Follow Us :              

Terinspirasi Kisah Guru Muchtar, Sekda Susuri Jejak Menuju Sekolah Terluar di Cilacap

  22 January 2026  |   06:00:00  |   dibaca : 164 
Kategori :
Bagikan :


Terinspirasi Kisah Guru Muchtar, Sekda Susuri Jejak Menuju Sekolah Terluar di Cilacap

22 January 2026 | 06:00:00 | dibaca : 164
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

CILACAP – Kisah keteladanan bisa datang dari siapa saja dan dari mana saja. Salah satunya dari seorang pria bernama Muchtar, guru mata pelajaran agama yang mengajar di SMA Negeri 1 Kampung Laut, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. 

Sejak tahun 2008, setiap hari ia menempuh perjalanan selama tiga jam melalui jalur darat dan laut menuju tempatnya mengajar di SMA Negeri 1 Kampung Laut. Ia harus berangkat pukul 04.00 WIB dari rumahnya di Purbalingga, menuju ke sekolah yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Nusakambangan.

Kisah kesungguhan dan keteladanan Guru Muchtar ini, menginspirasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. 

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Sekda ikut menyusuri jejak yang dilintasi oleh Guru Muchtar setiap harinya untuk pergi ke SMA Negeri 1 Kampung Laut. 

Berangkat dari Dermaga Sleko di dekat pusat Kota Cilacap, pukul 06.00 WIB, Sekda menggunakan perahu compreng dengan menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam. 

Sebagai informasi, Dermaga Sleko merupakan bagian dari Pelabuhan Tanjung Intan yang menjadi penghubung gugusan pulau-pulau kecil di Laguna Segara Anakan, termasuk Kecamatan Kampung Laut. 

Dalam perjalanan itu, Sekda juga sempat mencoba untuk mengemudikan perahu yang ia tumpangi. Setibanya di Dermaga Klaces pukul 08.30 WIB, ia segera melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 15 menit. 

Setibanya di SMAN 1 Kampung Laut, Sekda bertemu dengan para siswa dan guru. Ia berpesan agar para siswa selalu bersemangat dalam menuntut ilmu. 

"Saya bertemu Pak Muchtar ini di TVRI, saat dia menjadi tokoh inspirator pada peringatan Hari Korpri," ucapnya saat memberikan sambutan.

Ia menilai, peradaban dunia berkembang dari pendidikan. Semakin tinggi pendidikan, maka peradaban juga semakin tinggi. 

"Pendidikan itu menjadi kunci yang sangat penting, kalau kita ingin menjadi negara yang maju," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Sekda memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang perjuangannya sangat luar biasa untuk mengajar di sekolah tersebut. 

Meskipun berada jauh dari pusat kota, perkembangan fasilitas pendidikan sudah memadai. Para guru juga mendapatkan fasilitas transportasi berupa perahu yang digunakan untuk menyeberang dari Dermaga Sleko menuju Dermaga Klaces dan sebaliknya.  

Sekda mengatakan, sarana dan prasarana sekolah juga sudah terpenuhi. Justru yang menjadi tantangan adalah upaya memotivasi siswa untuk konsisten datang ke sekolah. Hal itu diakuinya masih menjadi pekerjaan rumah, lantaran budaya masyarakat setempat yang mengutamakan mata pencaharian.

 "Ini butuh perhatian kita semua, agar anak-anak tetap rajin sekolah. Kami sangat berharap tidak ada anak putus sekolah di Kampung Laut," tandasnya. 

Kepala Sekolah SMAN 1 Kampung Laut, Muhammad Lutfi Khamdan, menyambut gembira kehadiran Sekda Jateng. Saat ini, sekolahnya memiliki 230 peserta didik. Meskipun berada di wilayah terluar Kabupaten Cilacap, prestasi anak-anak tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Beberapa waktu lalu, dua peserta didik berhasil menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional, mewakili Kabupaten Cilacap untuk mata pelajaran astronomi dan kimia. 

Pada kesempatan itu, Sekda juga menyerahkan bantuan renovasi masjid SMA Negeri 1 Kampung Laut Tahap II senilai Rp25 juta, bantuan pengurukan akibat rob sebesar Rp50 juta, serta bantuan tas sekolah bagi sejumlah siswa.


Bagikan :

CILACAP – Kisah keteladanan bisa datang dari siapa saja dan dari mana saja. Salah satunya dari seorang pria bernama Muchtar, guru mata pelajaran agama yang mengajar di SMA Negeri 1 Kampung Laut, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. 

Sejak tahun 2008, setiap hari ia menempuh perjalanan selama tiga jam melalui jalur darat dan laut menuju tempatnya mengajar di SMA Negeri 1 Kampung Laut. Ia harus berangkat pukul 04.00 WIB dari rumahnya di Purbalingga, menuju ke sekolah yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Nusakambangan.

Kisah kesungguhan dan keteladanan Guru Muchtar ini, menginspirasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. 

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Sekda ikut menyusuri jejak yang dilintasi oleh Guru Muchtar setiap harinya untuk pergi ke SMA Negeri 1 Kampung Laut. 

Berangkat dari Dermaga Sleko di dekat pusat Kota Cilacap, pukul 06.00 WIB, Sekda menggunakan perahu compreng dengan menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam. 

Sebagai informasi, Dermaga Sleko merupakan bagian dari Pelabuhan Tanjung Intan yang menjadi penghubung gugusan pulau-pulau kecil di Laguna Segara Anakan, termasuk Kecamatan Kampung Laut. 

Dalam perjalanan itu, Sekda juga sempat mencoba untuk mengemudikan perahu yang ia tumpangi. Setibanya di Dermaga Klaces pukul 08.30 WIB, ia segera melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 15 menit. 

Setibanya di SMAN 1 Kampung Laut, Sekda bertemu dengan para siswa dan guru. Ia berpesan agar para siswa selalu bersemangat dalam menuntut ilmu. 

"Saya bertemu Pak Muchtar ini di TVRI, saat dia menjadi tokoh inspirator pada peringatan Hari Korpri," ucapnya saat memberikan sambutan.

Ia menilai, peradaban dunia berkembang dari pendidikan. Semakin tinggi pendidikan, maka peradaban juga semakin tinggi. 

"Pendidikan itu menjadi kunci yang sangat penting, kalau kita ingin menjadi negara yang maju," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Sekda memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang perjuangannya sangat luar biasa untuk mengajar di sekolah tersebut. 

Meskipun berada jauh dari pusat kota, perkembangan fasilitas pendidikan sudah memadai. Para guru juga mendapatkan fasilitas transportasi berupa perahu yang digunakan untuk menyeberang dari Dermaga Sleko menuju Dermaga Klaces dan sebaliknya.  

Sekda mengatakan, sarana dan prasarana sekolah juga sudah terpenuhi. Justru yang menjadi tantangan adalah upaya memotivasi siswa untuk konsisten datang ke sekolah. Hal itu diakuinya masih menjadi pekerjaan rumah, lantaran budaya masyarakat setempat yang mengutamakan mata pencaharian.

 "Ini butuh perhatian kita semua, agar anak-anak tetap rajin sekolah. Kami sangat berharap tidak ada anak putus sekolah di Kampung Laut," tandasnya. 

Kepala Sekolah SMAN 1 Kampung Laut, Muhammad Lutfi Khamdan, menyambut gembira kehadiran Sekda Jateng. Saat ini, sekolahnya memiliki 230 peserta didik. Meskipun berada di wilayah terluar Kabupaten Cilacap, prestasi anak-anak tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Beberapa waktu lalu, dua peserta didik berhasil menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional, mewakili Kabupaten Cilacap untuk mata pelajaran astronomi dan kimia. 

Pada kesempatan itu, Sekda juga menyerahkan bantuan renovasi masjid SMA Negeri 1 Kampung Laut Tahap II senilai Rp25 juta, bantuan pengurukan akibat rob sebesar Rp50 juta, serta bantuan tas sekolah bagi sejumlah siswa.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu