Follow Us :              

Gubernur Kembali Sidak Pasar Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Stabil dan Stok Aman

  18 March 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 276 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Kembali Sidak Pasar Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Stabil dan Stok Aman

18 March 2026 | 08:00:00 | dibaca : 276
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SRAGEN - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., turun langsung ke Pasar Bunder, Kabupaten Sragen pada Rabu, 18 Maret 2026. Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan pasokannya aman, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dalam tinjauan itu, Gubernur didampingi sejumlah kepala OPD, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah. Kunjungan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Lebaran.

Berdasarkan pantuan, suasana Pasar Bunder Sragen tampak ramai oleh aktivitas masyarakat yang mulai berburu kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Lapak-lapak pedagang dipadati pembeli dan transaksi jual beli, pada sejumlah komoditas pangan pun meningkat.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga sejumlah komoditas sekaligus memastikan kondisi pasokan di tingkat pasar tetap aman.

Interaksi hangat terlihat saat ia memborong sejumlah dagangan dan membagikannya kepada warga di sekitar pasar. Aksi tersebut disambut antusias masyarakat yang berada di lokasi.

“Pemprov punya aplikasi Siaga untuk memantau harga, tetapi itu tidak cukup. Kita harus cek langsung di lapangan,  apalagi mendekati H-2 Lebaran untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ucap Gubernur.

Ia mengatakan, ada dua indikator utama dalam menjaga stabilitas pangan, yakni ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga.

“Dua kuncinya itu ketersediaan dan keterjangkauan. Dua-duanya (harus) terpenuhi. Kalau ada kenaikan harga, itu masih dalam batas wajar karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mendekati Rp100.000/kg, kini mulai turun ke kisaran Rp70.000/kg. Sementara harga daging sapi berada pada kisaran Rp 130.000-Rp 140.000/kg, tergantung kualitas. Komoditas ini pun harganya masih dalam batas normal.

Selain itu, harga beras di Pasar Bunder terpantau stabil dan masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara itu, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat fluktuasi pasokan dan distribusi antarwilayah, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Namun secara umum, kondisi harga masih terkendali dan tidak ditemukan lonjakan yang signifikan. Pasokan bahan pokok juga dipastikan dalam kondisi aman.

Gubernur menegaskan, apabila terjadi lonjakan harga di pasar tertentu, Pemprov Jawa Tengah akan segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, langsung kita intervensi melalui dinas terkait dan BUMD. Mau itu daging, cabai, atau bawang, semua kita kendalikan supaya tidak terjadi lonjakan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan, rata-rata harga komoditas penyumbang inflasi saat ini masih relatif stabil.

“Termasuk harga cabai rawit merah yang selalu jadi momok. Alhamdulillah semua turun, kemarin Rp70 ribu sekarang Rp65 ribu,” katanya.

Ia juga memastikan stok beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman. Begitu pula stok Minyakita yang terus disuplai oleh Bulog ke pasar-pasar.

Selain pemantauan melalui aplikasi, pengendalian harga juga dilakukan dengan pengecekan langsung ke lapangan serta intervensi pasar melalui PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD pangan.

“JTAB melalui program Kendil (Kendaraan Pengendali Inflasi) dan Dishanpan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Direktur PT JTAB, Totok Siswanto, menambahkan, monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota di Jateng sebagai dasar pengambilan langkah intervensi.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami langsung turun melalui operasi pasar, seperti saat harga cabai sempat di atas Rp 100.000 per kilogram, dilakukan intervensi, sehingga harga bisa kembali ditekan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pemantauan harga, distribusi pasokan, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.


Bagikan :

SRAGEN - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., turun langsung ke Pasar Bunder, Kabupaten Sragen pada Rabu, 18 Maret 2026. Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan pasokannya aman, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dalam tinjauan itu, Gubernur didampingi sejumlah kepala OPD, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah. Kunjungan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Lebaran.

Berdasarkan pantuan, suasana Pasar Bunder Sragen tampak ramai oleh aktivitas masyarakat yang mulai berburu kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Lapak-lapak pedagang dipadati pembeli dan transaksi jual beli, pada sejumlah komoditas pangan pun meningkat.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga sejumlah komoditas sekaligus memastikan kondisi pasokan di tingkat pasar tetap aman.

Interaksi hangat terlihat saat ia memborong sejumlah dagangan dan membagikannya kepada warga di sekitar pasar. Aksi tersebut disambut antusias masyarakat yang berada di lokasi.

“Pemprov punya aplikasi Siaga untuk memantau harga, tetapi itu tidak cukup. Kita harus cek langsung di lapangan,  apalagi mendekati H-2 Lebaran untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ucap Gubernur.

Ia mengatakan, ada dua indikator utama dalam menjaga stabilitas pangan, yakni ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga.

“Dua kuncinya itu ketersediaan dan keterjangkauan. Dua-duanya (harus) terpenuhi. Kalau ada kenaikan harga, itu masih dalam batas wajar karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mendekati Rp100.000/kg, kini mulai turun ke kisaran Rp70.000/kg. Sementara harga daging sapi berada pada kisaran Rp 130.000-Rp 140.000/kg, tergantung kualitas. Komoditas ini pun harganya masih dalam batas normal.

Selain itu, harga beras di Pasar Bunder terpantau stabil dan masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara itu, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat fluktuasi pasokan dan distribusi antarwilayah, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Namun secara umum, kondisi harga masih terkendali dan tidak ditemukan lonjakan yang signifikan. Pasokan bahan pokok juga dipastikan dalam kondisi aman.

Gubernur menegaskan, apabila terjadi lonjakan harga di pasar tertentu, Pemprov Jawa Tengah akan segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, langsung kita intervensi melalui dinas terkait dan BUMD. Mau itu daging, cabai, atau bawang, semua kita kendalikan supaya tidak terjadi lonjakan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan, rata-rata harga komoditas penyumbang inflasi saat ini masih relatif stabil.

“Termasuk harga cabai rawit merah yang selalu jadi momok. Alhamdulillah semua turun, kemarin Rp70 ribu sekarang Rp65 ribu,” katanya.

Ia juga memastikan stok beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman. Begitu pula stok Minyakita yang terus disuplai oleh Bulog ke pasar-pasar.

Selain pemantauan melalui aplikasi, pengendalian harga juga dilakukan dengan pengecekan langsung ke lapangan serta intervensi pasar melalui PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD pangan.

“JTAB melalui program Kendil (Kendaraan Pengendali Inflasi) dan Dishanpan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Direktur PT JTAB, Totok Siswanto, menambahkan, monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota di Jateng sebagai dasar pengambilan langkah intervensi.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami langsung turun melalui operasi pasar, seperti saat harga cabai sempat di atas Rp 100.000 per kilogram, dilakukan intervensi, sehingga harga bisa kembali ditekan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pemantauan harga, distribusi pasokan, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu