Foto : Mizan (Humas Jateng)
Foto : Mizan (Humas Jateng)
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuka pendaftaran program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 pada 18 Februari–1 Agustus 2026.
Anggota Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Syakir Kurnia, menjelaskan bahwa beasiswa ini terdiri dari lima jenis, meliputi beasiswa santri Vokasi dan S1 Dalam Negeri; Vokasi dan S-1 Luar Negeri; program studi S-1 Luar Negeri (Double Degree); program studi S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi'i Yaman; serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 Dalam Negeri.
"Tata cara mengenai syarat pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN–Jateng Ngopeni Nglakoni yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore, dan petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id," katanya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng pada Rabu, 4 Februari 2026.
Syakir menyampaikan, beasiswa santri ini membuka akses pendidikan menjadi semakin luas. Para santri dan pengurus pondok bisa menuntut ilmu di berbagai negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filipina, atau negara lain yang memenuhi kriteria LFSP.
Jurusan atau program studinya pun beragam, seperti kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman.
"Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan manfaat (berupa) bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk (pengurusan) visa, tiket pulang pergi ke negara tujuan, serta asuransi per bulan," katanya.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menambahkan, lembaganya diamanatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, dengan memberikan akses bagi santri dan pengasuh pondok melanjutkan studinya melalui pemberian beasiswa.
Ia menyampaikan, terdapat lebih dari 5.000 pesantren di Jawa Tengah. Namun, akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri masih belum optimal karena keterbatasan kondisi dan ekonomi.
Oleh karena itu, program beasiswa ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah, yang diharapkan menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangun Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Wahid Abdurrahman, menambahkan, beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren merupakan 1 dari 11 program Prioritas Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
"Ayo santri di Jawa Tengah segera mendaftarkan diri, karena ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas SDM santri di Jawa Tengah," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur dan Wagub Jateng meluncurkan program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026, dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam.
Program tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov Jateng dalam meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuka pendaftaran program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 pada 18 Februari–1 Agustus 2026.
Anggota Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Syakir Kurnia, menjelaskan bahwa beasiswa ini terdiri dari lima jenis, meliputi beasiswa santri Vokasi dan S1 Dalam Negeri; Vokasi dan S-1 Luar Negeri; program studi S-1 Luar Negeri (Double Degree); program studi S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi'i Yaman; serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 Dalam Negeri.
"Tata cara mengenai syarat pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN–Jateng Ngopeni Nglakoni yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore, dan petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id," katanya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng pada Rabu, 4 Februari 2026.
Syakir menyampaikan, beasiswa santri ini membuka akses pendidikan menjadi semakin luas. Para santri dan pengurus pondok bisa menuntut ilmu di berbagai negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filipina, atau negara lain yang memenuhi kriteria LFSP.
Jurusan atau program studinya pun beragam, seperti kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman.
"Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan manfaat (berupa) bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk (pengurusan) visa, tiket pulang pergi ke negara tujuan, serta asuransi per bulan," katanya.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, menambahkan, lembaganya diamanatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, dengan memberikan akses bagi santri dan pengasuh pondok melanjutkan studinya melalui pemberian beasiswa.
Ia menyampaikan, terdapat lebih dari 5.000 pesantren di Jawa Tengah. Namun, akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri masih belum optimal karena keterbatasan kondisi dan ekonomi.
Oleh karena itu, program beasiswa ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah, yang diharapkan menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangun Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Wahid Abdurrahman, menambahkan, beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren merupakan 1 dari 11 program Prioritas Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
"Ayo santri di Jawa Tengah segera mendaftarkan diri, karena ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas SDM santri di Jawa Tengah," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur dan Wagub Jateng meluncurkan program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026, dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam.
Program tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov Jateng dalam meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.
Berita Terbaru