Follow Us :              

Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK

  23 July 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 269 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK

23 July 2026 | 19:00:00 | dibaca : 269
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK
Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK
Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK
Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK
Pemprov Jateng Mulai Perkenalkan Konsep Industri Hijau kepada Siswa SMA/SMK

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperkenalkan konsep industri hijau kepada siswa sekolah tingkat SMA dan SMK.  

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap sistem ekonomi hijau kepada anak-anak sejak dini, sehingga hal ini bisa menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun menjadi pelaku usaha di masa depan.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, transformasi menuju industri hijau tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, kawasan industri, maupun pelaku usaha. Menurutnya, hal ini harus ditanamkan mulai dari dunia pendidikan, agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak SMA kita didik untuk lebih mencintai ekonomi hijau, kita mengenalkan (kepada) mereka," ucapnya dalam acara Jateng Green Industrial Summit 2026 “Collaborating, Awarding & Signing” di Hotel Grand Candi, Kota Semarang pada Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menegaskan, pelibatan dunia pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri hijau dari hulu hingga hilir. Maka dari itu, selain menghadirkan pemerintah daerah, pelaku industri, kawasan industri, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, forum tersebut juga melibatkan perwakilan SMA dan SMK dari berbagai daerah di Jateng.

"Saya sebagai Gubernur mengucapkan apresiasi kegiatan ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, penerapan industri hijau di Jateng sebenarnya telah berjalan, namun selama ini masih dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. 

Melalui forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan didorong memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam menerapkan industri hijau.

Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan. Oleh karena itu, siswa SMA dan SMK perlu dikenalkan dengan konsep industri hijau sejak dini.

"Kita juga melibatkan SMA dan SMK se-Jawa Tengah untuk dapat melatih anak-anak kita yang saat ini mungkin menjadi siswa, ke depan bisa jadi mereka yang menjadi CEO-CEO. Jadi harus paham tentang industri hijau sejak dini," katanya.

Ka Disperindag Jateng menjelaskan, industri hijau bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni efisiensi penggunaan sumber daya, rendah emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta bertanggung jawab terhadap aspek sosial dan lingkungan. 

Dengan prinsip tersebut, industri tidak hanya mampu menekan biaya operasional, tetapi juga tetap tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

"Artinya, industri tetap berjalan, bertumbuh, besar tanpa merusak lingkungan, sehingga pertumbuhannya itu harmonis," ujarnya. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang aktif menanamkan nilai-nilai industri hijau, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kategori Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Teraktif dalam Mendukung Program Pendidikan Hijau kepada SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 6 Semarang, dan SMK Negeri 5 Semarang.

Sementara untuk kategori Industri Kecil dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik, Juara I diraih PT Ozzy Batik Pekalongan, Juara II CV Gemilang Kencana, dan Juara III CV Batik Gemawang.

Kategori Industri Besar dan Menengah dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik dimenangkan oleh PT Semen Grobogan sebagai Juara I, disusul PT Semen Gresik sebagai Juara II, dan PT Phapros Tbk sebagai Juara III.

Pada kategori Kawasan Industri Hijau Terbaik, Anugerah Adi Hijau diberikan kepada PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang), Anugerah Cipta Hijau kepada PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Anugerah Tumbuh Hijau kepada PT Kawasan Industri Kendal.

Adapun kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Komitmen Pengembangan Industri Hijau Terbaik menempatkan Kabupaten Grobogan sebagai Juara I, Kabupaten Magelang Juara II, Kabupaten Demak Juara III, Kota Surakarta Juara Harapan I, dan Kabupaten Purbalingga sebagai Juara Harapan II.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperkenalkan konsep industri hijau kepada siswa sekolah tingkat SMA dan SMK.  

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap sistem ekonomi hijau kepada anak-anak sejak dini, sehingga hal ini bisa menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun menjadi pelaku usaha di masa depan.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, transformasi menuju industri hijau tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, kawasan industri, maupun pelaku usaha. Menurutnya, hal ini harus ditanamkan mulai dari dunia pendidikan, agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak SMA kita didik untuk lebih mencintai ekonomi hijau, kita mengenalkan (kepada) mereka," ucapnya dalam acara Jateng Green Industrial Summit 2026 “Collaborating, Awarding & Signing” di Hotel Grand Candi, Kota Semarang pada Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menegaskan, pelibatan dunia pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri hijau dari hulu hingga hilir. Maka dari itu, selain menghadirkan pemerintah daerah, pelaku industri, kawasan industri, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, forum tersebut juga melibatkan perwakilan SMA dan SMK dari berbagai daerah di Jateng.

"Saya sebagai Gubernur mengucapkan apresiasi kegiatan ini. Semoga bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, penerapan industri hijau di Jateng sebenarnya telah berjalan, namun selama ini masih dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. 

Melalui forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan didorong memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam menerapkan industri hijau.

Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan. Oleh karena itu, siswa SMA dan SMK perlu dikenalkan dengan konsep industri hijau sejak dini.

"Kita juga melibatkan SMA dan SMK se-Jawa Tengah untuk dapat melatih anak-anak kita yang saat ini mungkin menjadi siswa, ke depan bisa jadi mereka yang menjadi CEO-CEO. Jadi harus paham tentang industri hijau sejak dini," katanya.

Ka Disperindag Jateng menjelaskan, industri hijau bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni efisiensi penggunaan sumber daya, rendah emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta bertanggung jawab terhadap aspek sosial dan lingkungan. 

Dengan prinsip tersebut, industri tidak hanya mampu menekan biaya operasional, tetapi juga tetap tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

"Artinya, industri tetap berjalan, bertumbuh, besar tanpa merusak lingkungan, sehingga pertumbuhannya itu harmonis," ujarnya. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang aktif menanamkan nilai-nilai industri hijau, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kategori Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Teraktif dalam Mendukung Program Pendidikan Hijau kepada SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 6 Semarang, dan SMK Negeri 5 Semarang.

Sementara untuk kategori Industri Kecil dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik, Juara I diraih PT Ozzy Batik Pekalongan, Juara II CV Gemilang Kencana, dan Juara III CV Batik Gemawang.

Kategori Industri Besar dan Menengah dengan Transformasi Industri Hijau Terbaik dimenangkan oleh PT Semen Grobogan sebagai Juara I, disusul PT Semen Gresik sebagai Juara II, dan PT Phapros Tbk sebagai Juara III.

Pada kategori Kawasan Industri Hijau Terbaik, Anugerah Adi Hijau diberikan kepada PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang), Anugerah Cipta Hijau kepada PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Anugerah Tumbuh Hijau kepada PT Kawasan Industri Kendal.

Adapun kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Komitmen Pengembangan Industri Hijau Terbaik menempatkan Kabupaten Grobogan sebagai Juara I, Kabupaten Magelang Juara II, Kabupaten Demak Juara III, Kota Surakarta Juara Harapan I, dan Kabupaten Purbalingga sebagai Juara Harapan II.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu