Follow Us :              

MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan

  14 September 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 343 
Kategori :
Bagikan :

MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan

14 September 2026 | 09:30:00 | dibaca : 343
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan
MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan
MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan
MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan
MTQ Nasional XXXI di Jateng Kuatkan Jalinan Kolaborasi dan Kebersamaan

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menguatkan jalinan kolaborasi berbagai stakeholder dan seluruh elemen masyarakat.  

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, pelaksanaan MTQ di sejumlah perguruan tinggi di wilayahnya menunjukkan kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan perhelatan nasional tersebut. Bahkan,  kampus tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an kepada masyarakat.

Sebagai informasi, beberapa perlombaan diselenggarakan di beberapa kampus, antara lain Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan lainnya. 

“Tadi di UIN sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al-Qur’an. Hari ini kami juga meninjau perlombaan (cabang kaligrafi) di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas,” ucap Gubernur seusai meninjau pelaksanaan sejumlah cabang MTQ di UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro, Semarang pada Senin, 14 September 2026.

Gubernur menilai, MTQ Nasional XXXI telah menjadi kebanggaan bersama. Perhelatan tersebut tidak hanya dimiliki kampus atau umat Islam, tetapi juga melibatkan masyarakat, tokoh agama, pelaku UMKM, dan berbagai unsur dari seluruh provinsi.

Semangat kebersamaan itu juga terlihat dari keterlibatan masyarakat lintas agama dalam rangkaian pembukaan MTQ. Para pelajar dari sekolah nonmuslim turut berpartisipasi saat menyanyikan Mars MTQ secara serentak.

“MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat nonmuslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI,” jelasnya.

Gubernur menyampaikan, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat memperlihatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi kekuatan untuk merawat toleransi, persatuan, dan kedamaian.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi seluruh alam semesta). Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini, semuanya dapat bersatu,” tegasnya.

Ia berharap, suasana damai dan kebersamaan yang tumbuh selama MTQ tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Nilai tersebut harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, menyampaikan kebanggaannya karena kampusnya dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Undip menyiapkan dua lokasi, yakni Gedung Prof. Soedarto, S.H., dan Auditorium Imam Bardjo.

“Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya, serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menguatkan jalinan kolaborasi berbagai stakeholder dan seluruh elemen masyarakat.  

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, pelaksanaan MTQ di sejumlah perguruan tinggi di wilayahnya menunjukkan kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan perhelatan nasional tersebut. Bahkan,  kampus tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an kepada masyarakat.

Sebagai informasi, beberapa perlombaan diselenggarakan di beberapa kampus, antara lain Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan lainnya. 

“Tadi di UIN sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al-Qur’an. Hari ini kami juga meninjau perlombaan (cabang kaligrafi) di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas,” ucap Gubernur seusai meninjau pelaksanaan sejumlah cabang MTQ di UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro, Semarang pada Senin, 14 September 2026.

Gubernur menilai, MTQ Nasional XXXI telah menjadi kebanggaan bersama. Perhelatan tersebut tidak hanya dimiliki kampus atau umat Islam, tetapi juga melibatkan masyarakat, tokoh agama, pelaku UMKM, dan berbagai unsur dari seluruh provinsi.

Semangat kebersamaan itu juga terlihat dari keterlibatan masyarakat lintas agama dalam rangkaian pembukaan MTQ. Para pelajar dari sekolah nonmuslim turut berpartisipasi saat menyanyikan Mars MTQ secara serentak.

“MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat nonmuslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI,” jelasnya.

Gubernur menyampaikan, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat memperlihatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi kekuatan untuk merawat toleransi, persatuan, dan kedamaian.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi seluruh alam semesta). Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini, semuanya dapat bersatu,” tegasnya.

Ia berharap, suasana damai dan kebersamaan yang tumbuh selama MTQ tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Nilai tersebut harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, menyampaikan kebanggaannya karena kampusnya dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Undip menyiapkan dua lokasi, yakni Gedung Prof. Soedarto, S.H., dan Auditorium Imam Bardjo.

“Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya, serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu