Foto : Vivi (Humas Jateng)
Foto : Vivi (Humas Jateng)
SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya menjunjung tinggi nilai-nilai integritas.
Menurutnya, integritas bagi ASN adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dalam mengelola sumber daya negara.
Hal itu disampaikannya dalam acara pelantikan Dewan Pengurus (DP) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Unit Provinsi Jawa Tengah Periode 2026–2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat, 13 Februari 2026.
Sekda mengaitkan nilai integritas ASN dengan pengalaman sederhana saat berpuasa. Ia mencontohkan, bagaimana seseorang begitu berhati-hati ketika menjalankan ibadah puasa, bahkan terhadap hal yang sejatinya halal.
“Ketika puasa, saat wudu kita berkumur, setelah itu meludah berkali-kali, kenapa? Karena kita takut ada air yang tertelan dan membatalkan puasa,” ucapnya.
Padahal, air yang digunakan saat wudu adalah air yang bersih, suci, dan halal. Meskipun demikian, kehati-hatian tetap dijaga. Maka dari itu, ia mengajak ASN menarik benang merah hal itu ke kehidupan sehari-hari.
“Kalau yang halal saja kita hati-hati, apalagi terhadap sesuatu yang jelas bukan hak kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sekda memberikan pesan kuat kepada para pengurus baru agar mereka menjadikan organisasi ini sebagai motor penggerak profesionalitas ASN, yang adaptif terhadap teknologi sekaligus tetap teguh menjaga integritas.
Sekda yang juga menjabat sebagai Ketua Korpri Jateng menegaskan, tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, ASN tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan zaman.
“Tentu saja tanggung jawab dan amanah ini (harus) bisa kita jalankan dengan baik. Bagaimana kita juga meningkatkan kemampuan kita, perkembangan zaman, perkembangan teknologi, itu harus kita lakukan,” ucapnya di hadapan 76 pengurus yang baru dilantik.
Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peran serta Korpri Jawa Tengah dalam aksi kemanusiaan. Ia memaparkan data bahwa Korpri Jateng tidak hanya hadir untuk anggotanya, tetapi juga untuk masyarakat luas, bahkan hingga ke luar provinsi.
Tercatat pada tahun 2025, Korpri Jateng telah menyalurkan bantuan bencana sebesar Rp550 juta. Sementara itu, memasuki awal tahun 2026, organisasi ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp445 juta untuk penanganan bencana di berbagai wilayah, termasuk di Sumatera.
“Korpri ini bukan soal mau dapat apa, tetapi mau berkontribusi apa. Kami berterima kasih karena kontribusi teman-teman semua, kita bisa berperan aktif menangani _problem_ bencana, baik di Jawa Tengah maupun provinsi lain,” ucap Sekda.
SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya menjunjung tinggi nilai-nilai integritas.
Menurutnya, integritas bagi ASN adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dalam mengelola sumber daya negara.
Hal itu disampaikannya dalam acara pelantikan Dewan Pengurus (DP) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Unit Provinsi Jawa Tengah Periode 2026–2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat, 13 Februari 2026.
Sekda mengaitkan nilai integritas ASN dengan pengalaman sederhana saat berpuasa. Ia mencontohkan, bagaimana seseorang begitu berhati-hati ketika menjalankan ibadah puasa, bahkan terhadap hal yang sejatinya halal.
“Ketika puasa, saat wudu kita berkumur, setelah itu meludah berkali-kali, kenapa? Karena kita takut ada air yang tertelan dan membatalkan puasa,” ucapnya.
Padahal, air yang digunakan saat wudu adalah air yang bersih, suci, dan halal. Meskipun demikian, kehati-hatian tetap dijaga. Maka dari itu, ia mengajak ASN menarik benang merah hal itu ke kehidupan sehari-hari.
“Kalau yang halal saja kita hati-hati, apalagi terhadap sesuatu yang jelas bukan hak kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sekda memberikan pesan kuat kepada para pengurus baru agar mereka menjadikan organisasi ini sebagai motor penggerak profesionalitas ASN, yang adaptif terhadap teknologi sekaligus tetap teguh menjaga integritas.
Sekda yang juga menjabat sebagai Ketua Korpri Jateng menegaskan, tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, ASN tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan zaman.
“Tentu saja tanggung jawab dan amanah ini (harus) bisa kita jalankan dengan baik. Bagaimana kita juga meningkatkan kemampuan kita, perkembangan zaman, perkembangan teknologi, itu harus kita lakukan,” ucapnya di hadapan 76 pengurus yang baru dilantik.
Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peran serta Korpri Jawa Tengah dalam aksi kemanusiaan. Ia memaparkan data bahwa Korpri Jateng tidak hanya hadir untuk anggotanya, tetapi juga untuk masyarakat luas, bahkan hingga ke luar provinsi.
Tercatat pada tahun 2025, Korpri Jateng telah menyalurkan bantuan bencana sebesar Rp550 juta. Sementara itu, memasuki awal tahun 2026, organisasi ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp445 juta untuk penanganan bencana di berbagai wilayah, termasuk di Sumatera.
“Korpri ini bukan soal mau dapat apa, tetapi mau berkontribusi apa. Kami berterima kasih karena kontribusi teman-teman semua, kita bisa berperan aktif menangani _problem_ bencana, baik di Jawa Tengah maupun provinsi lain,” ucap Sekda.
Berita Terbaru