Follow Us :              

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng

  05 October 2026  |   20:00:00  |   dibaca : 83 
Kategori :
Bagikan :

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng

05 October 2026 | 20:00:00 | dibaca : 83
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Euforia Ribuan Warga Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG – Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah di Kota Semarang berubah menjadi lautan manusia pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 melalui layar raksasa. 

Nyala flare menerangi kerumunan, sementara nyanyian dan teriakan dukungan untuk Skuad Garuda menggema hingga ke Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Puncak euforia terjadi ketika kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menggagalkan penalti penendang keempat Tailan, Nattapong Sayriya. Warga yang menonton langsung berdiri, berteriak, dan merayakan kemenangan, setelah Indonesia memastikan gelar juara dengan skor 4-2 melalui adu penalti.

Kemenangan itu terasa semakin dramatis, karena Indonesia harus bangkit dua kali dalam pertandingan. Sempat unggul melalui tendangan bebas Dean James pada menit ke-84, skor dari Timnas Indonesia kemudian disamakan Tailan tiga menit berselang lewat gol yang dicetak Iklas Sanron.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Bahkan, skor Tailan berbalik unggul 2-1 melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Di tengah harapan yang mulai menipis, Elkan Baggott menyamakan kedudukan pada menit ke-116. Skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan berakhir, sehingga pemenang laga ini harus ditentukan lewat adu penalti.

Saat tendangan penalti keempat Tailan berhasil ditepis Emil Audero, suasana di Halaman Kantor Gubernur Jateng langsung pecah. Flare kembali menyala di tengah kerumunan. Nyanyian Garuda dan pekikan “Indonesia!” menggema, disambut lambaian bendera merah putih dari berbagai sudut halaman.

Di tengah kemeriahan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga ikut menyaksikan pertandingan tersebut bersama ribuan warga. Ia menyebut, kemenangan ini menunjukkan kebangkitan sepak bola Indonesia.

Ia mengaku puas melihat para pemain mampu tetap tenang hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

"Saya puas, karena tim kita di akhir-akhir bisa menguasai, bisa tenang. Luar biasa, semoga ke depannya tambah juara lagi," ujarnya.

Wagub juga menilai antusiasme warga sepanjang pertandingan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang muncul dari dukungan terhadap Timnas.

"Euforianya luar biasa. Kawan-kawan sangat semangat, nasionalismenya hebat, luar biasa atas kekompakannya," katanya.

Antusiasme warga bahkan tidak tertampung di Halaman Kantor Gubernur Jateng. Kerumunan meluber hingga Jalan Pahlawan dan tetap bertahan sampai pertandingan berakhir.

Anom Subawono, peserta nonton bareng (nobar) asal Surabaya yang kebetulan singgah di Semarang, menjadi salah satu warga yang ikut larut dalam suasana tersebut.

Menurutnya, nobar yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur Jateng membuat masyarakat bisa merasakan suasana berbeda, karena dapat menyaksikan pertandingan bersama-sama tanpa sekat dengan pemerintah.

"Saya kira positif sekali ya, kan biar dekat antara pemerintah dengan masyarakat. Biar terjalin hubungan yang baiklah. Biar enggak ada sekat antara pemerintahan, dalam hal ini Pak Gubernur, dengan masyarakatnya, warganya," ucap Anom.

Kemeriahan juga dirasakan Sabilla Destriadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), yang datang bersama dua temannya, Aulia Randis dan Dina Oktafiana. Bagi Sabilla, nobar di Halaman Kantor Gubernur Jateng menjadi pengalaman pertamanya.

Mereka juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jateng yang telah menyediakan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama mendukung Timnas.

"Terima kasih buat Pak Gubernur, buat tempatnya, buat nonton masyarakat. Jadi, kayak kita tuh sama-sama buat ngeramein Timnas, mendukung Timnas," ucap Sabilla.

Sementara itu, Arta Aji, warga Semarang, mengaku sudah empat kali mengikuti nobar Timnas di lokasi tersebut, sejak pertandingan pertama melawan Singapura.

"Ya sangat membantu sih buat masyarakat buat nobar acara-acara kayak gini. Seharusnya sering dilakuin sih," katanya.

Ia berharap, keberhasilan Indonesia menjadi juara dapat menjadi pijakan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

Nobar di Kantor Gubernur Jateng juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah undian berupa sepatu dan jersey Timnas Indonesia. Warga yang hadir pun dapat menikmati beragam hidangan secara gratis, mulai dari bakso, soto, nasi goreng, hingga wedang ronde.

Nobar final ini menjadi gelaran keempat yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya, Pemprov Jateng juga menggelar nobar saat Timnas Indonesia menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.


Bagikan :

SEMARANG – Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah di Kota Semarang berubah menjadi lautan manusia pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 melalui layar raksasa. 

Nyala flare menerangi kerumunan, sementara nyanyian dan teriakan dukungan untuk Skuad Garuda menggema hingga ke Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Puncak euforia terjadi ketika kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menggagalkan penalti penendang keempat Tailan, Nattapong Sayriya. Warga yang menonton langsung berdiri, berteriak, dan merayakan kemenangan, setelah Indonesia memastikan gelar juara dengan skor 4-2 melalui adu penalti.

Kemenangan itu terasa semakin dramatis, karena Indonesia harus bangkit dua kali dalam pertandingan. Sempat unggul melalui tendangan bebas Dean James pada menit ke-84, skor dari Timnas Indonesia kemudian disamakan Tailan tiga menit berselang lewat gol yang dicetak Iklas Sanron.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Bahkan, skor Tailan berbalik unggul 2-1 melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.

Di tengah harapan yang mulai menipis, Elkan Baggott menyamakan kedudukan pada menit ke-116. Skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan berakhir, sehingga pemenang laga ini harus ditentukan lewat adu penalti.

Saat tendangan penalti keempat Tailan berhasil ditepis Emil Audero, suasana di Halaman Kantor Gubernur Jateng langsung pecah. Flare kembali menyala di tengah kerumunan. Nyanyian Garuda dan pekikan “Indonesia!” menggema, disambut lambaian bendera merah putih dari berbagai sudut halaman.

Di tengah kemeriahan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga ikut menyaksikan pertandingan tersebut bersama ribuan warga. Ia menyebut, kemenangan ini menunjukkan kebangkitan sepak bola Indonesia.

Ia mengaku puas melihat para pemain mampu tetap tenang hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

"Saya puas, karena tim kita di akhir-akhir bisa menguasai, bisa tenang. Luar biasa, semoga ke depannya tambah juara lagi," ujarnya.

Wagub juga menilai antusiasme warga sepanjang pertandingan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang muncul dari dukungan terhadap Timnas.

"Euforianya luar biasa. Kawan-kawan sangat semangat, nasionalismenya hebat, luar biasa atas kekompakannya," katanya.

Antusiasme warga bahkan tidak tertampung di Halaman Kantor Gubernur Jateng. Kerumunan meluber hingga Jalan Pahlawan dan tetap bertahan sampai pertandingan berakhir.

Anom Subawono, peserta nonton bareng (nobar) asal Surabaya yang kebetulan singgah di Semarang, menjadi salah satu warga yang ikut larut dalam suasana tersebut.

Menurutnya, nobar yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur Jateng membuat masyarakat bisa merasakan suasana berbeda, karena dapat menyaksikan pertandingan bersama-sama tanpa sekat dengan pemerintah.

"Saya kira positif sekali ya, kan biar dekat antara pemerintah dengan masyarakat. Biar terjalin hubungan yang baiklah. Biar enggak ada sekat antara pemerintahan, dalam hal ini Pak Gubernur, dengan masyarakatnya, warganya," ucap Anom.

Kemeriahan juga dirasakan Sabilla Destriadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), yang datang bersama dua temannya, Aulia Randis dan Dina Oktafiana. Bagi Sabilla, nobar di Halaman Kantor Gubernur Jateng menjadi pengalaman pertamanya.

Mereka juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jateng yang telah menyediakan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama mendukung Timnas.

"Terima kasih buat Pak Gubernur, buat tempatnya, buat nonton masyarakat. Jadi, kayak kita tuh sama-sama buat ngeramein Timnas, mendukung Timnas," ucap Sabilla.

Sementara itu, Arta Aji, warga Semarang, mengaku sudah empat kali mengikuti nobar Timnas di lokasi tersebut, sejak pertandingan pertama melawan Singapura.

"Ya sangat membantu sih buat masyarakat buat nobar acara-acara kayak gini. Seharusnya sering dilakuin sih," katanya.

Ia berharap, keberhasilan Indonesia menjadi juara dapat menjadi pijakan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

Nobar di Kantor Gubernur Jateng juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah undian berupa sepatu dan jersey Timnas Indonesia. Warga yang hadir pun dapat menikmati beragam hidangan secara gratis, mulai dari bakso, soto, nasi goreng, hingga wedang ronde.

Nobar final ini menjadi gelaran keempat yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya, Pemprov Jateng juga menggelar nobar saat Timnas Indonesia menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu