Follow Us :              

Jelang Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wagub Jateng, Program Speling Sudah Layani 88.979 Warga

  10 February 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 225 
Kategori :
Bagikan :


Jelang Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wagub Jateng, Program Speling Sudah Layani 88.979 Warga

10 February 2026 | 07:30:00 | dibaca : 225
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Jelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan. Hingga kini, program ini setidaknya sudah melayani 88.979 warga Jateng. 

Sebagai informasi, program Speling pertama kali diluncurkan sebagai salah satu program prioritas Gubernur dan Wagub Jateng pada Maret 2025. Melalui program yang menyasar 1.278 desa di provinsi ini, para dokter spesialis turun langsung ke desa-desa untuk memberikan layanan dan konsultasi kesehatan secara gratis. 

"Jawa Tengah sudah mendukung penuh tentang Cek Kesehatan Gratis,” ucap Gubernur Jateng saat mendampingi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026.

selain melayani pemeriksaan kesehatan umum, Speling juga melayani pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis, meliputi pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kanker serviks, pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil, dan pemeriksaan gratis untuk penyandang disabilitas. Bahkan, disediakan pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2026, sebanyak 88.979 orang telah tersentuh Speling. Rinciannya, sebanyak 11.777 orang diberikan layanan ANC ibu hamil, 4.230 orang diperiksa kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, 39.031 orang dilayani pemeriksaan tuberkulosis, dan sisanya pemeriksaan terkait beberapa penyakit lain.

Dalam praktiknya, Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Selama tahun 2025, sebanyak 13.789.318 warga Jateng sudah memanfaatkan CKG. Sementara hingga 9 Februari 2026, sudah ada 1.045.924 orang yang terlayani program tersebut. 

Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan, masyarakat Jateng sudah memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya. 

"Program Dokter Spesialis Keliling itu menjadi andalan kita, sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani dengan dokter spesialis. (Sementara) untuk CKG, Jawa Tengah (menjadi) nomor 1 nasional," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang sudah berjalan sepanjang tahun 2025. Pada tahun 2026, CKG tidak hanya sekadar pengecekan kesehatan, tetapi juga pengobatannya.

"Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula itu yang harus dijaga, jangan dianggap enteng, karena itu bisa menyerang ke organ lainnya, termasuk jantung kalau dibiarkan. Itu penting untuk menjaga kita tetap sehat," ujarnya usai meninjau Puskesmas Pandanaran.


Bagikan :

SEMARANG — Jelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan. Hingga kini, program ini setidaknya sudah melayani 88.979 warga Jateng. 

Sebagai informasi, program Speling pertama kali diluncurkan sebagai salah satu program prioritas Gubernur dan Wagub Jateng pada Maret 2025. Melalui program yang menyasar 1.278 desa di provinsi ini, para dokter spesialis turun langsung ke desa-desa untuk memberikan layanan dan konsultasi kesehatan secara gratis. 

"Jawa Tengah sudah mendukung penuh tentang Cek Kesehatan Gratis,” ucap Gubernur Jateng saat mendampingi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026.

selain melayani pemeriksaan kesehatan umum, Speling juga melayani pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis, meliputi pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kanker serviks, pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil, dan pemeriksaan gratis untuk penyandang disabilitas. Bahkan, disediakan pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2026, sebanyak 88.979 orang telah tersentuh Speling. Rinciannya, sebanyak 11.777 orang diberikan layanan ANC ibu hamil, 4.230 orang diperiksa kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, 39.031 orang dilayani pemeriksaan tuberkulosis, dan sisanya pemeriksaan terkait beberapa penyakit lain.

Dalam praktiknya, Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Selama tahun 2025, sebanyak 13.789.318 warga Jateng sudah memanfaatkan CKG. Sementara hingga 9 Februari 2026, sudah ada 1.045.924 orang yang terlayani program tersebut. 

Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan, masyarakat Jateng sudah memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya. 

"Program Dokter Spesialis Keliling itu menjadi andalan kita, sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani dengan dokter spesialis. (Sementara) untuk CKG, Jawa Tengah (menjadi) nomor 1 nasional," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang sudah berjalan sepanjang tahun 2025. Pada tahun 2026, CKG tidak hanya sekadar pengecekan kesehatan, tetapi juga pengobatannya.

"Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula itu yang harus dijaga, jangan dianggap enteng, karena itu bisa menyerang ke organ lainnya, termasuk jantung kalau dibiarkan. Itu penting untuk menjaga kita tetap sehat," ujarnya usai meninjau Puskesmas Pandanaran.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu