Follow Us :              

Mudik Gratis Pemprov Jateng Bantu Perantau Hemat Jutaan Rupiah

  16 March 2026  |   12:00:00  |   dibaca : 178 
Kategori :
Bagikan :


Mudik Gratis Pemprov Jateng Bantu Perantau Hemat Jutaan Rupiah

16 March 2026 | 12:00:00 | dibaca : 178
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

BANDUNG – Air muka Muhammad Mukhid (40) nampak ceria di antara kerumunan orang di Pangkalan TNI Angkatan Udara Landasan Udara (Lanud) Husein Sastranegara Bandung pada Senin siang, 16 Maret 2026.

Perantau asal Kabupaten Rembang itu tak henti-hentinya mengucap syukur. Bagi pria yang sudah 15 tahun mengadu nasib di Bandung sebagai pembuat pelat nomor ini, mudik tahun 2026 menjadi momen yang sangat spesial.

Sebab, tahun ini menjadi kali pertamanya Mukhid mencicipi program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, ia harus merogoh kocek cukup dalam untuk bisa membawa keluarganya pulang ke kampung halaman.

“Biasanya pakai bus (umum). Satu orang itu tiketnya bisa Rp550 ribu sampai Rp700 ribu. Itu baru satu orang,” ujar Mukhid saat berbincang di sela keberangkatan.

Tahun ini, Mukhid tidak pulang sendirian. Ia mudik bersama istri dan kedua anaknya. Jika dikalkulasikan dengan tarif bus komersial, ia setidaknya harus menyiapkan dana sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta hanya untuk tiket keberangkatan satu kali jalan.

Dengan adanya program ini, uang jutaan rupiah tersebut bisa ia simpan untuk kebutuhan lain di kampung halaman.

“Ini satu keluarga berempat. Saya, istri, sama dua anak. Berarti menghematnya lumayan banyak sekali. Sangat membantu kami,” tuturnya dengan nada lega.

Tak hanya soal biaya, Mukhid juga mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan. Menurutnya, proses pendaftaran dan fasilitas bus yang disediakan sangat layak dan tidak menyulitkan warga.

“Kesan pertama ya enak, enggak ribet. Fasilitasnya cukup bagus. Harapannya semoga program ini tambah lancar, berkah buat yang mengadakan, dan manfaat buat kita semua,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang melepas langsung keberangkatan para pemudik, turut merasakan kebahagiaan mereka. 

Ia berharap, perjalanan ini bisa menjadi obat rindu yang mujarab, bagi mereka yang telah lama bekerja keras di tanah rantau.

“Saya doakan perjalanannya bahagia, ketemu dengan keluarga dengan sehat. Semoga ini benar-benar bisa mengobati rasa kangen Bapak Ibu sekalian,” ucap Wagub.

Wagub juga berharap, kepulangan mereka ke kampung halaman juga bisa menjadi momen untuk mengisi energi kembali.

“Harapannya, mereka nantinya semangat lagi untuk bekerja mencari rezeki di perantauan setelah bertemu keluarga,” pungkasnya.

Program Mudik Gratis 2026 memang memprioritaskan untuk warga dengan latar belakang ekonomi tertentu, seperti buruh lepas dan pedagang kecil. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat kecil, seperti keluarga Mukhid.

Adapun dari 1.142 pemudik asal Jateng dari Bandung Raya, sebanyak 31,4% merupakan buruh lepas dan 35,6% merupakan pedagang kaki lima serta UMKM. Sementara sisanya adalah guru ngaji, karyawan, asisten rumah tangga, ojek online, dan mahasiswa.


Bagikan :

BANDUNG – Air muka Muhammad Mukhid (40) nampak ceria di antara kerumunan orang di Pangkalan TNI Angkatan Udara Landasan Udara (Lanud) Husein Sastranegara Bandung pada Senin siang, 16 Maret 2026.

Perantau asal Kabupaten Rembang itu tak henti-hentinya mengucap syukur. Bagi pria yang sudah 15 tahun mengadu nasib di Bandung sebagai pembuat pelat nomor ini, mudik tahun 2026 menjadi momen yang sangat spesial.

Sebab, tahun ini menjadi kali pertamanya Mukhid mencicipi program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, ia harus merogoh kocek cukup dalam untuk bisa membawa keluarganya pulang ke kampung halaman.

“Biasanya pakai bus (umum). Satu orang itu tiketnya bisa Rp550 ribu sampai Rp700 ribu. Itu baru satu orang,” ujar Mukhid saat berbincang di sela keberangkatan.

Tahun ini, Mukhid tidak pulang sendirian. Ia mudik bersama istri dan kedua anaknya. Jika dikalkulasikan dengan tarif bus komersial, ia setidaknya harus menyiapkan dana sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta hanya untuk tiket keberangkatan satu kali jalan.

Dengan adanya program ini, uang jutaan rupiah tersebut bisa ia simpan untuk kebutuhan lain di kampung halaman.

“Ini satu keluarga berempat. Saya, istri, sama dua anak. Berarti menghematnya lumayan banyak sekali. Sangat membantu kami,” tuturnya dengan nada lega.

Tak hanya soal biaya, Mukhid juga mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan. Menurutnya, proses pendaftaran dan fasilitas bus yang disediakan sangat layak dan tidak menyulitkan warga.

“Kesan pertama ya enak, enggak ribet. Fasilitasnya cukup bagus. Harapannya semoga program ini tambah lancar, berkah buat yang mengadakan, dan manfaat buat kita semua,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang melepas langsung keberangkatan para pemudik, turut merasakan kebahagiaan mereka. 

Ia berharap, perjalanan ini bisa menjadi obat rindu yang mujarab, bagi mereka yang telah lama bekerja keras di tanah rantau.

“Saya doakan perjalanannya bahagia, ketemu dengan keluarga dengan sehat. Semoga ini benar-benar bisa mengobati rasa kangen Bapak Ibu sekalian,” ucap Wagub.

Wagub juga berharap, kepulangan mereka ke kampung halaman juga bisa menjadi momen untuk mengisi energi kembali.

“Harapannya, mereka nantinya semangat lagi untuk bekerja mencari rezeki di perantauan setelah bertemu keluarga,” pungkasnya.

Program Mudik Gratis 2026 memang memprioritaskan untuk warga dengan latar belakang ekonomi tertentu, seperti buruh lepas dan pedagang kecil. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat kecil, seperti keluarga Mukhid.

Adapun dari 1.142 pemudik asal Jateng dari Bandung Raya, sebanyak 31,4% merupakan buruh lepas dan 35,6% merupakan pedagang kaki lima serta UMKM. Sementara sisanya adalah guru ngaji, karyawan, asisten rumah tangga, ojek online, dan mahasiswa.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu