Follow Us :              

Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Minta Genjot Perbaikan Jalan

  04 February 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 338 
Kategori :
Bagikan :


Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Minta Genjot Perbaikan Jalan

04 February 2026 | 09:00:00 | dibaca : 338
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SURAKARTA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya terus digenjot.

“Menjelang Lebaran, kita juga fokus pada infrastruktur. Dengan kemampuan APBD masing-masing kabupaten/kota, prioritas kita adalah memantapkan jalan,” ucapnya usai menghadiri kegiatan Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, pemantapan infrastruktur jalan tidak hanya menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan warga, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga pergerakan ekonomi dan iklim investasi.

Gubernur menjelaskan, konektivitas jalan menjadi prasyarat utama kelancaran distribusi barang, mobilisasi tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi masyarakat, terutama saat intensitas pergerakan orang dan barang cukup tinggi, seperti Hari Raya.

Ia menuturkan, kondisi jalan provinsi di Jateng hampir 97 persen dalam kondisi mantap, sementara jalan kabupaten/kota mencapai hampir 87 persen. Meskipun demikian, Gubernur tak menampik tantangan terbesar yang dihadapi adalah tingginya curah hujan yang kerap mempercepat kerusakan jalan.

“Tantangan kita adalah curah hujan tinggi, karena penyakit jalan (rusak) itu air,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kondisi jalan menjelang Idulfitri dan puncak arus mudik, sesuai dengan _roadmap_ (peta jalan) pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan.

“Ke depan, menjelang Idulfitri dan arus mudik, kita akan lakukan evaluasi. Sesuai _roadmap_ 2025, infrastruktur harus mantap. Jalan provinsi dan jalan kabupaten harus clear dari public complain (keluhan publik),” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang prima juga menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Infrastruktur yang andal dinilai penting untuk mendukung kawasan industri, pariwisata, serta pengembangan ekonomi baru di berbagai wilayah. 

Sementara terkait jalan desa, Gubernur menyampaikan, kewenangan penanganannya ada di pemerintah kabupaten/kota. Akan tetapi, koordinasi tetap dilakukan agar persoalan infrastruktur dasar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Harapannya, upaya percepatan perbaikan jalan dan penguatan koordinasi lintas daerah, mampu menjaga dan meningkatkan konektivitas wilayah di Jateng, sehingga mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas investasi dan pariwisata tetap berjalan optimal, khususnya menjelang Lebaran.


Bagikan :

SURAKARTA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya terus digenjot.

“Menjelang Lebaran, kita juga fokus pada infrastruktur. Dengan kemampuan APBD masing-masing kabupaten/kota, prioritas kita adalah memantapkan jalan,” ucapnya usai menghadiri kegiatan Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, pemantapan infrastruktur jalan tidak hanya menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan warga, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga pergerakan ekonomi dan iklim investasi.

Gubernur menjelaskan, konektivitas jalan menjadi prasyarat utama kelancaran distribusi barang, mobilisasi tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi masyarakat, terutama saat intensitas pergerakan orang dan barang cukup tinggi, seperti Hari Raya.

Ia menuturkan, kondisi jalan provinsi di Jateng hampir 97 persen dalam kondisi mantap, sementara jalan kabupaten/kota mencapai hampir 87 persen. Meskipun demikian, Gubernur tak menampik tantangan terbesar yang dihadapi adalah tingginya curah hujan yang kerap mempercepat kerusakan jalan.

“Tantangan kita adalah curah hujan tinggi, karena penyakit jalan (rusak) itu air,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kondisi jalan menjelang Idulfitri dan puncak arus mudik, sesuai dengan _roadmap_ (peta jalan) pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan.

“Ke depan, menjelang Idulfitri dan arus mudik, kita akan lakukan evaluasi. Sesuai _roadmap_ 2025, infrastruktur harus mantap. Jalan provinsi dan jalan kabupaten harus clear dari public complain (keluhan publik),” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang prima juga menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Infrastruktur yang andal dinilai penting untuk mendukung kawasan industri, pariwisata, serta pengembangan ekonomi baru di berbagai wilayah. 

Sementara terkait jalan desa, Gubernur menyampaikan, kewenangan penanganannya ada di pemerintah kabupaten/kota. Akan tetapi, koordinasi tetap dilakukan agar persoalan infrastruktur dasar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Harapannya, upaya percepatan perbaikan jalan dan penguatan koordinasi lintas daerah, mampu menjaga dan meningkatkan konektivitas wilayah di Jateng, sehingga mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas investasi dan pariwisata tetap berjalan optimal, khususnya menjelang Lebaran.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu