Follow Us :              

Wujudkan Pusat Riset Inklusif, Pemprov Jateng Bakal Miliki Rumah Inovasi 

  02 February 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 233 
Kategori :
Bagikan :


Wujudkan Pusat Riset Inklusif, Pemprov Jateng Bakal Miliki Rumah Inovasi 

02 February 2026 | 00:00:00 | dibaca : 233
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah akan meluncurkan Rumah Inovasi Jateng, sebagai pusat riset yang inklusif. 

Kepala Brida Jateng, Mohamad Arief Irwanto, mengatakan, rumah riset ini salah satunya bakal didirikan di daerah Pucang Gading, Kabupaten Demak. 

Rumah Inovasi Jateng diproyeksikan menjadi pusat ekosistem riset inovasi yang inklusif dan berdampak luas. Rencananya, program ini akan mengusung konsep kolaborasi pentaheliks yang melibatkan para pemangku kepentingan secara masif.

“Melalui rumah inovasi ini, semua pihak punya akses untuk ikut berkontribusi membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan berdikari,” ucapnya di Kota Semarang pada Senin, 2 Februari 2026.

Arief mengatakan, Rumah Inovasi tidak akan berdiri sendiri, tetapi menjadi wadah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kabupaten/kota, perguruan Tinggi, serta dunia usaha dan industri. 

“Sinergi ini diharapkan mampu memastikan bahwa hasil riset dan inovasi tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi bertransformasi menjadi produk inovatif yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, mengaku, menyambut baik skema kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi sebagai penyedia kepakaran dan dunia industri sebagai penyerap inovasi adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan koordinasi ke Brida Jateng pada akhir Januari 2026. 

Harapannya, kehadiran Rumah Inovasi Jateng ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jateng, dalam memimpin digitalisasi dan modernisasi sejumlah sektor, di antaranya pertanian, industri, dan UMKM melalui sentuhan teknologi tepat guna.

“Kunjungan kami bertujuan untuk memastikan bahwa persiapan launching Rumah Inovasi Jateng ini sudah selaras dengan standar nasional, sehingga inovasi yang lahir nantinya benar-benar berdampak secara sosial dan ekonomi bagi warga Jawa Tengah,” ucap Yopi. 

Selain membahas Rumah Inovasi, tim dari BRIN juga melakukan pemantauan terhadap fasilitasi riset yang sedang berjalan di Jateng. Dengan demikian, kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi inovasi teknologi di berbagai sektor di provinsi ini, sekaligus menjadi model kolaborasi antara pusat dan daerah dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan.


Bagikan :

SEMARANG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah akan meluncurkan Rumah Inovasi Jateng, sebagai pusat riset yang inklusif. 

Kepala Brida Jateng, Mohamad Arief Irwanto, mengatakan, rumah riset ini salah satunya bakal didirikan di daerah Pucang Gading, Kabupaten Demak. 

Rumah Inovasi Jateng diproyeksikan menjadi pusat ekosistem riset inovasi yang inklusif dan berdampak luas. Rencananya, program ini akan mengusung konsep kolaborasi pentaheliks yang melibatkan para pemangku kepentingan secara masif.

“Melalui rumah inovasi ini, semua pihak punya akses untuk ikut berkontribusi membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan berdikari,” ucapnya di Kota Semarang pada Senin, 2 Februari 2026.

Arief mengatakan, Rumah Inovasi tidak akan berdiri sendiri, tetapi menjadi wadah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kabupaten/kota, perguruan Tinggi, serta dunia usaha dan industri. 

“Sinergi ini diharapkan mampu memastikan bahwa hasil riset dan inovasi tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi bertransformasi menjadi produk inovatif yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, mengaku, menyambut baik skema kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi sebagai penyedia kepakaran dan dunia industri sebagai penyerap inovasi adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan koordinasi ke Brida Jateng pada akhir Januari 2026. 

Harapannya, kehadiran Rumah Inovasi Jateng ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jateng, dalam memimpin digitalisasi dan modernisasi sejumlah sektor, di antaranya pertanian, industri, dan UMKM melalui sentuhan teknologi tepat guna.

“Kunjungan kami bertujuan untuk memastikan bahwa persiapan launching Rumah Inovasi Jateng ini sudah selaras dengan standar nasional, sehingga inovasi yang lahir nantinya benar-benar berdampak secara sosial dan ekonomi bagi warga Jawa Tengah,” ucap Yopi. 

Selain membahas Rumah Inovasi, tim dari BRIN juga melakukan pemantauan terhadap fasilitasi riset yang sedang berjalan di Jateng. Dengan demikian, kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi inovasi teknologi di berbagai sektor di provinsi ini, sekaligus menjadi model kolaborasi antara pusat dan daerah dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu