Follow Us :              

Sekda Jateng Apresiasi Puluhan Perusahaan Ikutkan Pekerja dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis

  10 February 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 75 
Kategori :
Bagikan :


Sekda Jateng Apresiasi Puluhan Perusahaan Ikutkan Pekerja dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis

10 February 2026 | 08:00:00 | dibaca : 75
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi 53 perusahaan di Jawa Tengah yang mengikutsertakan karyawannya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. 

"Kami dari Pemprov Jateng mengucapkan terima kasih dan apresiasi luar biasa atas kolaborasi dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis untuk pekerja ini," ucapnya dalam acara Penganugerahan Piagam Muri Pemeriksaan Kesehatan Gratis Terintegrasi SatuSehat pada Pekerja di Perusahaan Terbanyak (53 Perusahaan dalam Kurun Waktu 5 Hari), di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Sekda mengatakan, pemeriksaan gratis menjadi upaya pencegahan agar tidak terjangkit penyakit. Melalui kolaborasi dengan dunia usaha, langkah ini menjadi cara yang efektif untuk mendukung kinerja para pegawai.

"Kinerja yang baik dimulai dengan orang-orangnya sehat terlebih dahulu," katanya.

Ia menyampaikan, penghargaan dari Muri diberikan bukan semata-mata untuk mendapatkan rekor, tetapi menjadi motivasi dan inspirasi agar ke depan program-program serupa dapat dilakukan kembali, bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Terkait pemeriksaan kesehatan, Pemprov Jateng juga memiliki program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng per 9 Februari 2026, sudah ada 88.979 orang yang telah tersentuh layanan Speling. 

Rinciannya, sebanyak 11.777 orang mendapatkan layanan antenatal care (ANC) ibu hamil, 4.230 orang menjalani pemeriksaan kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, 39.031 orang dilayani pemeriksaan tuberkulosis, dan sisanya pemeriksaan terkait beberapa penyakit.

Dalam praktiknya, Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 13.789.318 warga Jateng sudah memanfaatkan CKG. Sementara hingga 9 Januari 2026, sudah ada 1.045.924 orang yang terlayani program tersebut. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap sehat. Selain dilakukan pengecekan kesehatan, jika diketahui ada warga yang tidak sehat, mereka juga akan diobati dengan gratis. 

"Kita menginginkan masyarakat cek kesehatan setiap tahun sekali. Bukan sekali seumur hidup. Ini kayak ulang tahun, setiap tahun harus dilakukan," tegasnya.

Menkes menambahkan, saat ini cek kesehatan tidak hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga bisa dilaksanakan di sekolah yang menyasar anak-anak, dan perusahaan bagi para pekerja. 

Ia mengungkapkan, tiga persoalan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah obesitas, masalah infeksi pada gigi, dan darah tinggi. Adapun beberapa penyakit yang berisiko tinggi dan menjadi penyebab kematian adalah stroke dan jantung. Maka dari itu, ia meminta masyarakat rutin melakukan cek kesehatan, seperti tekanan darah, lemak darah, dan gula darah. 

Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Kariadi, Agus Akhmadi, mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh rumah sakitnya, dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Tercatat, ada sebanyak 1.210 pekerja telah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kurun waktu 5 hari (26–31 Januari 2026), meliputi cek tekanan darah, berat badan, tinggi badan, gula darah, asam urat, dan kolesterol.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi 53 perusahaan di Jawa Tengah yang mengikutsertakan karyawannya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. 

"Kami dari Pemprov Jateng mengucapkan terima kasih dan apresiasi luar biasa atas kolaborasi dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis untuk pekerja ini," ucapnya dalam acara Penganugerahan Piagam Muri Pemeriksaan Kesehatan Gratis Terintegrasi SatuSehat pada Pekerja di Perusahaan Terbanyak (53 Perusahaan dalam Kurun Waktu 5 Hari), di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Sekda mengatakan, pemeriksaan gratis menjadi upaya pencegahan agar tidak terjangkit penyakit. Melalui kolaborasi dengan dunia usaha, langkah ini menjadi cara yang efektif untuk mendukung kinerja para pegawai.

"Kinerja yang baik dimulai dengan orang-orangnya sehat terlebih dahulu," katanya.

Ia menyampaikan, penghargaan dari Muri diberikan bukan semata-mata untuk mendapatkan rekor, tetapi menjadi motivasi dan inspirasi agar ke depan program-program serupa dapat dilakukan kembali, bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Terkait pemeriksaan kesehatan, Pemprov Jateng juga memiliki program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng per 9 Februari 2026, sudah ada 88.979 orang yang telah tersentuh layanan Speling. 

Rinciannya, sebanyak 11.777 orang mendapatkan layanan antenatal care (ANC) ibu hamil, 4.230 orang menjalani pemeriksaan kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, 39.031 orang dilayani pemeriksaan tuberkulosis, dan sisanya pemeriksaan terkait beberapa penyakit.

Dalam praktiknya, Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 13.789.318 warga Jateng sudah memanfaatkan CKG. Sementara hingga 9 Januari 2026, sudah ada 1.045.924 orang yang terlayani program tersebut. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap sehat. Selain dilakukan pengecekan kesehatan, jika diketahui ada warga yang tidak sehat, mereka juga akan diobati dengan gratis. 

"Kita menginginkan masyarakat cek kesehatan setiap tahun sekali. Bukan sekali seumur hidup. Ini kayak ulang tahun, setiap tahun harus dilakukan," tegasnya.

Menkes menambahkan, saat ini cek kesehatan tidak hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga bisa dilaksanakan di sekolah yang menyasar anak-anak, dan perusahaan bagi para pekerja. 

Ia mengungkapkan, tiga persoalan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah obesitas, masalah infeksi pada gigi, dan darah tinggi. Adapun beberapa penyakit yang berisiko tinggi dan menjadi penyebab kematian adalah stroke dan jantung. Maka dari itu, ia meminta masyarakat rutin melakukan cek kesehatan, seperti tekanan darah, lemak darah, dan gula darah. 

Direktur Utama Rumah Sakit Dr. Kariadi, Agus Akhmadi, mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh rumah sakitnya, dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Tercatat, ada sebanyak 1.210 pekerja telah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kurun waktu 5 hari (26–31 Januari 2026), meliputi cek tekanan darah, berat badan, tinggi badan, gula darah, asam urat, dan kolesterol.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu