Follow Us :              

Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Jateng Terus Matangkan Persiapan

  20 April 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 203 
Kategori :
Bagikan :


Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Jateng Terus Matangkan Persiapan

20 April 2026 | 08:30:00 | dibaca : 203
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG - Persiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah terus dimatangkan, termasuk venue/lokasi dan rangkaian acaranya juga telah disiapkan. 

Rencananya, acara yang akan diselenggarakan pada 11–20 September 2026 di Kota Semarang itu akan diikuti oleh 8.000 peserta dari 38 provinsi di Indonesia. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026, meliputi kedatangan dan registrasi kafilah (11–12 September 2026), pembukaan (12 September 2026), pelaksanaan lomba (13–19 September 2026), penutupan (19 September 2026), dan kepulangan kafilah (20 September 2026).

Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan pembukaan dan penutupan di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang. Kemudian, Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya, Pawai Ta’aruf akan dimulai dari Halaman Balai Kota Semarang dan selesai di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. 

Sementara itu, lokasi lomba berada di Lapangan Simpang Lima Semarang, Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja, Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Aula Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto, dan Gedung Imam Bardjo Universitas Diponegoro Semarang.

Sekda menyatakan, logo, maskot, dan tema ajang tersebut sudah dipersiapkan. 

"Logo, maskot dan tema ini akan diusulkan ke Kemenag RI dan untuk disetujui dan ditetapkan," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Panitia MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 20 April 2026. 

Ia mengatakan, logo MTQ ini menggambarkan harmoni antara spiritualitas Islam, kearifan budaya Jawa, dan identitas Kota Semarang. Sekda menyampaikan, gelaran MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum untuk membangun generasi qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyatakan siap mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan MTQ Nasional. 

"Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sukses dalam acaranya, sukses dalam prestasinya, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana sukses mengungkit pertumbuhan ekonomi di masyarakat, khususnya para pelaku UMKM," ujarnya.

Ia mengatakan, kedatangan ribuan tamu dalam gelaran tersebut diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng. Oleh karena itu, acara tersebut perlu dipersiapkan dengan sebaik mungkin. 

"Apalagi nanti akan ada event penyerta, sebagaimana yang diusulkan Kota Semarang, antara lain festival rebana, dugderan mini, syiar keagamaan, dan lainnya,” katanya. 

Wagub meminta semua pihak mendukung agar penyelenggaraan MTQ Nasional berjalan sukses, lancar, tertib, aman, dan sesuai standar nasional.  

 "Kepada panitia, berikan pelayanan yang prima agar Jawa Tengah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional," katanya. 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa Kota Semarang siap menjadi pusat pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan, ada event tersendiri yang disiapkan untuk menyambut rangkaian penyelenggaraan MTQ Nasional. 

"Kami mengusulkan Rekor Muri menyanyikan Mars MTQ terbanyak pada saat pembukaan (acara). Nanti akan melibatkan siswa, santri, ibu-ibu pengajian,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Persiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah terus dimatangkan, termasuk venue/lokasi dan rangkaian acaranya juga telah disiapkan. 

Rencananya, acara yang akan diselenggarakan pada 11–20 September 2026 di Kota Semarang itu akan diikuti oleh 8.000 peserta dari 38 provinsi di Indonesia. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026, meliputi kedatangan dan registrasi kafilah (11–12 September 2026), pembukaan (12 September 2026), pelaksanaan lomba (13–19 September 2026), penutupan (19 September 2026), dan kepulangan kafilah (20 September 2026).

Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan pembukaan dan penutupan di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang. Kemudian, Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya, Pawai Ta’aruf akan dimulai dari Halaman Balai Kota Semarang dan selesai di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. 

Sementara itu, lokasi lomba berada di Lapangan Simpang Lima Semarang, Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja, Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Aula Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto, dan Gedung Imam Bardjo Universitas Diponegoro Semarang.

Sekda menyatakan, logo, maskot, dan tema ajang tersebut sudah dipersiapkan. 

"Logo, maskot dan tema ini akan diusulkan ke Kemenag RI dan untuk disetujui dan ditetapkan," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Panitia MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 20 April 2026. 

Ia mengatakan, logo MTQ ini menggambarkan harmoni antara spiritualitas Islam, kearifan budaya Jawa, dan identitas Kota Semarang. Sekda menyampaikan, gelaran MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum untuk membangun generasi qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyatakan siap mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan MTQ Nasional. 

"Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sukses dalam acaranya, sukses dalam prestasinya, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana sukses mengungkit pertumbuhan ekonomi di masyarakat, khususnya para pelaku UMKM," ujarnya.

Ia mengatakan, kedatangan ribuan tamu dalam gelaran tersebut diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng. Oleh karena itu, acara tersebut perlu dipersiapkan dengan sebaik mungkin. 

"Apalagi nanti akan ada event penyerta, sebagaimana yang diusulkan Kota Semarang, antara lain festival rebana, dugderan mini, syiar keagamaan, dan lainnya,” katanya. 

Wagub meminta semua pihak mendukung agar penyelenggaraan MTQ Nasional berjalan sukses, lancar, tertib, aman, dan sesuai standar nasional.  

 "Kepada panitia, berikan pelayanan yang prima agar Jawa Tengah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional," katanya. 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa Kota Semarang siap menjadi pusat pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan, ada event tersendiri yang disiapkan untuk menyambut rangkaian penyelenggaraan MTQ Nasional. 

"Kami mengusulkan Rekor Muri menyanyikan Mars MTQ terbanyak pada saat pembukaan (acara). Nanti akan melibatkan siswa, santri, ibu-ibu pengajian,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu