Follow Us :              

Wagub Pastikan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang

  18 February 2026  |   14:55:00  |   dibaca : 158 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Pastikan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang

18 February 2026 | 14:55:00 | dibaca : 158
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

GROBOGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung progres perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Kunjungan ini menjadi langkah lanjutan, setelah Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melakukan tinjauan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

"Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan,” ujarnya.

Selain berfokus pada titik tanggul yang jebol, Wagub juga meminta pemerintah desa dan masyarakat aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang. 

Menurutnya, banyak bagian tanggul yang membutuhkan perawatan rutin agar tidak menimbulkan risiko bencana saat hujan cukup deras.

“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), supaya saat (curah) hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” tegasnya.

Wagub menambahkan, penanganan kali ini tidak semata-mata untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, tetapi juga mengupayakan langkah pencegahan di seluruh bentang tanggul. 

“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” katanya.

Terkait kondisi warga terdampak, Wagub menyampaikan bahwa kebutuhan logistik relatif aman. 

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyebutkan bahwa pihaknya telah memobilisasi sejumlah alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di 2 titik tanggul yang jebol.

“Per hari ini kami memobilisasi 9 alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar 5 alat, terdiri 1 dozer dan 4 ekskavator. Titik kedua, 4 ekskavator. Kami juga menambah 1 alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” ungkapnya.

Ia mengatakan, target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam waktu 3 hari, setelah itu akan dilakukan penguatan tanggul dalam waktu 7 hari. 

“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” jelasnya.

Tak hanya itu, BBWS juga terus melakukan pengawasan debit air, mengingat cuaca masih tergolong ekstrem. Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Untuk Sungai Tuntang ada 2 titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” terangnya.

Heri menegaskan, kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan pekerjaan dan penanganan bencana di lapangan. 

“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada Senin (16/2/2026) mengakibatkan jalur provinsi Semarang-Grobogan terputus. 

Guna menangani hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng akan memasang jembatan armco agar jalan raya bisa dilalui kembali.


Bagikan :

GROBOGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung progres perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Kunjungan ini menjadi langkah lanjutan, setelah Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melakukan tinjauan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

"Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan,” ujarnya.

Selain berfokus pada titik tanggul yang jebol, Wagub juga meminta pemerintah desa dan masyarakat aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang. 

Menurutnya, banyak bagian tanggul yang membutuhkan perawatan rutin agar tidak menimbulkan risiko bencana saat hujan cukup deras.

“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), supaya saat (curah) hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” tegasnya.

Wagub menambahkan, penanganan kali ini tidak semata-mata untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, tetapi juga mengupayakan langkah pencegahan di seluruh bentang tanggul. 

“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” katanya.

Terkait kondisi warga terdampak, Wagub menyampaikan bahwa kebutuhan logistik relatif aman. 

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyebutkan bahwa pihaknya telah memobilisasi sejumlah alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di 2 titik tanggul yang jebol.

“Per hari ini kami memobilisasi 9 alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar 5 alat, terdiri 1 dozer dan 4 ekskavator. Titik kedua, 4 ekskavator. Kami juga menambah 1 alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” ungkapnya.

Ia mengatakan, target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam waktu 3 hari, setelah itu akan dilakukan penguatan tanggul dalam waktu 7 hari. 

“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” jelasnya.

Tak hanya itu, BBWS juga terus melakukan pengawasan debit air, mengingat cuaca masih tergolong ekstrem. Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Untuk Sungai Tuntang ada 2 titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” terangnya.

Heri menegaskan, kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan pekerjaan dan penanganan bencana di lapangan. 

“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada Senin (16/2/2026) mengakibatkan jalur provinsi Semarang-Grobogan terputus. 

Guna menangani hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng akan memasang jembatan armco agar jalan raya bisa dilalui kembali.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu