Follow Us :              

Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Gubernur Jateng Siapkan Gerakan Bersih Sampah 

  10 February 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 104 
Kategori :
Bagikan :


Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Gubernur Jateng Siapkan Gerakan Bersih Sampah 

10 February 2026 | 00:00:00 | dibaca : 104
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menggagas gerakan bersih-bersih sampah mulai dari lingkup terkecil. Langkah ini merupakan salah satu upaya sekaligus tindak lanjut untuk menumbuhkan kembali kesadaran lingkungan serta meningkatkan pengelolaan sampah. 

Gagasan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia bersih dari sampah dan mencapai target nol sampah pada tahun 2029.

"Saya ulangi. Sampah, sampah, sampah. Bapak Presiden sangat komitmen (tentang sampah). Jadi sampah harus segera dieksekusi," ucapnya saat memberikan arahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam praktiknya, gerakan tersebut akan dilakukan secara rutin dan bertahap. Kegiatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk aksi bersih-bersih di lingkungan atau kantor masing-masing, misalnya dua hari dalam sepekan dan seterusnya.

Untuk pelaksanaan secara bertahap, Gubernur akan menggandeng seluruh instansi vertikal dan horizontal di Jateng untuk melakukan kegiatan bersih-bersih bersama di titik yang banyak terdapat sampah. Gerakan ini harus terus dilakukan secara masif dan berkelanjutan hingga tingkat kabupaten/kota.

"Kita ajak Polda, Kejaksaan, Kodam, dan seluruh instansi. Kita turun bersama cari sampah. Bisa seminggu sekali, sehingga getaran efeknya dirasakan untuk kita, sekaligus mendidik masyarakat untuk bersih-bersih sampah," katanya.

Gubernur mengatakan, beberapa kabupaten/kota di Jateng sudah melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Misalnya, wilayah Pekalongan Raya sudah menyiapkan tempat di Kabupaten Pekalongan untuk membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional. 

Selanjutnya, Kabupaten Tegal bersama Kota Tegal dan Kabupaten Brebes juga berencana melakukan hal serupa. Tak hanya itu, Solo Raya pun sedang mencari lokasi. Lalu ada Semarang Raya yang juga mulai membahas pengolahan sampah regional.

TPST Regional ini mampu mengolah sampah di atas 1.000 ton per hari. Sementara untuk daerah yang kapasitas sampahnya sedikit dapat menggunakan model Refuse Derived Fuel/RDF atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, yang hanya membutuhkan 100-200 ton sampah per hari.

"Ini harus cepat karena persoalan sampah sudah menjadi proyek vital nasional," ucap Gubernur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Jateng, Widi Hartanto, mengatakan, gerakan bersih sampah yang digagas oleh Gubernur Jateng saat ini sedang dipersiapkan. Gerakan ini menjadi bukti dukungan dan implementasi yang dilakukan oleh Provinsi Jateng terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang digagas oleh pemerintah pusat.

"Terkait tempat pengolahan sampah, koordinasi dengan kabupaten/kota masih terus dilakukan. Ini adalah momentum untuk mengakselerasi pengelolaan sampah," katanya.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menggagas gerakan bersih-bersih sampah mulai dari lingkup terkecil. Langkah ini merupakan salah satu upaya sekaligus tindak lanjut untuk menumbuhkan kembali kesadaran lingkungan serta meningkatkan pengelolaan sampah. 

Gagasan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia bersih dari sampah dan mencapai target nol sampah pada tahun 2029.

"Saya ulangi. Sampah, sampah, sampah. Bapak Presiden sangat komitmen (tentang sampah). Jadi sampah harus segera dieksekusi," ucapnya saat memberikan arahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam praktiknya, gerakan tersebut akan dilakukan secara rutin dan bertahap. Kegiatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk aksi bersih-bersih di lingkungan atau kantor masing-masing, misalnya dua hari dalam sepekan dan seterusnya.

Untuk pelaksanaan secara bertahap, Gubernur akan menggandeng seluruh instansi vertikal dan horizontal di Jateng untuk melakukan kegiatan bersih-bersih bersama di titik yang banyak terdapat sampah. Gerakan ini harus terus dilakukan secara masif dan berkelanjutan hingga tingkat kabupaten/kota.

"Kita ajak Polda, Kejaksaan, Kodam, dan seluruh instansi. Kita turun bersama cari sampah. Bisa seminggu sekali, sehingga getaran efeknya dirasakan untuk kita, sekaligus mendidik masyarakat untuk bersih-bersih sampah," katanya.

Gubernur mengatakan, beberapa kabupaten/kota di Jateng sudah melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Misalnya, wilayah Pekalongan Raya sudah menyiapkan tempat di Kabupaten Pekalongan untuk membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional. 

Selanjutnya, Kabupaten Tegal bersama Kota Tegal dan Kabupaten Brebes juga berencana melakukan hal serupa. Tak hanya itu, Solo Raya pun sedang mencari lokasi. Lalu ada Semarang Raya yang juga mulai membahas pengolahan sampah regional.

TPST Regional ini mampu mengolah sampah di atas 1.000 ton per hari. Sementara untuk daerah yang kapasitas sampahnya sedikit dapat menggunakan model Refuse Derived Fuel/RDF atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, yang hanya membutuhkan 100-200 ton sampah per hari.

"Ini harus cepat karena persoalan sampah sudah menjadi proyek vital nasional," ucap Gubernur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Jateng, Widi Hartanto, mengatakan, gerakan bersih sampah yang digagas oleh Gubernur Jateng saat ini sedang dipersiapkan. Gerakan ini menjadi bukti dukungan dan implementasi yang dilakukan oleh Provinsi Jateng terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang digagas oleh pemerintah pusat.

"Terkait tempat pengolahan sampah, koordinasi dengan kabupaten/kota masih terus dilakukan. Ini adalah momentum untuk mengakselerasi pengelolaan sampah," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu