Follow Us :              

Wagub Dorong Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa Sejak Awal 2026

  03 December 2025  |   08:30:00  |   dibaca : 507 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Dorong Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa Sejak Awal 2026

03 December 2025 | 08:30:00 | dibaca : 507
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Tengah, Taj Yasin meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa sejak awal 2026. 

 Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa dan Business Matching Tahun 2025, di Hotel Patra Semarang, pada Rabu, 3 Desember 2025. 

Wagub menyampaikan, saat ini Rancangan APBD Jawa Tengah tahun 2026 sudah dilakukan pengesahan bersama DPRD setempat. 

 “Oleh karena itu, saya minta dinas, biro, BUMD, dan rumah sakit mempersiapkan percepatan di tahun 2026," ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa tahapan pengadaan sudah dapat mulai dikerjakan pada Januari 2026, Dengan percepatan tersebut, pekerjaan dapat segera dilaksanakan sejak awal tahun.

Wagub juga mendorong pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk ikut melakukan percepatan penyerapan APBD. Menurutnya, percepatan ini akan berdampak positif pada penilaian kinerja daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengutamakan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan. Pemanfaatan TKDN dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Sekretaris Utama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Iwan Herniwan mengapresiasi terselenggaranya rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur pengadaan barang dan jasa.

"Kami memberikan apresiasi terhadap komitmen Jawa Tengah, termasuk kabupaten dan kota, dalam melaksanakan percepatan pengadaan barang dan jasa di tahun 2026," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula penghargaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) kepada 13 kabupaten/kota, yaitu: Boyolali, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Rembang, Wonogiri, Wonosobo, Kota Semarang, dan Kota Tegal.

Selain itu, Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Award juga diberikan untuk tiga rumah sakit terbaik:
1.    RSJD Dr. RM Soedjarwadi (terbaik pertama)
2.    RSJD Dr. Arif Zainuddin (terbaik kedua)
3.    RSUD Dr. Adhyatma MPH (terbaik ketiga)

Untuk kategori biro pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, penghargaan diberikan kepada:
1.    Biro Administrasi Pengadaan Barang/Jasa (terbaik pertama)
2.    Biro Hukum (terbaik kedua)
3.    Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (terbaik ketiga)

Adapun kategori badan/dinas, penghargaan diraih oleh:
1.    Inspektorat Provinsi Jawa Tengah (terbaik pertama)
2.    Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (terbaik kedua)
3.    Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (terbaik ketiga)


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Tengah, Taj Yasin meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa sejak awal 2026. 

 Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa dan Business Matching Tahun 2025, di Hotel Patra Semarang, pada Rabu, 3 Desember 2025. 

Wagub menyampaikan, saat ini Rancangan APBD Jawa Tengah tahun 2026 sudah dilakukan pengesahan bersama DPRD setempat. 

 “Oleh karena itu, saya minta dinas, biro, BUMD, dan rumah sakit mempersiapkan percepatan di tahun 2026," ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa tahapan pengadaan sudah dapat mulai dikerjakan pada Januari 2026, Dengan percepatan tersebut, pekerjaan dapat segera dilaksanakan sejak awal tahun.

Wagub juga mendorong pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk ikut melakukan percepatan penyerapan APBD. Menurutnya, percepatan ini akan berdampak positif pada penilaian kinerja daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengutamakan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengadaan. Pemanfaatan TKDN dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Sekretaris Utama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Iwan Herniwan mengapresiasi terselenggaranya rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur pengadaan barang dan jasa.

"Kami memberikan apresiasi terhadap komitmen Jawa Tengah, termasuk kabupaten dan kota, dalam melaksanakan percepatan pengadaan barang dan jasa di tahun 2026," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula penghargaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) kepada 13 kabupaten/kota, yaitu: Boyolali, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Rembang, Wonogiri, Wonosobo, Kota Semarang, dan Kota Tegal.

Selain itu, Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Award juga diberikan untuk tiga rumah sakit terbaik:
1.    RSJD Dr. RM Soedjarwadi (terbaik pertama)
2.    RSJD Dr. Arif Zainuddin (terbaik kedua)
3.    RSUD Dr. Adhyatma MPH (terbaik ketiga)

Untuk kategori biro pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, penghargaan diberikan kepada:
1.    Biro Administrasi Pengadaan Barang/Jasa (terbaik pertama)
2.    Biro Hukum (terbaik kedua)
3.    Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (terbaik ketiga)

Adapun kategori badan/dinas, penghargaan diraih oleh:
1.    Inspektorat Provinsi Jawa Tengah (terbaik pertama)
2.    Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (terbaik kedua)
3.    Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (terbaik ketiga)


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu