Follow Us :              

Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga

  20 October 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 67 
Kategori :
Bagikan :

Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga

20 October 2026 | 12:30:00 | dibaca : 67
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga
Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga
Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga
Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga
Tinjau Operasional KDMP, Gubernur Pastikan dapat Memberikan Manfaat untuk Warga

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya pada Selasa, 20 Oktober 2026. 

Ada dua titik yang ditinjau, yaitu KDMP Bergas Kidul, Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono, Kabupaten Boyolali. 

Saat melakukan kunjungan, Gubernur menegaskan agar koperasi desa dipromosikan kepada warga, sehingga keberadaannya mampu memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia juga meminta KDMP dimanfaatkan sebagai penguat swasembada pangan serta off taker (pembeli) produk lokal dan UMKM setempat.

"KDMP adalah aset desa, jadi harus dirawat, masyarakat harus diworo-woro atau dikasih tahu kalau sudah operasional. Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan.

Ia menyampaikan, KDMP yang sudah operasional tersebut dapat menjadi acuan atau tempat belajar bagi KDMP lain yang belum beroperasi, baik dari tata kelola, sistem kerja, hingga bagaimana menjalin kerja sama dengan UMKM lokal melalui konsinyasi (jual titip).

"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional," katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga menekankan peran penting koperasi sebagai penguat swasembada pangan. Apalagi, desa-desa memiliki kearifan lokal dan potensi yang berbeda-beda. 

"Potensi desa harus digalang (dikumpulkan), KDMP merupakan off taker produk-produk desa, termasuk di dalamnya adalah hasil pangan dan UMKM," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, per 19 Oktober 2026, KDKMP yang sudah terbentuk di Jateng sebanyak 8.523 unit. Adapun dari jumlah tersebut, sebanyak 5.427 koperasi atau 63% telah operasional. sedangkan 3.096 koperasi atau 37% masih tahap persiapan. Saat ini, jumlah gedung KDKMP yang telah terbangun sebanyak 5.895 gedung.

Dari sisi kepemilikan gerai, pola pengembangan usaha KDKMP di Jateng cukup beragam. Rinciannya, sebanyak 4.432 KDKMP memiliki 1 gerai, 749 KDKMP memiliki 2 gerai, 175 KDKMP memiliki 3 gerai, 28 KDKMP memiliki 4 gerai, 39 KDKMP memiliki 5 gerai, 3 KDKMP memiliki 6 gerai, dan 1 KDKMP memiliki 7 gerai.

Gubernur mengungkapkan, masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KDMP, sehingga belum bisa beroperasi, antara lain infrastruktur serta sarana prasarana yang belum lengkap. Misalnya ada KDMP yang listriknya kurang, kendaraannya belum ada, barang-barang yang akan dijual belum datang, dan sebagainya.

"Ya memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," jelasnya.

Seorang warga Desa Banyudono, Sri Mulyani, mengaku, ia memilih belanja di KDMP, karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dan terjangkau. Misalnya harga minyak goreng di pasaran sekitar Rp22 ribu, tetapi di KDMP hanya Rp16 ribu. Selain itu juga lebih dekat dari rumahnya.

“Harapannya dengan adanya KDMP ini apa saja murah, sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," ujarnya.


Bagikan :

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya pada Selasa, 20 Oktober 2026. 

Ada dua titik yang ditinjau, yaitu KDMP Bergas Kidul, Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono, Kabupaten Boyolali. 

Saat melakukan kunjungan, Gubernur menegaskan agar koperasi desa dipromosikan kepada warga, sehingga keberadaannya mampu memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia juga meminta KDMP dimanfaatkan sebagai penguat swasembada pangan serta off taker (pembeli) produk lokal dan UMKM setempat.

"KDMP adalah aset desa, jadi harus dirawat, masyarakat harus diworo-woro atau dikasih tahu kalau sudah operasional. Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan.

Ia menyampaikan, KDMP yang sudah operasional tersebut dapat menjadi acuan atau tempat belajar bagi KDMP lain yang belum beroperasi, baik dari tata kelola, sistem kerja, hingga bagaimana menjalin kerja sama dengan UMKM lokal melalui konsinyasi (jual titip).

"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional," katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga menekankan peran penting koperasi sebagai penguat swasembada pangan. Apalagi, desa-desa memiliki kearifan lokal dan potensi yang berbeda-beda. 

"Potensi desa harus digalang (dikumpulkan), KDMP merupakan off taker produk-produk desa, termasuk di dalamnya adalah hasil pangan dan UMKM," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, per 19 Oktober 2026, KDKMP yang sudah terbentuk di Jateng sebanyak 8.523 unit. Adapun dari jumlah tersebut, sebanyak 5.427 koperasi atau 63% telah operasional. sedangkan 3.096 koperasi atau 37% masih tahap persiapan. Saat ini, jumlah gedung KDKMP yang telah terbangun sebanyak 5.895 gedung.

Dari sisi kepemilikan gerai, pola pengembangan usaha KDKMP di Jateng cukup beragam. Rinciannya, sebanyak 4.432 KDKMP memiliki 1 gerai, 749 KDKMP memiliki 2 gerai, 175 KDKMP memiliki 3 gerai, 28 KDKMP memiliki 4 gerai, 39 KDKMP memiliki 5 gerai, 3 KDKMP memiliki 6 gerai, dan 1 KDKMP memiliki 7 gerai.

Gubernur mengungkapkan, masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KDMP, sehingga belum bisa beroperasi, antara lain infrastruktur serta sarana prasarana yang belum lengkap. Misalnya ada KDMP yang listriknya kurang, kendaraannya belum ada, barang-barang yang akan dijual belum datang, dan sebagainya.

"Ya memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," jelasnya.

Seorang warga Desa Banyudono, Sri Mulyani, mengaku, ia memilih belanja di KDMP, karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dan terjangkau. Misalnya harga minyak goreng di pasaran sekitar Rp22 ribu, tetapi di KDMP hanya Rp16 ribu. Selain itu juga lebih dekat dari rumahnya.

“Harapannya dengan adanya KDMP ini apa saja murah, sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu