Follow Us :              

Upaya Merawat Budaya, Pemprov Jateng Dukung Penuh Perayaan Cap Go Meh Tingkat Provinsi

  13 March 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 204 
Kategori :
Bagikan :


Upaya Merawat Budaya, Pemprov Jateng Dukung Penuh Perayaan Cap Go Meh Tingkat Provinsi

13 March 2026 | 13:00:00 | dibaca : 204
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto, menyampaikan organisasinya akan menyelenggarakan Perayaan Cap Go Meh 2026 tingkat provinsi di daerah Manyaran, Kota Semarang pada 15 Maret 2026. 

Hal itu disampaikannya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Ia mengatakan, perayaan Cap Go Meh kali ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas komunitas serta simbol persatuan masyarakat.

“Kami mengundang seluruh pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma se-Jawa Tengah, serta paguyuban suku marga Tionghoa di Jawa Tengah. Harapannya, acara ini menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini mengusung semangat harmoni kebudayaan nusantara, sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas keagamaan dan budaya di provinsi ini.

Harapannya, Gubernur Jawa Tengah dapat hadir dalam kegiatan tersebut, mengingat perayaan Cap Go Meh pada tingkat provinsi pertama kalinya diselenggarakan oleh Gema Sadhana.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jateng menyatakan kesediaannya untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Oke, saya datang. Apalagi yang perlu kita dukung?” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Gema Sadhana menyampaikan sejumlah potensi budaya yang dapat dikembangkan di Jateng, salah satunya keberadaan kelenteng bersejarah di Welahan, Kabupaten Jepara.

Kelenteng itu telah berdiri sekitar 400 tahun dan dikenal sebagai tempat pengobatan tradisional. Berdasarkan cerita masyarakat, RA Kartini saat kecil pernah sakit dan sembuh setelah berobat di kelenteng tersebut.

Mendengar hal itu, Gubernur meminta Gema Sadhana untuk menyampaikan kepada Bupati Jepara agar kelenteng itu segera diusulkan sebagai cagar budaya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, pihaknya mendukung dan akan terus mendorong penguatan kegiatan budaya lintas komunitas di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan perkumpulan aliran kepercayaan juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dapat dioptimalkan. Maka dari itu, keberagaman ini perlu dirawat dan dilestarikan. 

“Kita kan ada perkumpulan aliran kepercayaan. Ke depan akan kami optimalkan dari sisi kebudayaan. Kalau bisa berkelanjutan, kegiatan seperti ini dapat dimasukkan dalam agenda tahunan,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto, menyampaikan organisasinya akan menyelenggarakan Perayaan Cap Go Meh 2026 tingkat provinsi di daerah Manyaran, Kota Semarang pada 15 Maret 2026. 

Hal itu disampaikannya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Ia mengatakan, perayaan Cap Go Meh kali ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas komunitas serta simbol persatuan masyarakat.

“Kami mengundang seluruh pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma se-Jawa Tengah, serta paguyuban suku marga Tionghoa di Jawa Tengah. Harapannya, acara ini menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini mengusung semangat harmoni kebudayaan nusantara, sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas keagamaan dan budaya di provinsi ini.

Harapannya, Gubernur Jawa Tengah dapat hadir dalam kegiatan tersebut, mengingat perayaan Cap Go Meh pada tingkat provinsi pertama kalinya diselenggarakan oleh Gema Sadhana.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jateng menyatakan kesediaannya untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Oke, saya datang. Apalagi yang perlu kita dukung?” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Gema Sadhana menyampaikan sejumlah potensi budaya yang dapat dikembangkan di Jateng, salah satunya keberadaan kelenteng bersejarah di Welahan, Kabupaten Jepara.

Kelenteng itu telah berdiri sekitar 400 tahun dan dikenal sebagai tempat pengobatan tradisional. Berdasarkan cerita masyarakat, RA Kartini saat kecil pernah sakit dan sembuh setelah berobat di kelenteng tersebut.

Mendengar hal itu, Gubernur meminta Gema Sadhana untuk menyampaikan kepada Bupati Jepara agar kelenteng itu segera diusulkan sebagai cagar budaya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, pihaknya mendukung dan akan terus mendorong penguatan kegiatan budaya lintas komunitas di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan perkumpulan aliran kepercayaan juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dapat dioptimalkan. Maka dari itu, keberagaman ini perlu dirawat dan dilestarikan. 

“Kita kan ada perkumpulan aliran kepercayaan. Ke depan akan kami optimalkan dari sisi kebudayaan. Kalau bisa berkelanjutan, kegiatan seperti ini dapat dimasukkan dalam agenda tahunan,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu