Follow Us :              

Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 

  14 August 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 80 
Kategori :
Bagikan :

Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 

14 August 2026 | 09:00:00 | dibaca : 80
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 
Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 
Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 
Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 
Tak Sekadar Lulus, Sekda Minta Alumni PKN Jateng Bawa Perubahan Nyata 

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sebanyak 45 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah dinyatakan lulus. 

Namun, pelatihan yang berlangsung selama lebih dari empat bulan itu tidak berhenti pada saat kelulusan. Inovasi yang dirancang peserta diharapkan terus diterapkan setelah mereka kembali ke instansi masing-masing.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, dampak setelah peserta kembali bekerja menjadi hal penting dari pelaksanaan PKN. Sebab, para peserta merupakan pemimpin yang diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran untuk menggerakkan organisasi dan meningkatkan kinerja.

“Yang terpenting adalah dampak dari pelaksanaan PKN terhadap teman-teman peserta setelah kembali bekerja,” ucapnya dalam acara Penutupan PKN Tingkat II Angkatan VII di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jateng pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Menurutnya, peserta tidak cukup hanya menyelesaikan pelatihan, tetapi juga harus bisa menerapkan berbagai hal yang diperoleh selama mengikuti PKN di tempat tugas masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya kerja dan integritas organisasi. Sekda menyampaikan, pemimpin harus menjadi contoh, karena sikap dan perilakunya akan memengaruhi jajaran di bawahnya.

Oleh karena itu, ia berharap para peserta yang telah kembali ke instansi masing-masing dapat menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, memberi contoh, serta menerapkan inovasi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.

Kepala BPSDM Jateng, Uswatun Hasanah, mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti inovasi yang telah dirancang oleh para peserta. Bahkan, ia akan meminta peserta untuk memastikan inovasi tersebut benar-benar dilaksanakan.

“Kami masih akan mengundang dan menagih teman-teman semuanya untuk membuat inovasi atau melaksanakan inovasi tersebut,” ucapnya.

PKN Tingkat II Angkatan VII berlangsung pada 7 April-14 Agustus 2026 dan diikuti 45 peserta, yang terdiri dari 5 peserta dari kementerian/lembaga, 4 dari Pemprov Jawa Tengah, 26 dari pemerintah kabupaten, dan 10 dari pemerintah kota.

Seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 15 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, sedangkan 30 peserta dinyatakan memuaskan.

Selama pelatihan, peserta juga mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. 

Visitasi tersebut mengangkat empat tema yang berkaitan dengan ketahanan pangan, yakni penguatan dan pemberdayaan sumber daya manusia pertanian, transformasi pemasaran produk pertanian berbasis inovasi, alih teknologi untuk akselerasi produksi pertanian, serta ketahanan pangan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran dari Perum Bulog dan Bank Indonesia.

Adapun lima peserta terbaik PKN, yakni Moh. Edy Sukarno dari Kabupaten Semarang, Siswo Hartanto dari Kota Salatiga, Agus Sugiharto dari Provinsi Jawa Tengah, serta Bayu Adhinugroho Arianto dan Mia Banulita dari Kejaksaan RI. 

Kelimanya memperoleh piagam penghargaan dan medali. Sementara seluruh peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.


Bagikan :

SEMARANG – Sebanyak 45 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah dinyatakan lulus. 

Namun, pelatihan yang berlangsung selama lebih dari empat bulan itu tidak berhenti pada saat kelulusan. Inovasi yang dirancang peserta diharapkan terus diterapkan setelah mereka kembali ke instansi masing-masing.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, dampak setelah peserta kembali bekerja menjadi hal penting dari pelaksanaan PKN. Sebab, para peserta merupakan pemimpin yang diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran untuk menggerakkan organisasi dan meningkatkan kinerja.

“Yang terpenting adalah dampak dari pelaksanaan PKN terhadap teman-teman peserta setelah kembali bekerja,” ucapnya dalam acara Penutupan PKN Tingkat II Angkatan VII di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Jateng pada Jumat, 14 Agustus 2026. 

Menurutnya, peserta tidak cukup hanya menyelesaikan pelatihan, tetapi juga harus bisa menerapkan berbagai hal yang diperoleh selama mengikuti PKN di tempat tugas masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun budaya kerja dan integritas organisasi. Sekda menyampaikan, pemimpin harus menjadi contoh, karena sikap dan perilakunya akan memengaruhi jajaran di bawahnya.

Oleh karena itu, ia berharap para peserta yang telah kembali ke instansi masing-masing dapat menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, memberi contoh, serta menerapkan inovasi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.

Kepala BPSDM Jateng, Uswatun Hasanah, mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti inovasi yang telah dirancang oleh para peserta. Bahkan, ia akan meminta peserta untuk memastikan inovasi tersebut benar-benar dilaksanakan.

“Kami masih akan mengundang dan menagih teman-teman semuanya untuk membuat inovasi atau melaksanakan inovasi tersebut,” ucapnya.

PKN Tingkat II Angkatan VII berlangsung pada 7 April-14 Agustus 2026 dan diikuti 45 peserta, yang terdiri dari 5 peserta dari kementerian/lembaga, 4 dari Pemprov Jawa Tengah, 26 dari pemerintah kabupaten, dan 10 dari pemerintah kota.

Seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 15 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, sedangkan 30 peserta dinyatakan memuaskan.

Selama pelatihan, peserta juga mengikuti Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. 

Visitasi tersebut mengangkat empat tema yang berkaitan dengan ketahanan pangan, yakni penguatan dan pemberdayaan sumber daya manusia pertanian, transformasi pemasaran produk pertanian berbasis inovasi, alih teknologi untuk akselerasi produksi pertanian, serta ketahanan pangan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran dari Perum Bulog dan Bank Indonesia.

Adapun lima peserta terbaik PKN, yakni Moh. Edy Sukarno dari Kabupaten Semarang, Siswo Hartanto dari Kota Salatiga, Agus Sugiharto dari Provinsi Jawa Tengah, serta Bayu Adhinugroho Arianto dan Mia Banulita dari Kejaksaan RI. 

Kelimanya memperoleh piagam penghargaan dan medali. Sementara seluruh peserta yang dinyatakan lulus mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu