Follow Us :              

Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan

  20 July 2026  |   19:30:00  |   dibaca : 207 
Kategori :
Bagikan :

Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan

20 July 2026 | 19:30:00 | dibaca : 207
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan
Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan
Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan
Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan
Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni dan Wahana Permainan

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SURAKARTA — Gelaran Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta pada Senin, 20 Juli 2026. 

Acara yang digelar pada 20–31 Juli itu menampilkan ratusan karya seni multidisiplin, di antaranya pentas seni dengan 61 penyaji seni lintas daerah, 24 grup band, 100 karya seni lukis, 15 instalasi, dan 3 patung. 

Selain itu, acara ini juga menampilkan seni rakyat dan seni tradisional yang terdiri dari 10 kelompok seni lesung, 5 kelompok reog, dan 5 kelompok barongsai, serta bazar UMKM sebanyak 50 stan produk lokal kreatif. Ada juga wahana permainan rakyat yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang bersama keluarga. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, acara ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-81. Gelaran ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan kepada para seniman untuk menampilkan karya-karya mereka. 

“Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta terhadap budaya. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri," ucapnya dalam acara pembukaan Pasar Raya Jawa Tengah 2026 pada Senin malam, 20 Juli 2026.

Ia mengatakan, sengaja memilih TBJT sebagai lokasi gelaran tersebut. Sebab, tempat itu dinilai sebagai rumah yang inklusif bagi seluruh seniman dan budayawan Jawa Tengah untuk berlatih dan berekspresi.

Harapannya, keterlibatan masyarakat dapat memicu semangat bersama dalam menjaga seni tradisional agar tidak punah ditelan zaman.

"Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama," pungkasnya. 

Ia menegaskan, karya para seniman di momentum Pasar Raya ini ditampilkan secara lebih optimal dan terbuka bagi publik.  

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menambahkan, TBJT merupakan ruang hidup bagi kebudayaan dan ruang berekspresi bagi para seniman.

"Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal," ucapnya.

Kepala Sub Bagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Tengah, Marlia Yulianti Rosyidah, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jateng dalam komitmennya untuk memajukan kebudayaan melalui penyelenggaraan Pasar Raya 2026.

Ia menambahkan, Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat ekosistem kebudayaan di Jateng melalui revitalisasi ruang budaya, dana Indonesia Raya, dan Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FKP).

Pada kesempatan itu, Marlia juga menyampaikan kabar gembira terkait penetapan 38 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Jawa Tengah yang berhasil lolos pada tahap penilaian tingkat nasional. Capaian ini diharapkan tidak berhenti pada penetapan status, tetapi terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus demi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi senada disampaikan oleh warga Kota Surakarta, Rebecca Dian, yang mendatangi Pasar Raya 2026 bersama keluarganya. 

"Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih. Kalau buat anak-anak jadi nyaman," tuturnya.


Bagikan :

SURAKARTA — Gelaran Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta pada Senin, 20 Juli 2026. 

Acara yang digelar pada 20–31 Juli itu menampilkan ratusan karya seni multidisiplin, di antaranya pentas seni dengan 61 penyaji seni lintas daerah, 24 grup band, 100 karya seni lukis, 15 instalasi, dan 3 patung. 

Selain itu, acara ini juga menampilkan seni rakyat dan seni tradisional yang terdiri dari 10 kelompok seni lesung, 5 kelompok reog, dan 5 kelompok barongsai, serta bazar UMKM sebanyak 50 stan produk lokal kreatif. Ada juga wahana permainan rakyat yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang bersama keluarga. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, acara ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-81. Gelaran ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan kepada para seniman untuk menampilkan karya-karya mereka. 

“Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta terhadap budaya. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri," ucapnya dalam acara pembukaan Pasar Raya Jawa Tengah 2026 pada Senin malam, 20 Juli 2026.

Ia mengatakan, sengaja memilih TBJT sebagai lokasi gelaran tersebut. Sebab, tempat itu dinilai sebagai rumah yang inklusif bagi seluruh seniman dan budayawan Jawa Tengah untuk berlatih dan berekspresi.

Harapannya, keterlibatan masyarakat dapat memicu semangat bersama dalam menjaga seni tradisional agar tidak punah ditelan zaman.

"Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama," pungkasnya. 

Ia menegaskan, karya para seniman di momentum Pasar Raya ini ditampilkan secara lebih optimal dan terbuka bagi publik.  

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menambahkan, TBJT merupakan ruang hidup bagi kebudayaan dan ruang berekspresi bagi para seniman.

"Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal," ucapnya.

Kepala Sub Bagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Tengah, Marlia Yulianti Rosyidah, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jateng dalam komitmennya untuk memajukan kebudayaan melalui penyelenggaraan Pasar Raya 2026.

Ia menambahkan, Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat ekosistem kebudayaan di Jateng melalui revitalisasi ruang budaya, dana Indonesia Raya, dan Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FKP).

Pada kesempatan itu, Marlia juga menyampaikan kabar gembira terkait penetapan 38 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Jawa Tengah yang berhasil lolos pada tahap penilaian tingkat nasional. Capaian ini diharapkan tidak berhenti pada penetapan status, tetapi terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus demi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi senada disampaikan oleh warga Kota Surakarta, Rebecca Dian, yang mendatangi Pasar Raya 2026 bersama keluarganya. 

"Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih. Kalau buat anak-anak jadi nyaman," tuturnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu