Follow Us :              

Strategi Gubernur Jateng Sukseskan Program Prioritas Presiden

  02 February 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 659 
Kategori :
Bagikan :


Strategi Gubernur Jateng Sukseskan Program Prioritas Presiden

02 February 2026 | 08:00:00 | dibaca : 659
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BOGOR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Senin, 2 Februari 2026.

Rakornas ini diikuti oleh 4.011 peserta dari seluruh unsur Kementerian dan Lembaga, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Wali Kota-Wakil Wali Kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah dan gerak antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam mengoptimalkan implementasi program prioritas Presiden, menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh unsur dalam pemerintahan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, untuk bersama-sama berjuang menghilangkan kemiskinan dari Indonesia. 

Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang sudah terlaksana dan akan terus ditingkatkan. Beberapa di antaranya terkait swasembada pangan, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo memberikan semangat kepada seluruh kepala daerah untuk lebih berfokus pada program yang bersentuhan dengan rakyat.

"Beliau memberikan kita semangat untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Setali tiga uang, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menambahkan, melalui Rakornas tersebut, para kepala daerah diberikan arahan untuk membela negara, serta menghormati dan memperjuangkan semua hal untuk masyarakat. 

“Kita bekerja lebih semangat lagi untuk merawat rakyat," ucapnya. 

Ia memastikan, pihaknya mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden. “Tadi ditekankan untuk kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Adapun di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wagub Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendukung program prioritas Presiden, di antaranya terkait target pertumbuhan ekonomi nasional 8% dan swasembada pangan. Hal itu diimplementasikan dengan integrasi RPJMN, yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah.

Guna mendukung program prioritas dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah strategi dalam berbagai bidang.

Contohnya di bidang pangan, arah pembangunan Jateng pada tahun 2026 difokuskan untuk meneguhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini diwujudkan dengan upaya peningkatan produktivitas pertanian, rehabilitasi irigasi, pengamanan produksi, dan lainnya. Targetnya adalah produktivitas padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 3,7 juta ton.

Sementara di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan III-2025 sebesar 5,37% atau di atas nasional (5,04%). Sektor penopangnya adalah industri, perdagangan, konstruksi, dan akomodasi-makan minum. Pada tahun ini, capaiannya diupayakan bisa semakin meningkat dengan strategi penguatan sektor unggulan, mendorong kemandirian desa, pengendalian inflasi, mewujudkan ketahanan sumber daya alam dan lingkungan, serta melakukan mitigasi bencana.

Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan juga diiringi strategi di bidang ketenagakerjaan. Tercatat, pengangguran terbuka (TPT) Jateng pada Agustus 2025 turun menjadi 4,66%. Diketahui, kebijakan pangan berkelanjutan berkontribusi besar pada penciptaan lapangan kerja. Strategi yang disiapkan adalah program petani milenial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian dan nelayan, hilirisasi sumber daya alam (SDA), revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), pemagangan, kewirausahaan, dan kolaborasi industri.

Strategi berikutnya ada pada bidang pendidikan dan kesehatan. Khusus di bidang pendidikan, strategi yang diterapkan adalah pembangunan dan revitalisasi sekolah, SMK boarding, sekolah unggulan, serta perluasan Sekolah Rakyat. Sementara itu, langkah strategis bidang kesehatan diwujudkan dengan optimalisasi dan peningkatan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), dukungan Cek Kesehatan Gratis, pemenuhan tenaga kesehatan, dan penguatan kader Posyandu.

Di samping itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan strategi bidang infrastruktur dan tata ruang. Beberapa di antaranya dengan mengembangkan 10 wilayah pengembangan dan 10 daerah aglomerasi ekonomi baru. Fokusnya ada pada hilirisasi pertanian, reformasi agraria, perumahan, penanganan permukiman kumuh, dan konektivitas wilayah.


Bagikan :

BOGOR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Senin, 2 Februari 2026.

Rakornas ini diikuti oleh 4.011 peserta dari seluruh unsur Kementerian dan Lembaga, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Wali Kota-Wakil Wali Kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah dan gerak antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam mengoptimalkan implementasi program prioritas Presiden, menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh unsur dalam pemerintahan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, untuk bersama-sama berjuang menghilangkan kemiskinan dari Indonesia. 

Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang sudah terlaksana dan akan terus ditingkatkan. Beberapa di antaranya terkait swasembada pangan, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo memberikan semangat kepada seluruh kepala daerah untuk lebih berfokus pada program yang bersentuhan dengan rakyat.

"Beliau memberikan kita semangat untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Setali tiga uang, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menambahkan, melalui Rakornas tersebut, para kepala daerah diberikan arahan untuk membela negara, serta menghormati dan memperjuangkan semua hal untuk masyarakat. 

“Kita bekerja lebih semangat lagi untuk merawat rakyat," ucapnya. 

Ia memastikan, pihaknya mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden. “Tadi ditekankan untuk kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Adapun di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wagub Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendukung program prioritas Presiden, di antaranya terkait target pertumbuhan ekonomi nasional 8% dan swasembada pangan. Hal itu diimplementasikan dengan integrasi RPJMN, yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah.

Guna mendukung program prioritas dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah strategi dalam berbagai bidang.

Contohnya di bidang pangan, arah pembangunan Jateng pada tahun 2026 difokuskan untuk meneguhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini diwujudkan dengan upaya peningkatan produktivitas pertanian, rehabilitasi irigasi, pengamanan produksi, dan lainnya. Targetnya adalah produktivitas padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 3,7 juta ton.

Sementara di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan III-2025 sebesar 5,37% atau di atas nasional (5,04%). Sektor penopangnya adalah industri, perdagangan, konstruksi, dan akomodasi-makan minum. Pada tahun ini, capaiannya diupayakan bisa semakin meningkat dengan strategi penguatan sektor unggulan, mendorong kemandirian desa, pengendalian inflasi, mewujudkan ketahanan sumber daya alam dan lingkungan, serta melakukan mitigasi bencana.

Selain itu, berbagai upaya yang dilakukan juga diiringi strategi di bidang ketenagakerjaan. Tercatat, pengangguran terbuka (TPT) Jateng pada Agustus 2025 turun menjadi 4,66%. Diketahui, kebijakan pangan berkelanjutan berkontribusi besar pada penciptaan lapangan kerja. Strategi yang disiapkan adalah program petani milenial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian dan nelayan, hilirisasi sumber daya alam (SDA), revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), pemagangan, kewirausahaan, dan kolaborasi industri.

Strategi berikutnya ada pada bidang pendidikan dan kesehatan. Khusus di bidang pendidikan, strategi yang diterapkan adalah pembangunan dan revitalisasi sekolah, SMK boarding, sekolah unggulan, serta perluasan Sekolah Rakyat. Sementara itu, langkah strategis bidang kesehatan diwujudkan dengan optimalisasi dan peningkatan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), dukungan Cek Kesehatan Gratis, pemenuhan tenaga kesehatan, dan penguatan kader Posyandu.

Di samping itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan strategi bidang infrastruktur dan tata ruang. Beberapa di antaranya dengan mengembangkan 10 wilayah pengembangan dan 10 daerah aglomerasi ekonomi baru. Fokusnya ada pada hilirisasi pertanian, reformasi agraria, perumahan, penanganan permukiman kumuh, dan konektivitas wilayah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu