Follow Us :              

Bertemu Dubes dan Pengusaha Asal India, Gubernur Jateng Tawarkan Investasi di Sejumlah Sektor 

  19 February 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 88 
Kategori :
Bagikan :


Bertemu Dubes dan Pengusaha Asal India, Gubernur Jateng Tawarkan Investasi di Sejumlah Sektor 

19 February 2026 | 08:30:00 | dibaca : 88
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong peningkatan investasi serta menawarkan peluang investasi baru kepada para pengusaha asal India.

Tawaran tersebut disampaikannya saat menerima Kunjungan Kehormatan dari Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, dan sejumlah pengusaha asal India di kantornya pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Gubernur menyampaikan, investasi India di Jateng menempati urutan ke-17 dengan realisasi investasi mencapai Rp646,52 miliar. Realisasi itu berasal dari beberapa sektor, seperti industri tekstil sekitar 62%, hotel dan restoran 16%, perdagangan dan reparasi sekitar 12%, industri kayu 4%, serta sektor lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menawarkan investasi di berbagai bidang kepada para pengusaha India, antara lain terkait ekonomi hijau (green economy), kesehatan/medis, serta industri garmen yang bersifat padat karya. 

Gubernur berharap, pemerintah dan pengusaha asal India dapat memanfaatkan peluang investasi baru secara optimal, sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayahnya bisa terus meningkat. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Jateng pada tahun 2025 sebesar 5,37%. Hal ini diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39%.

"Itu semua berkat investasi yang datang dari luar negeri, salah satunya India, (dan investasi dari dalam negeri). Jawa Tengah adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi," ucapnya.

Sementara itu, Dubes India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, mengatakan, pemerintah dan para pengusaha asal India sangat tertarik berinvestasi di Jateng. 

Ia mengungkapkan, salah satu daya tarik dalam menanamkan investasi di provinsi ini adalah adanya kesamaan antara India dan Indonesia, khususnya Jateng, yang memiliki jumlah penduduk yang besar. 

"Saya mengapresiasi terkait iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri," katanya.

Sandeep menambahkan, sekitar bulan Agustus 2026 nanti akan ada groundbreaking atau peletakan batu pertama salah satu perusahaan dari India di Jateng. Nilai investasi dari perusahaan tersebut mencapai sekitar USD 30 juta.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, nilai realisasi investasi Jateng pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.

Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi Jateng dalam 10 tahun terakhir. Adapun dari nilai investasi itu, ada sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong peningkatan investasi serta menawarkan peluang investasi baru kepada para pengusaha asal India.

Tawaran tersebut disampaikannya saat menerima Kunjungan Kehormatan dari Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, dan sejumlah pengusaha asal India di kantornya pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Gubernur menyampaikan, investasi India di Jateng menempati urutan ke-17 dengan realisasi investasi mencapai Rp646,52 miliar. Realisasi itu berasal dari beberapa sektor, seperti industri tekstil sekitar 62%, hotel dan restoran 16%, perdagangan dan reparasi sekitar 12%, industri kayu 4%, serta sektor lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menawarkan investasi di berbagai bidang kepada para pengusaha India, antara lain terkait ekonomi hijau (green economy), kesehatan/medis, serta industri garmen yang bersifat padat karya. 

Gubernur berharap, pemerintah dan pengusaha asal India dapat memanfaatkan peluang investasi baru secara optimal, sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayahnya bisa terus meningkat. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Jateng pada tahun 2025 sebesar 5,37%. Hal ini diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39%.

"Itu semua berkat investasi yang datang dari luar negeri, salah satunya India, (dan investasi dari dalam negeri). Jawa Tengah adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi," ucapnya.

Sementara itu, Dubes India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, mengatakan, pemerintah dan para pengusaha asal India sangat tertarik berinvestasi di Jateng. 

Ia mengungkapkan, salah satu daya tarik dalam menanamkan investasi di provinsi ini adalah adanya kesamaan antara India dan Indonesia, khususnya Jateng, yang memiliki jumlah penduduk yang besar. 

"Saya mengapresiasi terkait iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri," katanya.

Sandeep menambahkan, sekitar bulan Agustus 2026 nanti akan ada groundbreaking atau peletakan batu pertama salah satu perusahaan dari India di Jateng. Nilai investasi dari perusahaan tersebut mencapai sekitar USD 30 juta.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, nilai realisasi investasi Jateng pada tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.

Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi Jateng dalam 10 tahun terakhir. Adapun dari nilai investasi itu, ada sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu