolahan Sampah Menjadi RDF (Refuse Derived Fuel)
• Juara ketiga, Kabupaten Brebes dengan Pergudangan dan Industri Pengolahan Garam, dan 
• Juara keempat, Kabupaten Pati (juara IV) dengan Pengolahan Sampah Menjadi RDF.

"Ini semua penting, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, yaitu ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Apalagi, Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan penumpu industri nasional. Sehingga, industri ” pungkas Rahmat.


Bagikan :

SEMARANG — Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuahkan hasil gemilang. Sebanyak 34 investor menyatakan siap menanamkan modal dengan total nilai investasi mencapai Rp5 triliun di berbagai sektor unggulan di Jawa Tengah.

“Hari ini kita melaksanakan CJIBF yang sudah kesekian kalinya. Hari ini juga dilakukan (penandatanganan) beberapa MoU (memorandum of understanding) (dengan investor) yang berminat investasi di Jawa Tengah,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat ditemui di Hotel Padma, Kota Semarang, Selasa 4 November 2025.

CJIBF merupakan agenda rutin yang digelar Pemprov Jateng bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. 

Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry”. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Jawa Tengah.

“Hari ini topiknya adalah bagaimana menciptakan ekonomi terbarukan dan produk-produk yang terintegrasi. CJIBF ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa kedutaan besar, seperti Duta Besar Pakistan dan Zimbabwe, para investor, dan kepala daerah. Lengkap,” jelasnya.

Ia menambahkan, investasi merupakan salah satu kekuatan dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemprov Jateng terus meningkatkan dan mengembangkan sektor tersebut.

Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp66,13 triliun, yang sebagian besar berasal dari penanaman modal asing (PMA).

Melalui gelaran CJIBF, Gubernur berharap semakin banyak investor tertarik menanamkan modal di Jawa Tengah, sehingga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menyampaikan, sudah ada 34 pelaku usaha yang akan melakukan pertemuan dengan bupati/wali kota untuk membahas proyek investasi di bidang hilirisasi pertanian, perikanan, energi terbarukan, pengolahan sampah, dan industri pariwisata.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra, menegaskan bahwa Pemprov Jateng dan Bank Indonesia selalu berkolaborasi untuk menarik investor datang ke daerahnya.

Secara umum, CJIBF dinilai sangat efektif dalam mendongkrak investasi di Jawa Tengah. Acara ini menjadi ajang bertemunya investor dengan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki berbagai proyek potensial. Forum ini juga menjadi puncak dari kegiatan Investment Challenge 2025.

Dalam Investment Challenge 2025, terdapat empat daerah pemenang proposal investasi terbaik:
• Juara Pertama, Kabupaten Grobogan dengan proposal Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Biomassa
• Juara kedua, Kabupaten Demak dengan Pengolahan Sampah Menjadi RDF (Refuse Derived Fuel)
• Juara ketiga, Kabupaten Brebes dengan Pergudangan dan Industri Pengolahan Garam, dan 
• Juara keempat, Kabupaten Pati (juara IV) dengan Pengolahan Sampah Menjadi RDF.

"Ini semua penting, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, yaitu ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Apalagi, Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan penumpu industri nasional. Sehingga, industri ” pungkas Rahmat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu