Follow Us :              

Pantau Aksi Ojol, Gubernur Dialog Langsung dengan Driver Perempuan

  20 May 2026  |   11:00:00  |   dibaca : 156 
Kategori :
Bagikan :


Pantau Aksi Ojol, Gubernur Dialog Langsung dengan Driver Perempuan

20 May 2026 | 11:00:00 | dibaca : 156
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memantau jalannya aksi demonstrasi yang dilakukan para pengemudi (driver) ojek online (ojol) di depan Kantor Gubernur Jateng pada Rabu, 20 Mei 2026.

Di sela pemantauan itu, Gubernur bertemu dan berbincang dengan salah seorang driver ojol bernama Ratna Yuniarti (33). Ia datang sambil menggandeng anaknya yang baru berusia 2 tahun 7 bulan. Obrolan hangat pun terjalin. Gubernur juga sempat bertanya tentang tempat tinggal dan berapa lama Ratna menjadi driver ojol.

"Sekarang ngekos di daerah Lamper. Sudah lama jadi driver ojol, sejak tahun 2017 sampai sekarang. Suami saya sekarang jadi TKI di Malaysia," ucap Ratna.

Ibu tiga anak itu bercerita, ia bekerja setiap hari mulai dari pukul 05.30 WIB sampai sekitar pukul 19.00 WIB. Selama menjadi ojol, ia selalu mengajak anak ketiganya, sedangkan dua anaknya yang lain, kelas 1 dan kelas 3 SD, tidak ikut.

Melihat kondisinya, Ratna sangat setuju apabila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan fasilitas day care bagi driver ojol. Apalagi, selama ini sang anak selalu ikut dirinya kerja di jalan.

"Saya ngojek online sambil momong anak dari pagi sampai sore. Kalau mau ambil orang buat momong, nggak sanggup bayarnya,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menceritakan dilemanya selama menjadi driver ojol, di antaranya terkait ongkos yang terlalu rendah hingga tingginya potongan dari aplikasi. Sebagai gambaran, dalam sehari Ratna mendapatkan 10 orderan sebesar Rp70-80 ribu, sementara penghasilan yang ia dapatkan hanya sekitar Rp40-50 ribu.

Sehari sebelum aksi unjuk rasa dilakukan, perwakilan driver ojol sudah bertemu dengan Gubernur. Berbagai aspirasi sudah disampaikan dan ditampung, antara lain terkait payung hukum dan tarif ojek online

"Sudah saya sampaikan akan kita kawal," ucap Gubernur.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah berkoordinasi dan bersurat dengan Kementerian Perhubungan terkait hal itu. Bahkan, Gubernur akan mengajak perwakilan driver ojol untuk bertemu langsung Menteri Perhubungan di Jakarta.

"Kita sudah wadahi dan akan kawal terus. Persoalan ini tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi semua provinsi juga sama. Kita akan telusuri sumbatannya ada di mana," ucap Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memantau jalannya aksi demonstrasi yang dilakukan para pengemudi (driver) ojek online (ojol) di depan Kantor Gubernur Jateng pada Rabu, 20 Mei 2026.

Di sela pemantauan itu, Gubernur bertemu dan berbincang dengan salah seorang driver ojol bernama Ratna Yuniarti (33). Ia datang sambil menggandeng anaknya yang baru berusia 2 tahun 7 bulan. Obrolan hangat pun terjalin. Gubernur juga sempat bertanya tentang tempat tinggal dan berapa lama Ratna menjadi driver ojol.

"Sekarang ngekos di daerah Lamper. Sudah lama jadi driver ojol, sejak tahun 2017 sampai sekarang. Suami saya sekarang jadi TKI di Malaysia," ucap Ratna.

Ibu tiga anak itu bercerita, ia bekerja setiap hari mulai dari pukul 05.30 WIB sampai sekitar pukul 19.00 WIB. Selama menjadi ojol, ia selalu mengajak anak ketiganya, sedangkan dua anaknya yang lain, kelas 1 dan kelas 3 SD, tidak ikut.

Melihat kondisinya, Ratna sangat setuju apabila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan fasilitas day care bagi driver ojol. Apalagi, selama ini sang anak selalu ikut dirinya kerja di jalan.

"Saya ngojek online sambil momong anak dari pagi sampai sore. Kalau mau ambil orang buat momong, nggak sanggup bayarnya,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menceritakan dilemanya selama menjadi driver ojol, di antaranya terkait ongkos yang terlalu rendah hingga tingginya potongan dari aplikasi. Sebagai gambaran, dalam sehari Ratna mendapatkan 10 orderan sebesar Rp70-80 ribu, sementara penghasilan yang ia dapatkan hanya sekitar Rp40-50 ribu.

Sehari sebelum aksi unjuk rasa dilakukan, perwakilan driver ojol sudah bertemu dengan Gubernur. Berbagai aspirasi sudah disampaikan dan ditampung, antara lain terkait payung hukum dan tarif ojek online

"Sudah saya sampaikan akan kita kawal," ucap Gubernur.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah berkoordinasi dan bersurat dengan Kementerian Perhubungan terkait hal itu. Bahkan, Gubernur akan mengajak perwakilan driver ojol untuk bertemu langsung Menteri Perhubungan di Jakarta.

"Kita sudah wadahi dan akan kawal terus. Persoalan ini tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi semua provinsi juga sama. Kita akan telusuri sumbatannya ada di mana," ucap Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu