Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
KUDUS - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bertemu dengan warga terdampak banjir yang ada di Pengungsian Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus pada Selasa, 13 Januari 2026 malam.
Dalam kunjungan itu, ia berbincang dengan warga untuk mendengar keluh kesah serta menghibur mereka. Tak ayal, senyum terlihat dari wajah para pengungsi. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan upaya untuk memastikan warga dalam kondisi aman.
Bersama Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus, Wagub mengunjungi dapur umum yang berada di Gedung MI Hidayatus Shibyan. Posko pengungsian yang ditempati sebanyak 105 jiwa ini pun dilengkapi dengan layanan kesehatan dan fasilitas MCK.
Selain memastikan konsumsi masyarakat tercukupi, ia juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan keuangan secara simbolis kepada Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris; Pemerintah Desa Temulus; dan warga terdampak banjir.
Wagub menyalurkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp188 juta, yang terdiri dari makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, dan selimut. Tak hanya itu, ada pula bantuan dari BPBD, PMI, dan Baznas Jateng.
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait data spot-spot yang memerlukan pompa untuk mengatasi banjir di Kudus.
Namun, penyedotan air menggunakan pompa hingga kini masih mengalami kendala akibat melimpahnya air di sungai-sungai terdekat.
“Kami juga berkoordinasi dengan BBWS Pamali Juana, untuk menyiapkan langkah jangka pendek maupun menengah, dalam penanganan banjir di Kabupaten Kudus,” ucap Wagub.
Selain pompa air, rekayasa cuaca dalam penanganan banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara juga sempat dibahas. Mengingat selama beberapa hari terakhir, intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
“Jadi hasil koordinasi dengan BBWS, memang perlu ada rekayasa cuaca," katanya.
Kepala Dusun Karangmalang, Desa Mejobo, Sumijan, mengatakan, warga yang berada di pengungsian sudah memperoleh fasilitas memadai, seperti dapur umum dan layanan kesehatan.
"Kalau untuk fasilitas kesehatan alhamdulillah terpenuhi, dan semoga semua sehat sampai banjir berakhir," ujarnya.
Sebagai informasi, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kudus sejak 9 Januari 2026, mengakibatkan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen meluap. Hal ini diperparah dengan jebolnya tanggul.
Pemerintah sudah melakukan penambalan tanggul di Desa Golantepus. Tak hanya itu, dinas terkait bersama warga dan relawan juga melakukan penutupan darurat tanggul yang jebol menggunakan sandbag (karung pasir) dan cerucuk bambu untuk menahan laju air.
Upaya pembersihan sumbatan sampah dan eceng gondok di bawah jembatan-jembatan desa juga dilakukan, terutama di Sungai Piji, Desa Kesambi, yang menjadi penyebab air meluap ke jalan.
KUDUS - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bertemu dengan warga terdampak banjir yang ada di Pengungsian Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus pada Selasa, 13 Januari 2026 malam.
Dalam kunjungan itu, ia berbincang dengan warga untuk mendengar keluh kesah serta menghibur mereka. Tak ayal, senyum terlihat dari wajah para pengungsi. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan upaya untuk memastikan warga dalam kondisi aman.
Bersama Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus, Wagub mengunjungi dapur umum yang berada di Gedung MI Hidayatus Shibyan. Posko pengungsian yang ditempati sebanyak 105 jiwa ini pun dilengkapi dengan layanan kesehatan dan fasilitas MCK.
Selain memastikan konsumsi masyarakat tercukupi, ia juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan keuangan secara simbolis kepada Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris; Pemerintah Desa Temulus; dan warga terdampak banjir.
Wagub menyalurkan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp188 juta, yang terdiri dari makanan siap saji, lauk pauk siap saji, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, dan selimut. Tak hanya itu, ada pula bantuan dari BPBD, PMI, dan Baznas Jateng.
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait data spot-spot yang memerlukan pompa untuk mengatasi banjir di Kudus.
Namun, penyedotan air menggunakan pompa hingga kini masih mengalami kendala akibat melimpahnya air di sungai-sungai terdekat.
“Kami juga berkoordinasi dengan BBWS Pamali Juana, untuk menyiapkan langkah jangka pendek maupun menengah, dalam penanganan banjir di Kabupaten Kudus,” ucap Wagub.
Selain pompa air, rekayasa cuaca dalam penanganan banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara juga sempat dibahas. Mengingat selama beberapa hari terakhir, intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
“Jadi hasil koordinasi dengan BBWS, memang perlu ada rekayasa cuaca," katanya.
Kepala Dusun Karangmalang, Desa Mejobo, Sumijan, mengatakan, warga yang berada di pengungsian sudah memperoleh fasilitas memadai, seperti dapur umum dan layanan kesehatan.
"Kalau untuk fasilitas kesehatan alhamdulillah terpenuhi, dan semoga semua sehat sampai banjir berakhir," ujarnya.
Sebagai informasi, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kudus sejak 9 Januari 2026, mengakibatkan Sungai Dawe, Sungai Piji, dan Sungai Mrisen meluap. Hal ini diperparah dengan jebolnya tanggul.
Pemerintah sudah melakukan penambalan tanggul di Desa Golantepus. Tak hanya itu, dinas terkait bersama warga dan relawan juga melakukan penutupan darurat tanggul yang jebol menggunakan sandbag (karung pasir) dan cerucuk bambu untuk menahan laju air.
Upaya pembersihan sumbatan sampah dan eceng gondok di bawah jembatan-jembatan desa juga dilakukan, terutama di Sungai Piji, Desa Kesambi, yang menjadi penyebab air meluap ke jalan.
Berita Terbaru