Follow Us :              

Pemprov Jateng Bangun Sinergi dengan Jatma Aswaja

  03 May 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 124 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Bangun Sinergi dengan Jatma Aswaja

03 May 2026 | 13:00:00 | dibaca : 124
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

BATANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun sinergi dengan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Jatma Aswaja). Sebab, keberadaan organisasi yang didirikan oleh ulama Maulana Habib Luthfi bin Yahya ini dinilai mampu menjadi benteng moral negeri ini. 

"Kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta, kalau acara-acara Jatma diikutsertakan," ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Pelantikan Jatma Aswaja Kabupaten dan Kota se-Jawa dan DIY di Pondok Pesantren Darul Ulum, Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang pada Minggu, 3 Mei 2026. 

Maka dari itu, Wagub berharap, kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Jateng dengan Jatma Aswaja dapat terjalin, salah satunya untuk membangun Jateng.

Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja, Hilmi Yahya Zaini, menekankan bahwa organisasi ini harus memberikan dampak konkret terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dari sektor agraris.

Saat ini, Jatma Aswaja tengah mematangkan program pemberdayaan ekonomi dengan target ambisius, yaitu pengelolaan ribuan hektare lahan pertanian untuk jagung dan tebu. Program ini direncanakan melalui sinergi strategis bersama BUMN dan BUMD.

“Tahun ini kita mulai dengan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kita lihat potensi daerah, kalau cocok jagung kita dorong jagung, kalau padi ya padi,” ujarnya.

Selain urusan pangan, Jatma Aswaja juga memperkenalkan Bapeta atau Badan Pembela Tanah Air, yang dibentuk untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga marwah kepemimpinan ulama dari tingkat terbawah.

Hingga Mei 2026, organisasi tersebut memiliki kepengurusan di 9 provinsi dengan total 900 cabang yang tersebar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum (Rois Aam) Pengurus Besar Jatma Aswaja, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, menyampaikan rasa bangganya terhadap Wagub Jateng yang merupakan putra sahabatnya, K.H. Maimoen Zubair. 

"Jangan hanya bangga saja, tetapi harus didoakan, agar dalam membangun Jawa Tengah bisa terlaksana dengan baik," ucapnya. 

Habib Luthfi juga memberikan pesan kepada segenap jemaah yang hadir agar tetap menjaga lisan dengan ucapan yang baik.


Bagikan :

BATANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun sinergi dengan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Jatma Aswaja). Sebab, keberadaan organisasi yang didirikan oleh ulama Maulana Habib Luthfi bin Yahya ini dinilai mampu menjadi benteng moral negeri ini. 

"Kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta, kalau acara-acara Jatma diikutsertakan," ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Pelantikan Jatma Aswaja Kabupaten dan Kota se-Jawa dan DIY di Pondok Pesantren Darul Ulum, Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang pada Minggu, 3 Mei 2026. 

Maka dari itu, Wagub berharap, kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Jateng dengan Jatma Aswaja dapat terjalin, salah satunya untuk membangun Jateng.

Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja, Hilmi Yahya Zaini, menekankan bahwa organisasi ini harus memberikan dampak konkret terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dari sektor agraris.

Saat ini, Jatma Aswaja tengah mematangkan program pemberdayaan ekonomi dengan target ambisius, yaitu pengelolaan ribuan hektare lahan pertanian untuk jagung dan tebu. Program ini direncanakan melalui sinergi strategis bersama BUMN dan BUMD.

“Tahun ini kita mulai dengan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kita lihat potensi daerah, kalau cocok jagung kita dorong jagung, kalau padi ya padi,” ujarnya.

Selain urusan pangan, Jatma Aswaja juga memperkenalkan Bapeta atau Badan Pembela Tanah Air, yang dibentuk untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga marwah kepemimpinan ulama dari tingkat terbawah.

Hingga Mei 2026, organisasi tersebut memiliki kepengurusan di 9 provinsi dengan total 900 cabang yang tersebar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum (Rois Aam) Pengurus Besar Jatma Aswaja, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, menyampaikan rasa bangganya terhadap Wagub Jateng yang merupakan putra sahabatnya, K.H. Maimoen Zubair. 

"Jangan hanya bangga saja, tetapi harus didoakan, agar dalam membangun Jawa Tengah bisa terlaksana dengan baik," ucapnya. 

Habib Luthfi juga memberikan pesan kepada segenap jemaah yang hadir agar tetap menjaga lisan dengan ucapan yang baik.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu