Follow Us :              

Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi

  02 July 2026  |   12:00:00  |   dibaca : 262 
Kategori :
Bagikan :

Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi

02 July 2026 | 12:00:00 | dibaca : 262
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Sektor Investasi

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Jejak sejarah Laksamana Cheng Ho kembali menjadi penghubung Jawa Tengah dengan dunia internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.

Hal itu ditandai dengan kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society, Dr. Zhang Lu, beserta delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 2 Juli 2026. Kunjungan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama jajarannya. 

Gubernur mengatakan, kerja sama tersebut memanfaatkan kedekatan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He atau yang juga dikenal sebagai Cheng Ho. Menurutnya, kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada bidang kebudayaan, tetapi juga membuka peluang penguatan di sektor investasi dan perdagangan.

“Bahkan, beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujarnya.

Ia menyebut, Singapura menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Jawa Tengah. Diketahui, persentase Penanaman Modal Asing (PMA) di Jateng mencapai 48%. 

Selain investasi, ekspor Jawa Tengah ke Singapura juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, nilai ekspornya mencapai US$114,96 juta. Produk yang banyak diminati, antara lain tembakau, produk kayu, dan tekstil.

Presiden International Zheng He Society, Dr. Zhang Lu, mengatakan bahwa Jawa Tengah, khususnya Semarang, memiliki nilai sejarah yang kuat dan berpotensi dikembangkan menjadi kota wisata budaya kelas dunia.

“Kami banyak bergerak di bidang budaya, artificial intelligence (AI), dan teknologi baru untuk mempromosikan kebudayaan,” katanya.

Ia menilai, promosi budaya tidak cukup hanya dengan mengandalkan destinasi wisata. Setiap daerah perlu memiliki narasi sejarah yang kuat agar bisa menarik wisatawan, investor, maupun pelaku industri kreatif.

“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” ucap Zhang Lu.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026. Undangan itu sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama di bidang budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata.


Bagikan :

SEMARANG — Jejak sejarah Laksamana Cheng Ho kembali menjadi penghubung Jawa Tengah dengan dunia internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.

Hal itu ditandai dengan kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society, Dr. Zhang Lu, beserta delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 2 Juli 2026. Kunjungan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama jajarannya. 

Gubernur mengatakan, kerja sama tersebut memanfaatkan kedekatan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He atau yang juga dikenal sebagai Cheng Ho. Menurutnya, kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada bidang kebudayaan, tetapi juga membuka peluang penguatan di sektor investasi dan perdagangan.

“Bahkan, beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujarnya.

Ia menyebut, Singapura menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Jawa Tengah. Diketahui, persentase Penanaman Modal Asing (PMA) di Jateng mencapai 48%. 

Selain investasi, ekspor Jawa Tengah ke Singapura juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, nilai ekspornya mencapai US$114,96 juta. Produk yang banyak diminati, antara lain tembakau, produk kayu, dan tekstil.

Presiden International Zheng He Society, Dr. Zhang Lu, mengatakan bahwa Jawa Tengah, khususnya Semarang, memiliki nilai sejarah yang kuat dan berpotensi dikembangkan menjadi kota wisata budaya kelas dunia.

“Kami banyak bergerak di bidang budaya, artificial intelligence (AI), dan teknologi baru untuk mempromosikan kebudayaan,” katanya.

Ia menilai, promosi budaya tidak cukup hanya dengan mengandalkan destinasi wisata. Setiap daerah perlu memiliki narasi sejarah yang kuat agar bisa menarik wisatawan, investor, maupun pelaku industri kreatif.

“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” ucap Zhang Lu.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026. Undangan itu sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama di bidang budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu