Follow Us :              

Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar

  19 October 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 129 
Kategori :
Bagikan :

Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar

19 October 2026 | 10:00:00 | dibaca : 129
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar
Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar
Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar
Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar
Bantu Petani Demak Tanam hingga 2-3 Kali Setahun, Gubernur Pastikan Normalisasi Saluran Irigasi Lancar

Foto : Fajar (Humas Jateng)

DEMAK — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau pekerjaan normalisasi saluran avur atau saluran pembuangan air yang melintasi tiga desa di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak pada Senin, 19 Oktober 2026. 

Harapannya, normalisasi saluran tersebut dapat memberikan pasokan air untuk lahan pertanian seluas kurang lebih 450 hektare di wilayah tersebut.

Saluran avur itu sendiri memiliki dua fungsi, yaitu membantu membuang air saat banjir dan mendukung pengairan pada musim kemarau. Oleh karena itu, fungsinya perlu dijaga agar bisa mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian.

"Ini normalisasi saluran irigasi yang kita teroboskan ke Sungai Gemboyo. Harapannya, nanti di sini bisa terairi, jika sebelumnya hanya bisa sekali tanam, dengan ini harapannya bisa dua atau tiga kali," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan didampingi oleh Bupati Demak, Eisti'anah.

Saluran avur yang dinormalisasi total panjangnya sekitar 1,15 km. Membentang di antara dua desa, yaitu Desa Klitih dan Desa Dukun. Per 14 Oktober 2026, pekerjaan normalisasi saluran sudah selesai sekitar 630 meter di Desa Klitih, bahkan petani sudah mulai memanfaatkannya untuk menyemai bibit padi.

Sementara di Desa Dukun, dari target 500 meter, baru selesai sekitar 80 meter. Kondisi saluran di Desa Dukun lebih sulit, karena kondisi tanah yang lunak, sehingga alat berat beberapa kali terjebak lumpur.

Pembiayaan awal yang disiapkan untuk normalisasi saluran sebesar Rp39,02 juta untuk operasional alat berat, tenaga kerja, penggalian manual, dan mobilisasi alat. Selain itu juga ada bantuan dari Bank Indonesia (BI), Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Desa Klitih dan Dukun.

"Ini kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Demak, BI, sampai Pemerintah Desa, bareng-bareng," ucap Gubernur.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa normalisasi saluran tersebut dilakukan setelah adanya pantauan dan laporan dari tim di lapangan dan masyarakat. 

Potensi pertanian di Desa Klitih dan Dukun yang dilewati saluran avur sebesar 450 hektare. Lancarnya aliran di saluran air ini membuat petani minimal bisa melakukan penanaman dua kali dalam setahun.

"Ini kerja bersama agar kita bisa menanam. Paling tidak 5-6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini. Tahun lalu kita lakukan pengerukan di Sungai Pelayaran dan hasilnya bagus," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Klitih, Firdos, mengatakan bahwa saluran tersebut sudah ada sejak lama dan menjadi salah satu aliran irigasi untuk mengambil air dari Sungai Gemboyo. Saluran tersebut kemudian tertutup lumpur, setelah adanya perbaikan pintu air. Diduga perbaikan kurang maksimal, sehingga sedimentasi terbawa dan mengendap di sepanjang aliran irigasi.

"Adanya bantuan normalisasi dari Pak Gubernur ini diharapkan air bisa (kembali) mengalir, sehingga masa tanam pertama dan kedua tidak bermasalah,” katanya.


Bagikan :

DEMAK — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau pekerjaan normalisasi saluran avur atau saluran pembuangan air yang melintasi tiga desa di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak pada Senin, 19 Oktober 2026. 

Harapannya, normalisasi saluran tersebut dapat memberikan pasokan air untuk lahan pertanian seluas kurang lebih 450 hektare di wilayah tersebut.

Saluran avur itu sendiri memiliki dua fungsi, yaitu membantu membuang air saat banjir dan mendukung pengairan pada musim kemarau. Oleh karena itu, fungsinya perlu dijaga agar bisa mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian.

"Ini normalisasi saluran irigasi yang kita teroboskan ke Sungai Gemboyo. Harapannya, nanti di sini bisa terairi, jika sebelumnya hanya bisa sekali tanam, dengan ini harapannya bisa dua atau tiga kali," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan didampingi oleh Bupati Demak, Eisti'anah.

Saluran avur yang dinormalisasi total panjangnya sekitar 1,15 km. Membentang di antara dua desa, yaitu Desa Klitih dan Desa Dukun. Per 14 Oktober 2026, pekerjaan normalisasi saluran sudah selesai sekitar 630 meter di Desa Klitih, bahkan petani sudah mulai memanfaatkannya untuk menyemai bibit padi.

Sementara di Desa Dukun, dari target 500 meter, baru selesai sekitar 80 meter. Kondisi saluran di Desa Dukun lebih sulit, karena kondisi tanah yang lunak, sehingga alat berat beberapa kali terjebak lumpur.

Pembiayaan awal yang disiapkan untuk normalisasi saluran sebesar Rp39,02 juta untuk operasional alat berat, tenaga kerja, penggalian manual, dan mobilisasi alat. Selain itu juga ada bantuan dari Bank Indonesia (BI), Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Desa Klitih dan Dukun.

"Ini kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Demak, BI, sampai Pemerintah Desa, bareng-bareng," ucap Gubernur.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa normalisasi saluran tersebut dilakukan setelah adanya pantauan dan laporan dari tim di lapangan dan masyarakat. 

Potensi pertanian di Desa Klitih dan Dukun yang dilewati saluran avur sebesar 450 hektare. Lancarnya aliran di saluran air ini membuat petani minimal bisa melakukan penanaman dua kali dalam setahun.

"Ini kerja bersama agar kita bisa menanam. Paling tidak 5-6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini. Tahun lalu kita lakukan pengerukan di Sungai Pelayaran dan hasilnya bagus," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Klitih, Firdos, mengatakan bahwa saluran tersebut sudah ada sejak lama dan menjadi salah satu aliran irigasi untuk mengambil air dari Sungai Gemboyo. Saluran tersebut kemudian tertutup lumpur, setelah adanya perbaikan pintu air. Diduga perbaikan kurang maksimal, sehingga sedimentasi terbawa dan mengendap di sepanjang aliran irigasi.

"Adanya bantuan normalisasi dari Pak Gubernur ini diharapkan air bisa (kembali) mengalir, sehingga masa tanam pertama dan kedua tidak bermasalah,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu