Follow Us :              

Usulan Pembangunan Hybrid Sea Wall Demak Diterima Badan Otorita Pantura Jawa

  09 December 2025  |   08:30:00  |   dibaca : 286 
Kategori :
Bagikan :


Usulan Pembangunan Hybrid Sea Wall Demak Diterima Badan Otorita Pantura Jawa

09 December 2025 | 08:30:00 | dibaca : 286
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, usulan pembangunan tanggul laut dengan skema hybrid sea wall di pesisir Kabupaten Demak sudah diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa.

"Untukhybrid sea wall nanti dari Kabupaten Demak sampai ke Jepara," ucapnya dalam Rapat Bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng pada Selasa, 9 Desember 2025.

Sebagai informasi, hybrid sea wall merupakan tanggul laut yang didesain dengan kombinasi beton ringan berbentuk kelontong/tabung, yang digunakan untuk menahan ombak. Konsepnya, konstruksi beton ditata tiga tumpuk ke atas, diisi dengan material hasil pengerukan sedimentasi, dan dijadikan media tanam mangrove. Upaya ini bertujuan untuk membentuk ekosistem mangrove baru di kawasan pesisir.

Terkait dengan kesiapan teknis pembangunannya, Pemerintah Provinsi Jateng melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Sebab, Badan Otorita Pantura Jawa juga akan membentuk tim-tim di lapangan yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. 

Wakil Ketua II Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Suhajar Diantoro, mengatakan, pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut Pantura Jawa di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang (perairan di Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan sebagian Kabupaten Demak).

"Itu prioritas pertama. Kalau kita cermati, ternyata di beberapa tempat lain, termasuk misalnya sebagian (Kabupaten) Batang, Tegal, dan Pekalongan itu juga sudah luar biasa (dampak robnya)" katanya.

Ia mengatakan, pembangunan tanggul laut secara keseluruhan di Pantura Jawa membutuhkan waktu 20-30 tahun. Sementara itu, percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang diperkirakan membutuhkan waktu 8 tahun.

Pihaknya menginginkan adanya keberagaman metode yang digunakan dalam pembangunan giant sea wall. Sebagian dibangun menggunakan beton, sedangkan sebagian lainnya ekosistem hutan mangrovenya semakin diperkuat.

"Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai," ucapnya.

Suhajar menyampaikan, saat ini Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa bersama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi (penyelidikan tanah) di Teluk Semarang dan Jakarta. Hingga kini, survei yang dilakukan di Teluk Semarang progresnya sudah mencapai 70% lebih.

Setelah survei selesai, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan konsultan yang rencananya dimulai pada Januari 2026. Pekerjaan konsultan diperkirakan akan berlangsung sekitar 6 bulan untuk mendesain sekaligus memperhitungkan dampak sosialnya.

Ia memperkirakan, dokumen akan lengkap pada Juli 2026. Selanjutnya akan dilakukan rapat dengan Presiden dan menteri. Apabila disetujui, maka peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan tanggul laut dapat dilakukan pada September 2026.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, usulan pembangunan tanggul laut dengan skema hybrid sea wall di pesisir Kabupaten Demak sudah diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa.

"Untukhybrid sea wall nanti dari Kabupaten Demak sampai ke Jepara," ucapnya dalam Rapat Bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng pada Selasa, 9 Desember 2025.

Sebagai informasi, hybrid sea wall merupakan tanggul laut yang didesain dengan kombinasi beton ringan berbentuk kelontong/tabung, yang digunakan untuk menahan ombak. Konsepnya, konstruksi beton ditata tiga tumpuk ke atas, diisi dengan material hasil pengerukan sedimentasi, dan dijadikan media tanam mangrove. Upaya ini bertujuan untuk membentuk ekosistem mangrove baru di kawasan pesisir.

Terkait dengan kesiapan teknis pembangunannya, Pemerintah Provinsi Jateng melibatkan pemerintah kabupaten/kota. Sebab, Badan Otorita Pantura Jawa juga akan membentuk tim-tim di lapangan yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. 

Wakil Ketua II Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Suhajar Diantoro, mengatakan, pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut Pantura Jawa di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang (perairan di Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan sebagian Kabupaten Demak).

"Itu prioritas pertama. Kalau kita cermati, ternyata di beberapa tempat lain, termasuk misalnya sebagian (Kabupaten) Batang, Tegal, dan Pekalongan itu juga sudah luar biasa (dampak robnya)" katanya.

Ia mengatakan, pembangunan tanggul laut secara keseluruhan di Pantura Jawa membutuhkan waktu 20-30 tahun. Sementara itu, percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang diperkirakan membutuhkan waktu 8 tahun.

Pihaknya menginginkan adanya keberagaman metode yang digunakan dalam pembangunan giant sea wall. Sebagian dibangun menggunakan beton, sedangkan sebagian lainnya ekosistem hutan mangrovenya semakin diperkuat.

"Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai," ucapnya.

Suhajar menyampaikan, saat ini Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa bersama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi (penyelidikan tanah) di Teluk Semarang dan Jakarta. Hingga kini, survei yang dilakukan di Teluk Semarang progresnya sudah mencapai 70% lebih.

Setelah survei selesai, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan konsultan yang rencananya dimulai pada Januari 2026. Pekerjaan konsultan diperkirakan akan berlangsung sekitar 6 bulan untuk mendesain sekaligus memperhitungkan dampak sosialnya.

Ia memperkirakan, dokumen akan lengkap pada Juli 2026. Selanjutnya akan dilakukan rapat dengan Presiden dan menteri. Apabila disetujui, maka peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan tanggul laut dapat dilakukan pada September 2026.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu