Follow Us :              

Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government

  16 October 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 22 
Kategori :
Bagikan :

Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government

16 October 2026 | 09:00:00 | dibaca : 22
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government
Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government
Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government
Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government
Buka Kegiatan Bakti TNI AD 2026, Gubernur Tekankan Semangat Collaborative Government

Foto : Adit (Humas Jateng)

BANYUMAS — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 yang diselenggarakan oleh Kodam IV/Diponegoro di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.

Upacara pembukaan kegiatan tersebut dilakukan di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Gubernur menyampaikan, kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta gotong royong dalam pembangunan daerah. Hal itu sejalan dengan semangat pemerintahan kolaboratif (collaborative goverment) yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Saya sangat mengapresiasi, karena ini bentuk collaborative goverment dari pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, (yang) bahu-membahu menyejahterakan masyarakat," ucapnya.

Bakti TNI AD untuk Rakyat ini berlangsung selama 60 hari di Banyumas dan Kebumen. Kegiatan yang dilakukan, meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang total 2.255 meter, 22 titik jembatan, 80 titik sumur bor, serta rehabilitasi 150 rumah tidak layak huni. 

Selain itu, ada pembangunan fasilitas sanitasi, revitalisasi sekolah dan tempat ibadah, serta pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu,  Gubernur berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang dibangun melalui Bakti TNI AD tersebut.

"Kami mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama menjaga dan merawat agar apa yang nanti dibangun, (agar) dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," katanya.


Bagikan :

BANYUMAS — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 yang diselenggarakan oleh Kodam IV/Diponegoro di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.

Upacara pembukaan kegiatan tersebut dilakukan di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Gubernur menyampaikan, kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta gotong royong dalam pembangunan daerah. Hal itu sejalan dengan semangat pemerintahan kolaboratif (collaborative goverment) yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Saya sangat mengapresiasi, karena ini bentuk collaborative goverment dari pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, (yang) bahu-membahu menyejahterakan masyarakat," ucapnya.

Bakti TNI AD untuk Rakyat ini berlangsung selama 60 hari di Banyumas dan Kebumen. Kegiatan yang dilakukan, meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang total 2.255 meter, 22 titik jembatan, 80 titik sumur bor, serta rehabilitasi 150 rumah tidak layak huni. 

Selain itu, ada pembangunan fasilitas sanitasi, revitalisasi sekolah dan tempat ibadah, serta pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu,  Gubernur berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang dibangun melalui Bakti TNI AD tersebut.

"Kami mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama menjaga dan merawat agar apa yang nanti dibangun, (agar) dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu