Follow Us :              

Kalender Event 2026 Diluncurkan, Jateng Dorong Aktivitas Perekonomian Lewat Pariwisata

  28 November 2025  |   18:00:00  |   dibaca : 2353 
Kategori :
Bagikan :


Kalender Event 2026 Diluncurkan, Jateng Dorong Aktivitas Perekonomian Lewat Pariwisata

28 November 2025 | 18:00:00 | dibaca : 2353
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjadwalkan daftar Calender of Event  (kalender kegiatan) 2026. Setidaknya sepanjang tahun 2026, akan digelar sebanyak 365 event di 35 kabupaten/kota provinsi ini.

"Event-event tersebut meliputi seni pertunjukan, musik, seni tari, seni drama, teater baik tradisional maupun modern. Kemudian festival, karnaval, tradisi, dan pariwisata olahraga (sport tourism), dan lainnya" kata Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Syurya Deta Syafri saat peluncuran Calender of Event 2026, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang pada Jumat, 28 November 2025 malam.

Ia menyampaikan, banyaknya agenda ini mencerminkan luasnya potensi budaya, kreativitas, serta tradisi masyarakat Jawa Tengah. Penyelenggaraan berragam event ini juga diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan,  bahwa peluncuran kalender event perlu diiringi dengan promosi yang lebih masif, agar diketahui masyarakat sejak awal. Ia menegaskan, berbagai event pariwisata tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

"Untuk meningkatkan konsumsi, tentu saja (perlu cara) bagaimana mendatangkan orang dari luar untuk masuk ke Jawa Tengah," ucapnya.

Melalui banyak event yang diselenggarakan tersebut, diharapkan banyak wisatawan yang datang dan membelanjakan uangnya di Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan itu, juga diberikan penghargaan kepada para penggerak event terbaik di Jawa Tengah. Untuk kategori 10 terbaik festival di Jawa Tengah, antar lain : Festival Payung Indonesia, Festival Gunung Slamet, Grebeg Sudiro, Solo Keroncong Festival, Festival Kota Lama Semarang, Festival Solo Menari, International Mask Festival, Dieng Culture Festival (DCF), dan Festival Mudik Wonosobo.

Kemudian untuk penghargaan kategori event kreativitas dan daya tarik terbaik diberikan kepada Festival Payung Indonesia. Selanjutnya kategori event paling memberdayakan masyarakat diraih oleh Dieng Culture Festival (DCF). Dan kategori event dengan promosi digital terbaik oleh Festival Payung Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan aplikasi Sabda Jateng, sebuah sistem analisis big data pariwisata Jawa Tengah. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai sumber data pariwisata, mulai dari statistik resmi, transaksi digital dan QRIS, hingga media sosial yang diperkaya dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Tujuannya untuk menghasilkan gambaran data strategis, yang cepat dan akurat dan mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjadwalkan daftar Calender of Event  (kalender kegiatan) 2026. Setidaknya sepanjang tahun 2026, akan digelar sebanyak 365 event di 35 kabupaten/kota provinsi ini.

"Event-event tersebut meliputi seni pertunjukan, musik, seni tari, seni drama, teater baik tradisional maupun modern. Kemudian festival, karnaval, tradisi, dan pariwisata olahraga (sport tourism), dan lainnya" kata Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Syurya Deta Syafri saat peluncuran Calender of Event 2026, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang pada Jumat, 28 November 2025 malam.

Ia menyampaikan, banyaknya agenda ini mencerminkan luasnya potensi budaya, kreativitas, serta tradisi masyarakat Jawa Tengah. Penyelenggaraan berragam event ini juga diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menambahkan,  bahwa peluncuran kalender event perlu diiringi dengan promosi yang lebih masif, agar diketahui masyarakat sejak awal. Ia menegaskan, berbagai event pariwisata tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

"Untuk meningkatkan konsumsi, tentu saja (perlu cara) bagaimana mendatangkan orang dari luar untuk masuk ke Jawa Tengah," ucapnya.

Melalui banyak event yang diselenggarakan tersebut, diharapkan banyak wisatawan yang datang dan membelanjakan uangnya di Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan itu, juga diberikan penghargaan kepada para penggerak event terbaik di Jawa Tengah. Untuk kategori 10 terbaik festival di Jawa Tengah, antar lain : Festival Payung Indonesia, Festival Gunung Slamet, Grebeg Sudiro, Solo Keroncong Festival, Festival Kota Lama Semarang, Festival Solo Menari, International Mask Festival, Dieng Culture Festival (DCF), dan Festival Mudik Wonosobo.

Kemudian untuk penghargaan kategori event kreativitas dan daya tarik terbaik diberikan kepada Festival Payung Indonesia. Selanjutnya kategori event paling memberdayakan masyarakat diraih oleh Dieng Culture Festival (DCF). Dan kategori event dengan promosi digital terbaik oleh Festival Payung Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan aplikasi Sabda Jateng, sebuah sistem analisis big data pariwisata Jawa Tengah. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai sumber data pariwisata, mulai dari statistik resmi, transaksi digital dan QRIS, hingga media sosial yang diperkaya dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Tujuannya untuk menghasilkan gambaran data strategis, yang cepat dan akurat dan mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu