Follow Us :              

Jalur Grobogan—Semarang Putus Total, Gubernur Instruksikan Percepat Pemasangan Jembatan Armco

  17 February 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 681 
Kategori :
Bagikan :


Jalur Grobogan—Semarang Putus Total, Gubernur Instruksikan Percepat Pemasangan Jembatan Armco

17 February 2026 | 10:00:00 | dibaca : 681
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

GROBOGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng untuk mempercepat pemasangan jembatan armco di jalur utama Kabupaten Grobogan—Kota Semarang.  

Pemasangan jembatan dilakukan di jalan yang berdekatan dengan titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yang mengakibatkan jalan utama itu terputus total.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur saat meninjau lokasi tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Ia mengatakan, jalan tersebut sangat krusial bagi masyarakat. Sebab, jalan itu merupakan jalur utama penghubung logistik dan jalur mudik Lebaran. Oleh karena itu, Gubernur menginginkan agar jalan tersebut bisa segera digunakan kembali.

"Yang penting jalan ini bisa dipakai dulu, karena ini jalur utama mudik," ucapnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa langkah penanganan terkait kejadian tanggul jebol, yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang. 

Penanganan jangka pendek dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi Jateng berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menutup tanggul yang jebol, serta membangun jembatan yang menghubungkan jalur utama.

Penutupan sementara tanggul sungai dilakukan selama tiga hari ke depan. Sementara penguatan tanggul dilakukan hingga satu pekan berikutnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan normalisasi Sungai Tuntang, sebagaimana yang telah dilakukan di Sungai Wulan. Saat berada di lokasi, ia bahkan menelepon langsung Menteri PU untuk meminta segera dilakukan normalisasi di sungai tersebut.

"Sedimennya yang sangat tinggi, saya akan mengusulkan ke kementerian, karena itu kewenangan BBWS, minimal dinormalisasi," tegasnya.

Gubernur menyampaikan, ada dua kabupaten yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan. 

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan jembatan armco milik Provinsi Jawa Tengah sudah digeser dari Kabupaten Pati ke Desa Tinanding, Kecamatan Godong. Jembatan dijadwalkan akan tiba di lokasi pada Selasa malam, 17 Februari 2026. 

"Targetnya satu minggu. Kami yakin bisa menyelesaikan jembatan armco," katanya.

Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin sore, 16 Februari 2026. Hal itu disebabkan oleh tingginya curah hujan serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang. 

Dampaknya, sebanyak 42 desa di 10 kecamatan wilayah Kabupaten Grobogan terendam banjir. Setidaknya, ada 9.000 KK terdampak dan ratusan hektare sawah yang terendam. 

Sementara itu, jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding mengakibatkan jalan utama Grobogan-Semarang terputus total.


Bagikan :

GROBOGAN — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng untuk mempercepat pemasangan jembatan armco di jalur utama Kabupaten Grobogan—Kota Semarang.  

Pemasangan jembatan dilakukan di jalan yang berdekatan dengan titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yang mengakibatkan jalan utama itu terputus total.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur saat meninjau lokasi tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Ia mengatakan, jalan tersebut sangat krusial bagi masyarakat. Sebab, jalan itu merupakan jalur utama penghubung logistik dan jalur mudik Lebaran. Oleh karena itu, Gubernur menginginkan agar jalan tersebut bisa segera digunakan kembali.

"Yang penting jalan ini bisa dipakai dulu, karena ini jalur utama mudik," ucapnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa langkah penanganan terkait kejadian tanggul jebol, yaitu penanganan jangka pendek dan jangka panjang. 

Penanganan jangka pendek dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi Jateng berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menutup tanggul yang jebol, serta membangun jembatan yang menghubungkan jalur utama.

Penutupan sementara tanggul sungai dilakukan selama tiga hari ke depan. Sementara penguatan tanggul dilakukan hingga satu pekan berikutnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan normalisasi Sungai Tuntang, sebagaimana yang telah dilakukan di Sungai Wulan. Saat berada di lokasi, ia bahkan menelepon langsung Menteri PU untuk meminta segera dilakukan normalisasi di sungai tersebut.

"Sedimennya yang sangat tinggi, saya akan mengusulkan ke kementerian, karena itu kewenangan BBWS, minimal dinormalisasi," tegasnya.

Gubernur menyampaikan, ada dua kabupaten yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan. 

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan jembatan armco milik Provinsi Jawa Tengah sudah digeser dari Kabupaten Pati ke Desa Tinanding, Kecamatan Godong. Jembatan dijadwalkan akan tiba di lokasi pada Selasa malam, 17 Februari 2026. 

"Targetnya satu minggu. Kami yakin bisa menyelesaikan jembatan armco," katanya.

Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin sore, 16 Februari 2026. Hal itu disebabkan oleh tingginya curah hujan serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang. 

Dampaknya, sebanyak 42 desa di 10 kecamatan wilayah Kabupaten Grobogan terendam banjir. Setidaknya, ada 9.000 KK terdampak dan ratusan hektare sawah yang terendam. 

Sementara itu, jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding mengakibatkan jalan utama Grobogan-Semarang terputus total.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu