Follow Us :              

Setelah 24 Hari Pencarian, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia; Sekda Tekankan Evaluasi Keselamatan

  10 February 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 196 
Kategori :
Bagikan :


Setelah 24 Hari Pencarian, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia; Sekda Tekankan Evaluasi Keselamatan

10 February 2026 | 19:00:00 | dibaca : 196
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KARANGANYAR – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. 

Setelah dilakukan pencarian intensif selama 24 hari yang melibatkan tim SAR gabungan serta relawan dari berbagai unsur, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di celah tebing aliran sungai antara Bukit Mongkrang dan Bukit Mitis, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Sekda hadir langsung melayat ke rumah duka di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, pada Selasa malam. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada keluarga almarhum.

IIa menyampaikan, meskipun hasil pencarian tidak sesuai harapan, ditemukannya almarhum memberikan kepastian bagi keluarga.

“Alhamdulillah Mas Yazid sudah ditemukan, meskipun kondisinya tidak seperti yang kita harapkan. Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga, dan mereka menyampaikan sudah ikhlas. Semoga ini menjadi jalan terbaik bagi almarhum,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sekda Jateng juga mengapresiasi seluruh tim SAR dan relawan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian di medan yang cukup berat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan tim SAR, yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam upaya pencarian ini,” katanya.

Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan pendakian di Bukit Mongkrang. 

Menurutnya, Bukit Mongkrang memiliki daya tarik tinggi, terutama bagi pendaki pemula, namun juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi dengan sistem pengamanan yang memadai.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kejadian ini menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari penataan jalur, petunjuk arah, hingga pengawasan, terutama bagi pendaki pemula,” tegasnya.

Sebagai informasi, Yazid sebelumnya dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian pada Minggu (18/1). Operasi pencarian SAR dimulai pada Senin (19/1) dan berlangsung selama tujuh hari hingga Minggu (25/1), kemudian diperpanjang hingga Sabtu (31/1). Akan tetapi, pada periode tersebut korban belum berhasil ditemukan. Bahkan, Sekda Jateng turut terlibat langsung dalam proses pencarian pada tanggal 27–28 Januari 2026.

Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, menjelaskan bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.54 WIB oleh tim Wanadri yang sedang melakukan flying camp di kawasan tersebut. 

“Posisi korban berada di bawah (Bukit) Mongkrang mengikuti aliran sungai. Karena jalur menuju puncak cukup curam, proses evakuasi dilakukan melalui jalur yang lebih landai di wilayah Beruk,” ucapnya.

Sebanyak 50 personel SAR gabungan dikerahkan dalam proses evakuasi hingga jenazah berhasil dibawa ke RSUD Karanganyar. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB, disalatkan, dan dimakamkan pada malam yang sama.


Bagikan :

KARANGANYAR – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. 

Setelah dilakukan pencarian intensif selama 24 hari yang melibatkan tim SAR gabungan serta relawan dari berbagai unsur, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di celah tebing aliran sungai antara Bukit Mongkrang dan Bukit Mitis, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Sekda hadir langsung melayat ke rumah duka di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, pada Selasa malam. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada keluarga almarhum.

IIa menyampaikan, meskipun hasil pencarian tidak sesuai harapan, ditemukannya almarhum memberikan kepastian bagi keluarga.

“Alhamdulillah Mas Yazid sudah ditemukan, meskipun kondisinya tidak seperti yang kita harapkan. Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga, dan mereka menyampaikan sudah ikhlas. Semoga ini menjadi jalan terbaik bagi almarhum,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sekda Jateng juga mengapresiasi seluruh tim SAR dan relawan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian di medan yang cukup berat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan tim SAR, yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam upaya pencarian ini,” katanya.

Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan pendakian di Bukit Mongkrang. 

Menurutnya, Bukit Mongkrang memiliki daya tarik tinggi, terutama bagi pendaki pemula, namun juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi dengan sistem pengamanan yang memadai.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kejadian ini menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari penataan jalur, petunjuk arah, hingga pengawasan, terutama bagi pendaki pemula,” tegasnya.

Sebagai informasi, Yazid sebelumnya dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian pada Minggu (18/1). Operasi pencarian SAR dimulai pada Senin (19/1) dan berlangsung selama tujuh hari hingga Minggu (25/1), kemudian diperpanjang hingga Sabtu (31/1). Akan tetapi, pada periode tersebut korban belum berhasil ditemukan. Bahkan, Sekda Jateng turut terlibat langsung dalam proses pencarian pada tanggal 27–28 Januari 2026.

Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, menjelaskan bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.54 WIB oleh tim Wanadri yang sedang melakukan flying camp di kawasan tersebut. 

“Posisi korban berada di bawah (Bukit) Mongkrang mengikuti aliran sungai. Karena jalur menuju puncak cukup curam, proses evakuasi dilakukan melalui jalur yang lebih landai di wilayah Beruk,” ucapnya.

Sebanyak 50 personel SAR gabungan dikerahkan dalam proses evakuasi hingga jenazah berhasil dibawa ke RSUD Karanganyar. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB, disalatkan, dan dimakamkan pada malam yang sama.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu