Follow Us :              

Tanggapi Keresahan Mahasiswa Asal Jateng, Gubernur Tegaskan Larangan Penambangan Gunung Slamet

  06 December 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 546 
Kategori :
Bagikan :


Tanggapi Keresahan Mahasiswa Asal Jateng, Gubernur Tegaskan Larangan Penambangan Gunung Slamet

06 December 2025 | 09:00:00 | dibaca : 546
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

JAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H, S.St, M.K.  menegaskan bahwa kawasan Gunung Slamet tidak boleh dijadikan lokasi aktivitas penambangan, mengingat kawasan tersebut telah berproses untuk menjadi taman nasional.

"Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Maka tidak boleh ada penambangan," kata Gubernur saat menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa dalam acara Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu, 6 Desember 2025.

Gubernur menilai pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa Universitas Indonesia asal Pemalang,  Dikri Mulia, merupakan masukan  berharga untuk memperkuat langkah pencegahan bencana. Ia menambahkan bahwa kepala daerah yang memiliki wilayah di sekitar lereng kawasan Gunung Slamet telah diinstruksikan untuk memperketat mitigasi, guna mencegah kerusakan lingkungan dan potensi bencana alam.

Gubernur menyampaikan, bahwa jauh sebelumnya ia telah memberikan peringatan kepada seluruh daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor dan banjir. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, baik di kawasan pegunungan, dataran tinggi, maupun wilayah pesisir.

Dalam dialog tersebut, Dikri menyampaikan keresahannya terkait kabar adanya penambangan pasir di kawasan Gunung Slamet. Ia menyoroti besarnya ancaman bencana apabila kerusakan lingkungan dibiarkan, terlebih beberapa waktu terakhir sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatra, tengah berduka akibat banjir bandang yang menelan ratusan korban jiwa.

"Sejauh mana Gubernur mengetahui mengani hal  ini, langkah apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur, lalu langkah apa yang akan dilakukan agar bencana-bencana jangan sampai terjadi," ujar Dikri dalam dialog tersebut.


Bagikan :

JAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H, S.St, M.K.  menegaskan bahwa kawasan Gunung Slamet tidak boleh dijadikan lokasi aktivitas penambangan, mengingat kawasan tersebut telah berproses untuk menjadi taman nasional.

"Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Maka tidak boleh ada penambangan," kata Gubernur saat menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa dalam acara Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu, 6 Desember 2025.

Gubernur menilai pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa Universitas Indonesia asal Pemalang,  Dikri Mulia, merupakan masukan  berharga untuk memperkuat langkah pencegahan bencana. Ia menambahkan bahwa kepala daerah yang memiliki wilayah di sekitar lereng kawasan Gunung Slamet telah diinstruksikan untuk memperketat mitigasi, guna mencegah kerusakan lingkungan dan potensi bencana alam.

Gubernur menyampaikan, bahwa jauh sebelumnya ia telah memberikan peringatan kepada seluruh daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor dan banjir. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, baik di kawasan pegunungan, dataran tinggi, maupun wilayah pesisir.

Dalam dialog tersebut, Dikri menyampaikan keresahannya terkait kabar adanya penambangan pasir di kawasan Gunung Slamet. Ia menyoroti besarnya ancaman bencana apabila kerusakan lingkungan dibiarkan, terlebih beberapa waktu terakhir sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatra, tengah berduka akibat banjir bandang yang menelan ratusan korban jiwa.

"Sejauh mana Gubernur mengetahui mengani hal  ini, langkah apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur, lalu langkah apa yang akan dilakukan agar bencana-bencana jangan sampai terjadi," ujar Dikri dalam dialog tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu