Follow Us :              

Pulihkan Trauma Warga Terdampak Bencana, Pemprov Jateng Hadirkan Layanan Psikososial dan Trauma Healing

  30 January 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 230 
Kategori :
Bagikan :


Pulihkan Trauma Warga Terdampak Bencana, Pemprov Jateng Hadirkan Layanan Psikososial dan Trauma Healing

30 January 2026 | 09:00:00 | dibaca : 230
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

PEMALANG - Tidak hanya menyalurkan bantuan dan memperbaiki infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berupaya memulihkan trauma para warga terdampak bencana di wilayahnya. Hal itu dilakukan dengan menyediakan layanan pemulihan trauma atau trauma healing dan psikososial untuk menghilangkan ketakutan, kecemasan, dan kesedihan.

Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari para petugas.

Keceriaan anak-anak terlihat saat mereka bermain dan menonton film animasi bersama. Tak berselang lama, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ikut bergabung. Bahkan, senyum dan tawa anak-anak semakin membuncah saat Gubernur berbincang dan bercanda bersama mereka.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng, Ema Rachmawati, mengatakan, ada beberapa kasus anak-anak yang terpisah dari orang tuanya selama sekian jam di Pemalang. Dengan adanya kejadian itu, ada trauma-trauma yang dialami.

"Kita lakukan trauma healing. Biasanya kalau anak-anak dengan bermain, melukis, menyanyi-nyanyi. Lalu ada konselingnya juga," ucapnya di lokasi pengungsian saat mendampingi Gubernur.

Konseling dan trauma healing itu diberikan oleh DP3AP2KB melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Pelayanan diberikan dengan melibatkan psikolog, lembaga pelayanan sosial, dan balai karantina sosial.

Selain untuk anak-anak, layanan trauma healing juga diberikan kepada ibu-ibu di pengungsian. Sebab, tinggal dengan waktu lama di pengungsian menimbulkan rasa bosan, karena tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Bahkan, apabila pulang ke rumah masih ada ketakutan dan kecemasan.

"Kalau ibu-ibu, biasanya main-main sebentar, terus ngobrol supaya bisa menguraikan persoalan yang dialami. Harus diidentifikasi lagi untuk kebutuhan dia ke depan atau jangka panjang. Kadang juga diarahkan ikut membantu memasak di dapur," ucap Ka DP3AP2KB.

Ia menceritakan, ada seorang warga di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari yang kehilangan keluarganya. Sebab, suaminya terseret arus dan ditemukan meninggal dunia.

Ka DP3AP2KB menyampaikan, khusus untuk korban yang kehilangan anggota keluarga akan diberikan layanan konseling khusus di luar konseling atau trauma healing yang dilakukan bersama. 

Sementara itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, layanan psikososial dan trauma healing menjadi bagian tak terpisahkan dari penanganan bencana yang diberikan kepada para pengungsi.

Ia menyampaikan, seluruh instansi yang memiliki layanan psikososial dan trauma healing juga dilibatkan. Tujuannya agar masyarakat bisa kembali bangkit dan pulih traumanya.

"(Layanan) trauma healing lengkap. Petugasnya mulai dari rumah sakit RSUD Margono Soekarjo, hingga Polda juga kita libatkan. Saya ingin pastikan anak-anak tetap semangat dan bisa sekolah lagi," katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, layanan psikososial dan trauma healing juga diberikan kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga.


Bagikan :

PEMALANG - Tidak hanya menyalurkan bantuan dan memperbaiki infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berupaya memulihkan trauma para warga terdampak bencana di wilayahnya. Hal itu dilakukan dengan menyediakan layanan pemulihan trauma atau trauma healing dan psikososial untuk menghilangkan ketakutan, kecemasan, dan kesedihan.

Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari para petugas.

Keceriaan anak-anak terlihat saat mereka bermain dan menonton film animasi bersama. Tak berselang lama, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ikut bergabung. Bahkan, senyum dan tawa anak-anak semakin membuncah saat Gubernur berbincang dan bercanda bersama mereka.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng, Ema Rachmawati, mengatakan, ada beberapa kasus anak-anak yang terpisah dari orang tuanya selama sekian jam di Pemalang. Dengan adanya kejadian itu, ada trauma-trauma yang dialami.

"Kita lakukan trauma healing. Biasanya kalau anak-anak dengan bermain, melukis, menyanyi-nyanyi. Lalu ada konselingnya juga," ucapnya di lokasi pengungsian saat mendampingi Gubernur.

Konseling dan trauma healing itu diberikan oleh DP3AP2KB melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Pelayanan diberikan dengan melibatkan psikolog, lembaga pelayanan sosial, dan balai karantina sosial.

Selain untuk anak-anak, layanan trauma healing juga diberikan kepada ibu-ibu di pengungsian. Sebab, tinggal dengan waktu lama di pengungsian menimbulkan rasa bosan, karena tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Bahkan, apabila pulang ke rumah masih ada ketakutan dan kecemasan.

"Kalau ibu-ibu, biasanya main-main sebentar, terus ngobrol supaya bisa menguraikan persoalan yang dialami. Harus diidentifikasi lagi untuk kebutuhan dia ke depan atau jangka panjang. Kadang juga diarahkan ikut membantu memasak di dapur," ucap Ka DP3AP2KB.

Ia menceritakan, ada seorang warga di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari yang kehilangan keluarganya. Sebab, suaminya terseret arus dan ditemukan meninggal dunia.

Ka DP3AP2KB menyampaikan, khusus untuk korban yang kehilangan anggota keluarga akan diberikan layanan konseling khusus di luar konseling atau trauma healing yang dilakukan bersama. 

Sementara itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, layanan psikososial dan trauma healing menjadi bagian tak terpisahkan dari penanganan bencana yang diberikan kepada para pengungsi.

Ia menyampaikan, seluruh instansi yang memiliki layanan psikososial dan trauma healing juga dilibatkan. Tujuannya agar masyarakat bisa kembali bangkit dan pulih traumanya.

"(Layanan) trauma healing lengkap. Petugasnya mulai dari rumah sakit RSUD Margono Soekarjo, hingga Polda juga kita libatkan. Saya ingin pastikan anak-anak tetap semangat dan bisa sekolah lagi," katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, layanan psikososial dan trauma healing juga diberikan kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu