Follow Us :              

Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Andalan Baru Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2027

  26 May 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 24 
Kategori :
Bagikan :


Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Andalan Baru Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2027

26 May 2026 | 12:30:00 | dibaca : 24
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak ekonomi tahun 2027. Optimalisasi dua sektor itu bertujuan untuk mengerek target pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 6-7,4%. 

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,89% di triwulan I 2026. Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di sela acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Kudus pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; perwakilan Forkopimda Jateng; bupati/wakil bupati; serta Forkopimda eks keresidenan Pati, meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor).

Upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi tentu tidak boleh meninggalkan penguatan ketahanan pangan yang sudah mulai dilakukan pada tahun 2026, serta upaya meningkatkan realisasi investasi.

Gubernur meyakini, sektor pariwisata mampu menjadi penopang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. 
 
Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Jateng tahun 2025 sebesar 5,37%. Salah satunya ditopang oleh sektor pariwisata, melalui penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 10,60%.

Bahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng 2022–2025 menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022 angkanya sebesar 3,29% menjadi 3,40% pada 2023, lalu naik signifikan menjadi 3,56% pada 2024, dan mencapai angka 3,74% pada tahun 2025. Tren ini menegaskan peran pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
 
Tak hanya itu, kunjungan wisatawan tahun 2022–2025 juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 sebanyak 46,6 Juta orang berkunjung ke Jateng, kemudian mengalami kenaikan sebesar 59,73% menjadi 74,4 Juta orang pada tahun 2025. Peningkatan kunjungan ini menunjukkan bahwa Jateng merupakan destinasi favorit bagi wisatawan.
 
Adapun dalam Rembug Pembangunan Jateng 2026, telah ditetapkan target pembangunan pariwisata untuk daerah Kudus, Jepara, Rembang, Pati, dan Blora. Kabupaten Kudus jadi daerah dengan target tertinggi atau sekitar 3,7 juta kunjungan wisatawan. Selanjutnya, Kabupaten Rembang menargetkan hampir 3 juta kunjungan wisatawan, disusul Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan. Kemudian, Kabupaten Blora sekitar 1,2 juta wisatawan dan Pati 1,1 juta wisatawan.

Pengembangan desa wisata juga turut menjadi prioritas. Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora masing-masing menargetkan pembentukan 30 desa wisata, sedangkan Jepara menargetkan 3 desa wisata baru. Target ini menunjukkan adanya upaya pemerataan pengembangan pariwisata, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.


Bagikan :

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak ekonomi tahun 2027. Optimalisasi dua sektor itu bertujuan untuk mengerek target pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 6-7,4%. 

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,89% di triwulan I 2026. Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di sela acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Kudus pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; perwakilan Forkopimda Jateng; bupati/wakil bupati; serta Forkopimda eks keresidenan Pati, meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor).

Upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi tentu tidak boleh meninggalkan penguatan ketahanan pangan yang sudah mulai dilakukan pada tahun 2026, serta upaya meningkatkan realisasi investasi.

Gubernur meyakini, sektor pariwisata mampu menjadi penopang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. 
 
Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Jateng tahun 2025 sebesar 5,37%. Salah satunya ditopang oleh sektor pariwisata, melalui penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 10,60%.

Bahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng 2022–2025 menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022 angkanya sebesar 3,29% menjadi 3,40% pada 2023, lalu naik signifikan menjadi 3,56% pada 2024, dan mencapai angka 3,74% pada tahun 2025. Tren ini menegaskan peran pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
 
Tak hanya itu, kunjungan wisatawan tahun 2022–2025 juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 sebanyak 46,6 Juta orang berkunjung ke Jateng, kemudian mengalami kenaikan sebesar 59,73% menjadi 74,4 Juta orang pada tahun 2025. Peningkatan kunjungan ini menunjukkan bahwa Jateng merupakan destinasi favorit bagi wisatawan.
 
Adapun dalam Rembug Pembangunan Jateng 2026, telah ditetapkan target pembangunan pariwisata untuk daerah Kudus, Jepara, Rembang, Pati, dan Blora. Kabupaten Kudus jadi daerah dengan target tertinggi atau sekitar 3,7 juta kunjungan wisatawan. Selanjutnya, Kabupaten Rembang menargetkan hampir 3 juta kunjungan wisatawan, disusul Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan. Kemudian, Kabupaten Blora sekitar 1,2 juta wisatawan dan Pati 1,1 juta wisatawan.

Pengembangan desa wisata juga turut menjadi prioritas. Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora masing-masing menargetkan pembentukan 30 desa wisata, sedangkan Jepara menargetkan 3 desa wisata baru. Target ini menunjukkan adanya upaya pemerataan pengembangan pariwisata, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu