Follow Us :              

Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata

  17 September 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 158 
Kategori :
Bagikan :

Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata

17 September 2026 | 09:00:00 | dibaca : 158
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata
Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata
Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata
Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata
Wadah Tanamkan Kepedulian Lingkungan, 242 Sekolah di Jateng Berstatus Adiwiyata

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sebanyak 242 sekolah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB di Jawa Tengah menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang sehat, bersih, dan indah.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmiko, mengatakan, pada tahun 2026 terdapat 79 sekolah atau madrasah yang mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah.

Peserta seleksi terdiri dari 38 SMA, 16 SMK, 3 SLB, dan 19 Madrasah Aliyah (MA). Usulan SMA, SMK, dan SLB berasal dari 24 kabupaten/kota, sedangkan usulan MA berasal dari 14 kabupaten/kota.

Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 52 sekolah atau madrasah dinyatakan layak ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah. Rinciannya, 25 SMA dari 16 kabupaten/kota, 10 SMK dari 17 kabupaten/kota, 3 SLB dari 3 kabupaten/kota, serta 14 MA dari 9 kabupaten/kota.

Ia menambahkan, hingga 31 Agustus 2026, jumlah Sekolah Adiwiyata di Jawa Tengah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB telah mencapai 242 sekolah.

Ka DLHK Jateng menyampaikan, program Sekolah Adiwiyata memberikan dampak terhadap pengelolaan sumber daya dan lingkungan di sekolah. Melalui program itu, sekolah berkontribusi terhadap penurunan timbulan sampah, konsumsi air bersih, serta penggunaan energi.

“Dengan adanya Sekolah Adiwiyata ada beberapa hal yang menurun dan itu memang memberikan dampak yang signifikan,” ucapnya. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai, pengembangan Sekolah Adiwiyata menjadi langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Menurutnya, Sekolah Adiwiyata tidak sekadar berorientasi pada penghargaan, tetapi menjadi ruang pendidikan yang mampu membentuk kebiasaan dan kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan.

“Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang lebih peduli lingkungan. Ini menjadi titik yang strategis, karena mendidik anak-anak untuk lebih menginternalisasi pemahaman tentang kepedulian terhadap masalah lingkungan,” ucap Sekda usai menyerahkan penghargaan dan memberikan arahan pada acara Pembinaan dan Gerakan Peduli Lingkungan untuk Lembaga dan Masyarakat di Jawa Tengah yang diselenggarakan di Aula Kalpataru, Kantor DLHK Provinsi Jawa Tengah pada Kamis, 17 September 2026.

Ia menegaskan, persoalan lingkungan membutuhkan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan tentang lingkungan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Sekda juga mengapresiasi sekolah-sekolah di Jawa Tengah yang telah berkomitmen mengembangkan program Adiwiyata. Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada Sekolah Adiwiyata bukan menjadi tujuan akhir, melainkan menjadi pemicu bagi sekolah lain untuk melakukan hal serupa.

“Kami berharap apa yang dilakukan sekolah-sekolah ini lebih dikembangkan lagi. Apresiasi ini bukan akhir, tetapi menjadi motor motivasi agar sekolah-sekolah lebih bersemangat dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menjadi sekolah Adiwiyata,” ucapnya.

Ia berharap, pengembangan Sekolah Adiwiyata terus dilakukan secara bertahap hingga semakin banyak sekolah di Jawa Tengah yang menerapkan gerakan peduli lingkungan.


Bagikan :

SEMARANG – Sebanyak 242 sekolah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB di Jawa Tengah menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang sehat, bersih, dan indah.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmiko, mengatakan, pada tahun 2026 terdapat 79 sekolah atau madrasah yang mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah.

Peserta seleksi terdiri dari 38 SMA, 16 SMK, 3 SLB, dan 19 Madrasah Aliyah (MA). Usulan SMA, SMK, dan SLB berasal dari 24 kabupaten/kota, sedangkan usulan MA berasal dari 14 kabupaten/kota.

Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 52 sekolah atau madrasah dinyatakan layak ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah. Rinciannya, 25 SMA dari 16 kabupaten/kota, 10 SMK dari 17 kabupaten/kota, 3 SLB dari 3 kabupaten/kota, serta 14 MA dari 9 kabupaten/kota.

Ia menambahkan, hingga 31 Agustus 2026, jumlah Sekolah Adiwiyata di Jawa Tengah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB telah mencapai 242 sekolah.

Ka DLHK Jateng menyampaikan, program Sekolah Adiwiyata memberikan dampak terhadap pengelolaan sumber daya dan lingkungan di sekolah. Melalui program itu, sekolah berkontribusi terhadap penurunan timbulan sampah, konsumsi air bersih, serta penggunaan energi.

“Dengan adanya Sekolah Adiwiyata ada beberapa hal yang menurun dan itu memang memberikan dampak yang signifikan,” ucapnya. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai, pengembangan Sekolah Adiwiyata menjadi langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Menurutnya, Sekolah Adiwiyata tidak sekadar berorientasi pada penghargaan, tetapi menjadi ruang pendidikan yang mampu membentuk kebiasaan dan kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan.

“Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang lebih peduli lingkungan. Ini menjadi titik yang strategis, karena mendidik anak-anak untuk lebih menginternalisasi pemahaman tentang kepedulian terhadap masalah lingkungan,” ucap Sekda usai menyerahkan penghargaan dan memberikan arahan pada acara Pembinaan dan Gerakan Peduli Lingkungan untuk Lembaga dan Masyarakat di Jawa Tengah yang diselenggarakan di Aula Kalpataru, Kantor DLHK Provinsi Jawa Tengah pada Kamis, 17 September 2026.

Ia menegaskan, persoalan lingkungan membutuhkan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan tentang lingkungan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Sekda juga mengapresiasi sekolah-sekolah di Jawa Tengah yang telah berkomitmen mengembangkan program Adiwiyata. Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada Sekolah Adiwiyata bukan menjadi tujuan akhir, melainkan menjadi pemicu bagi sekolah lain untuk melakukan hal serupa.

“Kami berharap apa yang dilakukan sekolah-sekolah ini lebih dikembangkan lagi. Apresiasi ini bukan akhir, tetapi menjadi motor motivasi agar sekolah-sekolah lebih bersemangat dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menjadi sekolah Adiwiyata,” ucapnya.

Ia berharap, pengembangan Sekolah Adiwiyata terus dilakukan secara bertahap hingga semakin banyak sekolah di Jawa Tengah yang menerapkan gerakan peduli lingkungan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu