Follow Us :              

Kawal Penanganan Banjir di Pekalongan, Pemprov Jateng Pastikan Kelayakan Fasilitas bagi Pengungsi

  29 January 2026  |   12:00:00  |   dibaca : 193 
Kategori :
Bagikan :


Kawal Penanganan Banjir di Pekalongan, Pemprov Jateng Pastikan Kelayakan Fasilitas bagi Pengungsi

29 January 2026 | 12:00:00 | dibaca : 193
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal penanganan bencana di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya dilakukan dengan memastikan kelayakan fasilitas dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di posko pengungsian, termasuk fasilitas sanitasi. 

"Di Pekalongan sudah saya instruksikan, dan alhamdulillah terus ada WC Portable," ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai mengikuti rangkaian acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang pada Kamis, 29 Januari 2026.

Wagub meminta warga terdampak terus melaporkan kebutuhan mereka kepada para petugas di lapangan agar bisa segera terpenuhi. 

"Kalau ada informasi lagi tolong saya diberi tahu saja segera kita tindaklanjuti. Saya butuh masukan-masukan dari masyarakat, termasuk nanti titiknya di mana, selain kami juga mengecek satu persatu, kami juga butuh informasi itu," tegasnya. 

Ia memastikan, Pemprov Jateng terus bersiaga hingga situasi kondusif dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, mengatakan, pihaknya telah membuka titik baru pengungsian di Internasional Batik Centre (IBC) yang memiliki beberapa fasilitas kamar mandi. 

Namun, sebagian warga memilih bertahan di lokasi yang dekat dengan rumah, sehingga hal ini menyebabkan kepadatan terjadi di beberapa titik pengungsian. Selain itu, upaya penataan lokasi pengungsian pun terus dilakukan bersama pihak kecamatan dan desa. 

"Ini kemarin saya sudah minta ke Pak Camat, Pak Kades, titik pengungsi yang berjubel itu, ada yang mau digeser, sehingga fasilitas yang ada di situ bisa tercukupi semua, tidak berjubel," pungkasnya. 

Sebagai informasi, banjir yang berdampak pada 60.164 jiwa atau 19.190 KK di Kabupaten Pekalongan ini merendam 31 desa di 8 kecamatan. 

Hingga Senin (27/01/2026) malam, sebanyak 1.704 warga masih berada di pengungsian. Tercatat, ada sebanyak 11.582 rumah dan 60 fasilitas umum yang terdampak bencana.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal penanganan bencana di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya dilakukan dengan memastikan kelayakan fasilitas dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di posko pengungsian, termasuk fasilitas sanitasi. 

"Di Pekalongan sudah saya instruksikan, dan alhamdulillah terus ada WC Portable," ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai mengikuti rangkaian acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang pada Kamis, 29 Januari 2026.

Wagub meminta warga terdampak terus melaporkan kebutuhan mereka kepada para petugas di lapangan agar bisa segera terpenuhi. 

"Kalau ada informasi lagi tolong saya diberi tahu saja segera kita tindaklanjuti. Saya butuh masukan-masukan dari masyarakat, termasuk nanti titiknya di mana, selain kami juga mengecek satu persatu, kami juga butuh informasi itu," tegasnya. 

Ia memastikan, Pemprov Jateng terus bersiaga hingga situasi kondusif dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, mengatakan, pihaknya telah membuka titik baru pengungsian di Internasional Batik Centre (IBC) yang memiliki beberapa fasilitas kamar mandi. 

Namun, sebagian warga memilih bertahan di lokasi yang dekat dengan rumah, sehingga hal ini menyebabkan kepadatan terjadi di beberapa titik pengungsian. Selain itu, upaya penataan lokasi pengungsian pun terus dilakukan bersama pihak kecamatan dan desa. 

"Ini kemarin saya sudah minta ke Pak Camat, Pak Kades, titik pengungsi yang berjubel itu, ada yang mau digeser, sehingga fasilitas yang ada di situ bisa tercukupi semua, tidak berjubel," pungkasnya. 

Sebagai informasi, banjir yang berdampak pada 60.164 jiwa atau 19.190 KK di Kabupaten Pekalongan ini merendam 31 desa di 8 kecamatan. 

Hingga Senin (27/01/2026) malam, sebanyak 1.704 warga masih berada di pengungsian. Tercatat, ada sebanyak 11.582 rumah dan 60 fasilitas umum yang terdampak bencana.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu