Follow Us :              

Wagub Dorong Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Agama di Jawa Tengah

  01 May 2026  |   18:30:00  |   dibaca : 71 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Dorong Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Agama di Jawa Tengah

01 May 2026 | 18:30:00 | dibaca : 71
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

DEMAK — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan karakter melalui pendidikan agama. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tasyakuran Khotmil Qur’an ke-31 Pondok Pesantren Ibrohimiyyah, Mranggen, Kabupaten Demak pada Jumat, 1 Mei 2026 malam.

Wagub menilai, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diperkuat dengan pembangunan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. 

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jateng memberikan apresiasi kepada lembaga pesantren yang telah memberikan penguatan nilai-nilai agama kepada para santrinya. 

Bahkan, Pemprov juga memberikan perhatian dan penghargaan berupa tali asih bagi para penghafal Al-Quran di wilayahnya. Wagub menyampaikan, hal ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat fondasi spiritual masyarakat Jateng di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Selain itu, langkah ini menjadi bentuk pengakuan atas peran strategis para hafiz dan hafizah dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual bangsa.

Dalam kesempatan itu, Wagub menyerahkan tali asih kepada 13 penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ibrohimiyyah.

“Al-Qur’an itu membawa ketenangan, membawa kemakmuran hati. Orang yang hafal Al-Qur’an adalah orang-orang pilihan yang diberi amanah oleh Allah untuk menjaga kemurnian kitab suci,” katanya.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukan hanya bacaan, melainkan sumber transformasi peradaban.

“Keindahan Al-Qur’an mampu mengubah hati yang keras menjadi lembut. Karena itu, jangan sampai kita jauh dari Al-Qur’an. Jika umat Islam dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah hatinya akan lembut, pikirannya jernih, dan kehidupannya terarah,” ujarnya.

Meskipun demikian, Wagub mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada aspek hafalan semata, tetapi para santri harus melanjutkan proses pendalaman makna melalui tafsir hingga pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, tantangan terbesar para penghafal Al-Qur’an bukan pada menghafalnya, melainkan menjaga hafalan sekaligus mengimplementasikan ajarannya.

“Jangan hanya dihafal, tetapi harus dipahami. Jangan hanya tahu panjang pendek bacaannya, tetapi juga mengerti maknanya. Setelah wisuda, ini bukan akhir, justru awal untuk lebih mendalami Al-Qur’an,” tegasnya.

Wagub mengungkapkan, pesan tersebut sejalan dengan visi Pemprov Jateng dalam membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan karakter.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan modernitas tanpa kehilangan akar nilai keislaman.

“Kalau semakin banyak generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an dan memahami kandungannya, maka Jawa Tengah akan memiliki fondasi moral yang kokoh untuk menyongsong masa depan,” katanya.

Kehadiran Wagub dalam acara itu disambut antusias para santri dan wali santri. Salah satu penerima tali asih, Nurul Mahfirah, mengaku bangga bisa menerima apresiasi langsung dari orang nomor 2 di Jateng tersebut.

“Bangga, senang banget bisa ketemu Pak Wakil Gubernur. Alhamdulillah, semoga ini bisa bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya.


Bagikan :

DEMAK — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan karakter melalui pendidikan agama. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tasyakuran Khotmil Qur’an ke-31 Pondok Pesantren Ibrohimiyyah, Mranggen, Kabupaten Demak pada Jumat, 1 Mei 2026 malam.

Wagub menilai, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diperkuat dengan pembangunan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. 

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jateng memberikan apresiasi kepada lembaga pesantren yang telah memberikan penguatan nilai-nilai agama kepada para santrinya. 

Bahkan, Pemprov juga memberikan perhatian dan penghargaan berupa tali asih bagi para penghafal Al-Quran di wilayahnya. Wagub menyampaikan, hal ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat fondasi spiritual masyarakat Jateng di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Selain itu, langkah ini menjadi bentuk pengakuan atas peran strategis para hafiz dan hafizah dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual bangsa.

Dalam kesempatan itu, Wagub menyerahkan tali asih kepada 13 penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ibrohimiyyah.

“Al-Qur’an itu membawa ketenangan, membawa kemakmuran hati. Orang yang hafal Al-Qur’an adalah orang-orang pilihan yang diberi amanah oleh Allah untuk menjaga kemurnian kitab suci,” katanya.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukan hanya bacaan, melainkan sumber transformasi peradaban.

“Keindahan Al-Qur’an mampu mengubah hati yang keras menjadi lembut. Karena itu, jangan sampai kita jauh dari Al-Qur’an. Jika umat Islam dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah hatinya akan lembut, pikirannya jernih, dan kehidupannya terarah,” ujarnya.

Meskipun demikian, Wagub mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada aspek hafalan semata, tetapi para santri harus melanjutkan proses pendalaman makna melalui tafsir hingga pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, tantangan terbesar para penghafal Al-Qur’an bukan pada menghafalnya, melainkan menjaga hafalan sekaligus mengimplementasikan ajarannya.

“Jangan hanya dihafal, tetapi harus dipahami. Jangan hanya tahu panjang pendek bacaannya, tetapi juga mengerti maknanya. Setelah wisuda, ini bukan akhir, justru awal untuk lebih mendalami Al-Qur’an,” tegasnya.

Wagub mengungkapkan, pesan tersebut sejalan dengan visi Pemprov Jateng dalam membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan karakter.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan modernitas tanpa kehilangan akar nilai keislaman.

“Kalau semakin banyak generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an dan memahami kandungannya, maka Jawa Tengah akan memiliki fondasi moral yang kokoh untuk menyongsong masa depan,” katanya.

Kehadiran Wagub dalam acara itu disambut antusias para santri dan wali santri. Salah satu penerima tali asih, Nurul Mahfirah, mengaku bangga bisa menerima apresiasi langsung dari orang nomor 2 di Jateng tersebut.

“Bangga, senang banget bisa ketemu Pak Wakil Gubernur. Alhamdulillah, semoga ini bisa bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu