Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima tamu kehormatan Keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah, di ruang kerjanya pada Rabu, 4 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti rencana investasi di sejumlah daerah di Jateng. Pengiran Muda Abdul Qawi beserta staf berencana melihat langsung titik-titik potensial sebagai lokasi investasi. Selain itu, juga akan dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LOI) untuk rencana investasi pada sektor energi terbarukan.
Brunei Darussalam memiliki ketertarikan untuk menanamkan investasi pada beberapa sektor di Jateng, mulai dari pengolahan sampah, pertanian, energi terbarukan, dan sektor strategis pendukung pembangunan berkelanjutan.
Gubernur mengatakan, perlu adanya eksplorasi investasi di kabupaten/kota di wilayahnya guna mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi. Oleh karena itu, ia berterima kasih kepada Pengiran Muda Abdul Qawi yang memiliki minat untuk berinvestasi di Jateng.
Ia menyampaikan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritasnya, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2029. Maka dari itu, pemerintah daerah harus kreatif untuk mengelola sampah, salah satunya dengan menggandeng investor.
"Untuk pengelolaan sampah yang sudah jalan ada di Banyumas Raya dengan RDF (Refuse Derived Fuel/pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif), kemudian ada (di) Pekalongan Raya,” katanya.
Sementara untuk energi terbarukan, Gubernur juga menawarkan pengoptimalan sejumlah waduk di Jateng.
Hal serupa juga dilakukan melalui pengembangan energi terbarukan untuk mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan sejumlah kawasan industri lain. Khusus untuk KITB, saat ini komunikasi dengan pengelola sudah dilakukan, hanya tinggal menunggu langkah strategis terkait pengembangan energi tersebut.
"KITB itu kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana komplit, ada industrinya, pariwisata, perumahan, termasuk nanti mau dibangun dry port (pelabuhan darat/tempat bongkar muat). Jadi kalau mau investasi akan sangat bagus," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, pihaknya juga berencana untuk melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam. Selain untuk melakukan penandatanganan kerja sama, ia juga ingin bertemu dengan para pekerja migran asal Jateng. Sebab, di sana terdapat banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari provinsinya.
Sementara itu, Pengiran Muda Abdul Qawi menyampaikan bahwa selama berada di Jawa Tengah. ia mengunjungi sejumlah lokasi. Salah satunya, Candi Borobudur yang pernah ia kunjungi sekitar 20 tahun lalu.
Terkait potensi kerja sama, ia juga mengajak beberapa delegasi untuk membahas hal-hal teknis dengan dinas atau instansi terkait di Jateng.
Sebagai informasi, nilai investasi dari Brunei Darussalam di Jawa Tengah hingga tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp5 miliar.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima tamu kehormatan Keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah, di ruang kerjanya pada Rabu, 4 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti rencana investasi di sejumlah daerah di Jateng. Pengiran Muda Abdul Qawi beserta staf berencana melihat langsung titik-titik potensial sebagai lokasi investasi. Selain itu, juga akan dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LOI) untuk rencana investasi pada sektor energi terbarukan.
Brunei Darussalam memiliki ketertarikan untuk menanamkan investasi pada beberapa sektor di Jateng, mulai dari pengolahan sampah, pertanian, energi terbarukan, dan sektor strategis pendukung pembangunan berkelanjutan.
Gubernur mengatakan, perlu adanya eksplorasi investasi di kabupaten/kota di wilayahnya guna mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi. Oleh karena itu, ia berterima kasih kepada Pengiran Muda Abdul Qawi yang memiliki minat untuk berinvestasi di Jateng.
Ia menyampaikan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritasnya, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2029. Maka dari itu, pemerintah daerah harus kreatif untuk mengelola sampah, salah satunya dengan menggandeng investor.
"Untuk pengelolaan sampah yang sudah jalan ada di Banyumas Raya dengan RDF (Refuse Derived Fuel/pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif), kemudian ada (di) Pekalongan Raya,” katanya.
Sementara untuk energi terbarukan, Gubernur juga menawarkan pengoptimalan sejumlah waduk di Jateng.
Hal serupa juga dilakukan melalui pengembangan energi terbarukan untuk mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan sejumlah kawasan industri lain. Khusus untuk KITB, saat ini komunikasi dengan pengelola sudah dilakukan, hanya tinggal menunggu langkah strategis terkait pengembangan energi tersebut.
"KITB itu kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana komplit, ada industrinya, pariwisata, perumahan, termasuk nanti mau dibangun dry port (pelabuhan darat/tempat bongkar muat). Jadi kalau mau investasi akan sangat bagus," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, pihaknya juga berencana untuk melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam. Selain untuk melakukan penandatanganan kerja sama, ia juga ingin bertemu dengan para pekerja migran asal Jateng. Sebab, di sana terdapat banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari provinsinya.
Sementara itu, Pengiran Muda Abdul Qawi menyampaikan bahwa selama berada di Jawa Tengah. ia mengunjungi sejumlah lokasi. Salah satunya, Candi Borobudur yang pernah ia kunjungi sekitar 20 tahun lalu.
Terkait potensi kerja sama, ia juga mengajak beberapa delegasi untuk membahas hal-hal teknis dengan dinas atau instansi terkait di Jateng.
Sebagai informasi, nilai investasi dari Brunei Darussalam di Jawa Tengah hingga tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp5 miliar.
Berita Terbaru