Follow Us :              

Hardiknas 2026, Jateng Perkuat Pendidikan Berbasis Pertanian

  02 May 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 162 
Kategori :
Bagikan :


Hardiknas 2026, Jateng Perkuat Pendidikan Berbasis Pertanian

02 May 2026 | 07:00:00 | dibaca : 162
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SRAGEN — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di SMK Negeri 1 Kedawung, Kabupaten Sragen pada Sabtu, 2 Mei 2026. Lokasi tersebut dipilih karena sekolah kejuruan ini memiliki model pendidikan yang sejalan dengan program ketahanan pangan dan swasembada pangan.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hardiknas ini, juga membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Pesan yang disampaikan adalah merefleksikan kembali hakikat pendidikan sebagai proses memuliakan manusia.

Acara ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Bupati Sragen, Sigit Pamungkas; dan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.

Gubernur menyampaikan, Hardiknas menjadi momentum pengingat untuk mendidik anak-anak agar mereka memiliki masa depan yang baik. Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di berbagai tempat, termasuk di tengah-tengah keluarga. 

Dengan pendidikan yang baik, ia berharap anak-anak mudah berinteraksi, beradaptasi, serta memiliki masa depan yang lebih baik untuk bangsa dan negara.

Pada peringatan Hardiknas 2026, Pemerintah Provinsi Jateng memilih SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Sragen sebagai lokasi utama. Sebab, sekolah ini memiliki program studi unggulan, antara lain budi daya tanaman pangan (holtikultura) dan budi daya tanaman perkebunan (agribisnis pertanian). Hal ini sejalan dengan road map pembangunan Jawa Tengah 2026, yakni swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional.

"SMKN 1 Kedawung ini mempunyai kebun sebagai role model ketahanan pangan. Ada kelengkeng, jeruk, durian, jambu, dan sebagainya yang sebagian sudah menjadi konsumsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ucap Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan beasiswa, di antaranya penghargaan Satyalencana Karya Satya atau tanda kehormatan dari Presiden RI kepada guru PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun atau lebih.

Selanjutnya, penghargaan bagi insan pendidikan berprestasi nasional untuk dua pelajar yang meraih medali emas Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tahun 2025. Pertama, Muhammad Azka Abdurrahman, pelajar SMA Science Plus Baitul Qur'an Boarding School Kabupaten Sragen, yang meraih medali emas untuk cabang lomba Teknologi Digital. Kedua, Naila Aini Bahri dari SMA Unggulan Rushd Kabupaten Sragen yang meraih medali emas cabang lomba Wirausaha Sosial.

Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, mengatakan, sekolahnya berfokus pada program keahlian budi daya pertanian. Kehadiran sekolah yang berfokus pada pendidikan pertanian tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.

Program keahlian yang dimiliki, antara lain budi daya tanaman pangan (holtikultura), budi daya tanaman perkebunan (agribisnis pertanian), agribisnis/budi daya ternak, agribisnis perikanan, agribisnis pengolahan hasil pertanian, usaha pertanian terpadu, dan keahlian kuliner atau tata boga.

"Kita lengkap. Jadi untuk memenuhi hajat hidup orang banyak itu adalah pangan. Kita siapkan di sini. Dengan adanya program MBG juga menyuplai buah-buahan, telur, dan ikan," katanya.


Bagikan :

SRAGEN — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di SMK Negeri 1 Kedawung, Kabupaten Sragen pada Sabtu, 2 Mei 2026. Lokasi tersebut dipilih karena sekolah kejuruan ini memiliki model pendidikan yang sejalan dengan program ketahanan pangan dan swasembada pangan.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hardiknas ini, juga membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Pesan yang disampaikan adalah merefleksikan kembali hakikat pendidikan sebagai proses memuliakan manusia.

Acara ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Bupati Sragen, Sigit Pamungkas; dan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.

Gubernur menyampaikan, Hardiknas menjadi momentum pengingat untuk mendidik anak-anak agar mereka memiliki masa depan yang baik. Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di berbagai tempat, termasuk di tengah-tengah keluarga. 

Dengan pendidikan yang baik, ia berharap anak-anak mudah berinteraksi, beradaptasi, serta memiliki masa depan yang lebih baik untuk bangsa dan negara.

Pada peringatan Hardiknas 2026, Pemerintah Provinsi Jateng memilih SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Sragen sebagai lokasi utama. Sebab, sekolah ini memiliki program studi unggulan, antara lain budi daya tanaman pangan (holtikultura) dan budi daya tanaman perkebunan (agribisnis pertanian). Hal ini sejalan dengan road map pembangunan Jawa Tengah 2026, yakni swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional.

"SMKN 1 Kedawung ini mempunyai kebun sebagai role model ketahanan pangan. Ada kelengkeng, jeruk, durian, jambu, dan sebagainya yang sebagian sudah menjadi konsumsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ucap Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan beasiswa, di antaranya penghargaan Satyalencana Karya Satya atau tanda kehormatan dari Presiden RI kepada guru PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun atau lebih.

Selanjutnya, penghargaan bagi insan pendidikan berprestasi nasional untuk dua pelajar yang meraih medali emas Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tahun 2025. Pertama, Muhammad Azka Abdurrahman, pelajar SMA Science Plus Baitul Qur'an Boarding School Kabupaten Sragen, yang meraih medali emas untuk cabang lomba Teknologi Digital. Kedua, Naila Aini Bahri dari SMA Unggulan Rushd Kabupaten Sragen yang meraih medali emas cabang lomba Wirausaha Sosial.

Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, mengatakan, sekolahnya berfokus pada program keahlian budi daya pertanian. Kehadiran sekolah yang berfokus pada pendidikan pertanian tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.

Program keahlian yang dimiliki, antara lain budi daya tanaman pangan (holtikultura), budi daya tanaman perkebunan (agribisnis pertanian), agribisnis/budi daya ternak, agribisnis perikanan, agribisnis pengolahan hasil pertanian, usaha pertanian terpadu, dan keahlian kuliner atau tata boga.

"Kita lengkap. Jadi untuk memenuhi hajat hidup orang banyak itu adalah pangan. Kita siapkan di sini. Dengan adanya program MBG juga menyuplai buah-buahan, telur, dan ikan," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu