Follow Us :              

Sekda Ajak Pengusaha Hotel dan Restoran Akselerasi Pengembangan Sektor Pariwisata 

  09 February 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 42 
Kategori :
Bagikan :


Sekda Ajak Pengusaha Hotel dan Restoran Akselerasi Pengembangan Sektor Pariwisata 

09 February 2026 | 19:00:00 | dibaca : 42
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata. 

Hal ini sejalan dengan visi strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan menjadikan sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi halal berbasis syariah, sebagai prioritas utama pembangunan pada tahun 2027.

"Bagi kami, momentum ini sangat sejalan dengan program Pak Gubernur. Di tahun 2027 nanti, kita akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah," ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara Welcoming Dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 PHRI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin malam, 9 Februari 2026.

Sekda menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sangat didominasi oleh sektor konsumsi. Oleh karena itu, peningkatan kunjungan wisatawan menjadi kunci utama untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan menghidupkan ekosistem UMKM di provinsi ini.

"Pariwisata adalah pintu utama untuk meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah. Dengan kunjungan yang lebih banyak, otomatis konsumsi meningkat dan dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM," tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Jateng telah melakukan reorganisasi birokrasi dengan membentuk dinas yang khusus mengelola sektor ini, yakni Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. 

Sekda mengatakan, integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Selain fokus pada wisata syariah, ia juga menyoroti potensi pariwisata olahraga atau sport tourism sebagai magnet penarik wisatawan yang paling efektif saat ini. Maka dari itu, Sekda mendorong setiap Kabupaten/Kota di Jateng untuk aktif menggelar berbagai event olahraga.

"Kami sudah mendorong hampir seluruh daerah untuk mengadakan event lari, baik itu road run maupun trail run. Ini cara paling mudah untuk mendatangkan orang," ucapnya. 

Pada kesempatan itu, Sekda memberikan apresiasi atas dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas PHRI. Harapannya, pertemuan nasional ini dapat menghasilkan akselerasi nyata bagi pembangunan pariwisata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

"Kami minta bantuan rekan-rekan PHRI dari seluruh Indonesia untuk menginformasikan potensi wisata Jateng ini kepada khalayak luas," ujarnya.

Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemprov Jateng dalam menyukseskan Rakernas PHRI. 

Dalam kesempatan itu, ia menitipkan sejumlah aspirasi agar iklim usaha di sektor pariwisata bisa semakin sehat dan kondusif.

Hariyadi berharap, pemerintah daerah turut mengawal dinamika regulasi, seperti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI) agar lebih tersosialisasi dengan baik. 

Selain itu, ia memberikan masukan mengenai pentingnya standardisasi akomodasi, seperti homestay, agar selaras dengan fungsi aslinya dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan industri perhotelan.

"Problem ini memang urusan pemerintah pusat, tetapi mungkin sebagai Pemprov perlu tahu juga," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata. 

Hal ini sejalan dengan visi strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan menjadikan sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi halal berbasis syariah, sebagai prioritas utama pembangunan pada tahun 2027.

"Bagi kami, momentum ini sangat sejalan dengan program Pak Gubernur. Di tahun 2027 nanti, kita akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah," ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara Welcoming Dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 PHRI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin malam, 9 Februari 2026.

Sekda menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sangat didominasi oleh sektor konsumsi. Oleh karena itu, peningkatan kunjungan wisatawan menjadi kunci utama untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan menghidupkan ekosistem UMKM di provinsi ini.

"Pariwisata adalah pintu utama untuk meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah. Dengan kunjungan yang lebih banyak, otomatis konsumsi meningkat dan dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM," tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Jateng telah melakukan reorganisasi birokrasi dengan membentuk dinas yang khusus mengelola sektor ini, yakni Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. 

Sekda mengatakan, integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Selain fokus pada wisata syariah, ia juga menyoroti potensi pariwisata olahraga atau sport tourism sebagai magnet penarik wisatawan yang paling efektif saat ini. Maka dari itu, Sekda mendorong setiap Kabupaten/Kota di Jateng untuk aktif menggelar berbagai event olahraga.

"Kami sudah mendorong hampir seluruh daerah untuk mengadakan event lari, baik itu road run maupun trail run. Ini cara paling mudah untuk mendatangkan orang," ucapnya. 

Pada kesempatan itu, Sekda memberikan apresiasi atas dipilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Rakernas PHRI. Harapannya, pertemuan nasional ini dapat menghasilkan akselerasi nyata bagi pembangunan pariwisata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

"Kami minta bantuan rekan-rekan PHRI dari seluruh Indonesia untuk menginformasikan potensi wisata Jateng ini kepada khalayak luas," ujarnya.

Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemprov Jateng dalam menyukseskan Rakernas PHRI. 

Dalam kesempatan itu, ia menitipkan sejumlah aspirasi agar iklim usaha di sektor pariwisata bisa semakin sehat dan kondusif.

Hariyadi berharap, pemerintah daerah turut mengawal dinamika regulasi, seperti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI) agar lebih tersosialisasi dengan baik. 

Selain itu, ia memberikan masukan mengenai pentingnya standardisasi akomodasi, seperti homestay, agar selaras dengan fungsi aslinya dan tidak menimbulkan tumpang tindih dengan industri perhotelan.

"Problem ini memang urusan pemerintah pusat, tetapi mungkin sebagai Pemprov perlu tahu juga," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu