Follow Us :              

Perluas Akses Pendidikan, Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

  09 February 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 135 
Kategori :
Bagikan :


Perluas Akses Pendidikan, Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

09 February 2026 | 09:00:00 | dibaca : 135
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan rencana pendirian SMA Negeri di Kabupaten Pati diprioritaskan untuk Kecamatan Tambakromo dan Jaken, bukan di Kecamatan Margoyoso.

Hal itu disampaikannya saat beraudiensi dengan Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jateng pada Senin, 9 Februari 2026.

Audiensi ini digelar untuk merespons keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta, terkait adanya sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.

Saat ini, Kecamatan Margoyoso memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari jumlah maupun kualitas, antara lain 9 Madrasah Aliyah, 5 SMK, dan 1 SMA.

Maka dari itu, Wagub menegaskan bahwa sosialisasi yang sempat beredar terkait pendirian SMA di kecamatan tersebut, bukan berasal dari Pemprov Jateng. 

Berdasarkan data dan perencanaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, masih ada wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah, yakni di Kecamatan Tambakromo dan Jaken yang masuk kategori blank spot pendidikan.

Sebagai informasi, kategori blank spot pendidikan adalah wilayah terpencil/minim infrastruktur yang tidak terjangkau sinyal komunikasi/internet, serta memiliki hambatan terhadap akses pendidikan digital, materi daring, dan operasional sekolah modern.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mendirikan SMA Negeri di kedua kecamatan yang masuk kategori blank spotuntuk mempercepat pemerataan akses pendidikan di provinsi ini.

“Kita tidak punya rencana (mendirikan SMA) di Margoyoso, tetapi adanya di Tambakromo dan Jaken,” ucap Wagub.

Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jateng untuk memastikan dari sisi administrasi terkait rencana yang sempat beredar di masyarakat. 

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kusno, mengatakan, Kabupaten Pati memiliki dua kecamatan yang masuk kategori blank spot pendidikan, sehingga keduanya menjadi lokasi yang diutamakan untuk pendirian sekolah menengah atas. 

“Sesuai arahan Kepala Dinas dan juga hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur, pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak direkomendasikan,” katanya.

Guna menindaklanjuti hal itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng akan mengecek apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri di wilayah tersebut.

“Kalau ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Namun jika belum ada, fokus kami tetap pada (Kecamatan) Tambakromo dan Jaken,” ujarnya. 

Sementara itu, Perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso, Birhad, mengatakan, Kecamatan Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah. 

"Karena itu, kami berharap perhatian pemerintah diarahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan (di daerahnya),” ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan rencana pendirian SMA Negeri di Kabupaten Pati diprioritaskan untuk Kecamatan Tambakromo dan Jaken, bukan di Kecamatan Margoyoso.

Hal itu disampaikannya saat beraudiensi dengan Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jateng pada Senin, 9 Februari 2026.

Audiensi ini digelar untuk merespons keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta, terkait adanya sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.

Saat ini, Kecamatan Margoyoso memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari jumlah maupun kualitas, antara lain 9 Madrasah Aliyah, 5 SMK, dan 1 SMA.

Maka dari itu, Wagub menegaskan bahwa sosialisasi yang sempat beredar terkait pendirian SMA di kecamatan tersebut, bukan berasal dari Pemprov Jateng. 

Berdasarkan data dan perencanaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, masih ada wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah, yakni di Kecamatan Tambakromo dan Jaken yang masuk kategori blank spot pendidikan.

Sebagai informasi, kategori blank spot pendidikan adalah wilayah terpencil/minim infrastruktur yang tidak terjangkau sinyal komunikasi/internet, serta memiliki hambatan terhadap akses pendidikan digital, materi daring, dan operasional sekolah modern.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mendirikan SMA Negeri di kedua kecamatan yang masuk kategori blank spotuntuk mempercepat pemerataan akses pendidikan di provinsi ini.

“Kita tidak punya rencana (mendirikan SMA) di Margoyoso, tetapi adanya di Tambakromo dan Jaken,” ucap Wagub.

Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jateng untuk memastikan dari sisi administrasi terkait rencana yang sempat beredar di masyarakat. 

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kusno, mengatakan, Kabupaten Pati memiliki dua kecamatan yang masuk kategori blank spot pendidikan, sehingga keduanya menjadi lokasi yang diutamakan untuk pendirian sekolah menengah atas. 

“Sesuai arahan Kepala Dinas dan juga hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur, pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak direkomendasikan,” katanya.

Guna menindaklanjuti hal itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng akan mengecek apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri di wilayah tersebut.

“Kalau ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Namun jika belum ada, fokus kami tetap pada (Kecamatan) Tambakromo dan Jaken,” ujarnya. 

Sementara itu, Perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso, Birhad, mengatakan, Kecamatan Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah. 

"Karena itu, kami berharap perhatian pemerintah diarahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan (di daerahnya),” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu